BONTANGPOST.ID, Bontang – Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang kembali mengajukan penambahan sambungan listrik bagi masyarakat yang belum mendapatkan akses kelistrikan. Tahun ini, sebanyak 1.034 sambungan rumah (SR) diusulkan kepada pemerintah pusat.
Kabag Perekonomian dan Sumber Daya Alam (SDA) Setkot Bontang Moch Arif Rochman mengatakan usulan tersebut telah disampaikan melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
Selain sambungan rumah, Pemkot Bontang juga mengajukan pembangunan jaringan listrik di sejumlah lokasi yang dinilai masih membutuhkan akses kelistrikan.
“Selain 1.034 sambungan SR yang kita usulkan, kita juga mengusulkan jaringan listrik,” kata Arif, Kamis (1/10/2026).
Pengajuan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemkot Bontang meningkatkan rasio elektrifikasi. Arif menyebut capaian rasio elektrifikasi Bontang sebelumnya berada di kisaran 93 persen.
Pemerintah daerah masih mengejar agar seluruh masyarakat dapat menikmati akses listrik hingga rasio elektrifikasi mencapai 100 persen.
“Target kita terus sampai supaya rasio elektrifikasi 100 persen,” ucapnya.
Penambahan sambungan tahun ini melanjutkan bantuan yang telah diterima Bontang pada tahun sebelumnya. Pada 2025, sebanyak 553 sambungan rumah telah mendapatkan bantuan melalui Dinas ESDM Provinsi Kalimantan Timur.
“Tahun kemarin sudah dapat 553 SR dari Dinas ESDM Provinsi. Tahun ini kita usulkan lagi 1.034 SR,” tutur dia.
Selain pemasangan sambungan rumah, Pemkot Bontang mengusulkan pembangunan jaringan listrik di 22 titik. Rinciannya, 20 titik merupakan jaringan listrik umum dan dua lainnya masuk dalam skema listrik komunal.
Dua lokasi yang diusulkan untuk listrik komunal yakni Pulau Beras Basah dan Gusung.
“Yang jelas, untuk jaringan listrik kita juga mengusulkan. Ada 20 titik plus dua komunal,” terangnya.
Arif mengatakan kebutuhan daya untuk sambungan rumah yang diusulkan juga telah diperhitungkan. Sementara rincian calon penerima berdasarkan wilayah kelurahan masih masuk dalam data teknis dan akan dikoordinasikan lebih lanjut.
Menurutnya, upaya memperluas akses listrik tidak cukup hanya dengan menambah sambungan rumah. Ketersediaan jaringan pendukung juga menjadi bagian penting agar masyarakat di wilayah yang belum teraliri listrik dapat memperoleh layanan.
“Kita dari sisi kebijakan. Untuk sisi teknis ada analis kebijakan dan teman-teman teknis,” ungkapnya.
Pemkot Bontang selanjutnya akan berkoordinasi dengan perangkat daerah serta pihak teknis kelistrikan terkait kebutuhan daya, jaringan, dan skema pemasangan.
Arif menegaskan, penambahan sambungan dan pembangunan jaringan tersebut diarahkan untuk memperluas cakupan pelayanan listrik sekaligus mendukung pencapaian target rasio elektrifikasi 100 persen di Bontang. (ak)


