• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Nasional

Waspada, Kemarau Tahun Ini Bakal Lebih Kering

by M Zulfikar Akbar
1 Juli 2019, 12:00
in Nasional
Reading Time: 2 mins read
0
Ilustrasi. (merdeka)

Ilustrasi. (merdeka)

Share on FacebookShare on Twitter

JAKARTA–Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan musim kemarau tahun ini lebih kering dari 2018. Puncak musim kemarau diprediksi Agustus. Cuaca panas juga berpotensi memperburuk kualitas udara di perkotaan.

Kepala Pusat Informasi Perubahan Iklim BMKG Dodo Gunawan menuturkan, musim kemarau 2019 dipengaruhi fenomena el nino. Meski, intensitasnya kecil. ”Karena itu, musim kemarau tahun 2019 akan terasa lebih kering dibandingkan 2018,” kata Dodo. Memasuki Juli, hampir semua daerah di Tanah Air sudah mulai masuk musim kemarau.

Musim kemarau yang panas dan terik, lanjut dia, berpotensi meningkatkan polusi udara di perkotaan. Emisi gas yang dikeluarkan kendaraan bermotor maupun pabrik industri terperangkap di atmosfer. Kondisi tersebut membuat suhu di atmosfer lebih tinggi dari suhu di permukaan bumi.

Baca Juga:  Gelombang Tinggi sampai April, Nelayan Diminta Perhatikan Keselamatan

”Kondisi tersebut yang disebut sebagai inversi. Sehingga lapisan atmosfer susah untuk menguraikan polutan,” jelasnya. Tak ayal, cuaca saat ini menyebabkan polusi semakin meningkat. Yang tentunya membuat suhu udara di perkotaan semakin panas.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menuturkan, memasuki Juni hingga September 2019, sebanyak 31 daerah dari 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah (Jateng) rawan kekeringan. Jumlah tersebut meliputi 1.259 desa dari 360 kecamatan yang ada di Jateng.

”Sampai hari ini, kami sudah mengirim tangki air di desa yang mengalami kekeringan ke 10 kabupaten/kota. Di antaranya, Semarang, Cilacap, Grobogan, Temanggung, dan Blora,” jelasnya saat dihubungi Jawa Pos, kemarin.

Sementara ini, lanjut politikus PDI Perjuangan itu, bantuan tersebut masih tercukupi dari masing-masing APBD daerah. Bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia serta pengusaha setempat. “Khusus dari APBD Jateng menyediakan dana Rp 320 juta untuk 1.000 tangki air,” terang Ganjar.

Baca Juga:  [BREAKING] Gempa 4,2 SR Guncang Timur Laut Bontang

Guru Besar bidang Tanah Universitas Gadjah Mada Azwar Maas mengatakan, kekeringan bisa diantisipasi dengan konservasi air. Lebih efisien dalam menggunakan air, membuat sumur resapan, dan embung atau kolam untuk menampung dan menyimpan air saat musim hujan.

Yang lebih penting, kata Azwar, adalah menjaga ekosistem hutan yang alami. Hutan terdiri dari tanaman yang sangat heterogen. Tidak monokultur seperti tanaman yang ada di taman. Sebab, tanaman di hutan tumbuh secara alami. Mayoritas, memiliki akar tunggang yang kuat menancap ke dalam tanah untuk mencari air.

”Maka dari itu, hutan tropis kaya dengan air. Sementara, tanaman di taman itu mereka cenderung mendapat suplai air. Justru itu yang harus kita kurangi. Menggunakan air secara bijak,” urai Azwar. (han/jpg/dwi/k8/prokal)

Baca Juga:  Menuju Akhir Tahun, BMKG Prediksi Hujan Turun Setiap Hari di Kaltim

Analisis Musim Kemarau

 Jawa Barat: 64 hari tanpa hujan

DI Jogjakarta: 61 hari tanpa hujan

Jawa Timur: 72 hari tanpa hujan

Bali: 73 hari tanpa hujan

Nusa Tenggara Timur: 96 hari tanpa hujan

 

Keterangan:

1-5 hari: sangat pendek

11-20 hari: menengah

31-60 hari: sangat panjang

>60 hari: kekeringan ekstrem

Print Friendly, PDF & Email
Tags: bmkgMusim Kemarau
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Atlet Taekwondo Bontang Bawa Pulang Empat Medali

Next Post

Jadwal Pemberangkatan Haji Diprediksi Maju

Related Posts

Musim Hujan Kaltim Diperkirakan Berlangsung Lama, Warga Diminta Tetap Siaga hingga Juni 2026
Kaltim

Musim Hujan Kaltim Diperkirakan Berlangsung Lama, Warga Diminta Tetap Siaga hingga Juni 2026

4 Desember 2025, 15:30
Menuju Akhir Tahun, BMKG Prediksi Hujan Turun Setiap Hari di Kaltim
Kaltim

Menuju Akhir Tahun, BMKG Prediksi Hujan Turun Setiap Hari di Kaltim

29 Oktober 2025, 17:00
Hingga Akhir Oktober, Curah Hujan di Kaltim Masuk Kategori Tinggi
Kaltim

Hingga Akhir Oktober, Curah Hujan di Kaltim Masuk Kategori Tinggi

23 Oktober 2025, 09:23
Hujan Deras Menghantui Sebagian Besar Wilayah Kaltim hingga Akhir Tahun
Kaltim

Hujan Deras Menghantui Sebagian Besar Wilayah Kaltim hingga Akhir Tahun

24 Desember 2024, 09:00
BMKG Prediksi 6 Wilayah di Kaltim Mulai Masuk Musim Kemarau Awal Agustus 2024
Kaltim

BMKG Prediksi 6 Wilayah di Kaltim Mulai Masuk Musim Kemarau Awal Agustus 2024

20 Juli 2024, 11:13
Waspada, BMKG Temukan 181 Titik Panas di Kaltim
Kaltim

Waspada, BMKG Temukan 181 Titik Panas di Kaltim

26 Februari 2024, 09:00

Terpopuler

  • Residivis Kekerasan Seksual Anak di Bontang Kembali Berulah, 4 Orang Diduga Jadi Korban

    Residivis Kekerasan Seksual Anak di Bontang Kembali Berulah, 4 Orang Diduga Jadi Korban

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Satpolairud Polres Bontang Bongkar Jaringan Sabu di Tanjung Laut Indah, Tiga Orang Diringkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kuota Produksi Dibatasi, 102 Pekerja Tambang di Bontang Kena PHK

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ini Jadwal Lengkap Kapal dari Pelabuhan Loktuan Bontang Selama Mei, Ada Pelni dan Swasta

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gelombang PHK Tambang Berpotensi Meluas, Ini Langkah Pemkot Bontang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.