• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Breaking News

136 KK Terancam Kehilangan Tempat Tinggal 

by BontangPost
24 Februari 2017, 12:59
in Breaking News
Reading Time: 2 mins read
0
MAKIN AMBRUK: Akibat kondisi tanah yang terus tergerus aliran air dari Sungai Muara Ancalong, dua bangunan di Desa Kelinjau Ilir kini kondisinya rusak parah. (Foto: Istimewa)

MAKIN AMBRUK: Akibat kondisi tanah yang terus tergerus aliran air dari Sungai Muara Ancalong, dua bangunan di Desa Kelinjau Ilir kini kondisinya rusak parah. (Foto: Istimewa)

Share on FacebookShare on Twitter

 

Dua Bangunan Ambruk di Kelinjau Ilir, 30 Ikut Terdampak

SANGATTA – Sebanyak 136 Kepala Keluarga (KK) yang bermukim di Rukun Tetangga (RT) 5 dan 6 Desa Kelinjau Ilir Kecamatan Muara Ancalong terancam kehilangan tempat tinggal. Pasalnya kondisi tanah dibibir terus tergerus air Sungai Muara Ancalong.

Bahkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menyebutkan sudah dua bangunan ambruk akibat kondisi tersebut. Sementara 30 unit lainnya juga ikut terdampak, meskipun kerusakannya tidak parah.

“Dua bangunan yang sebagian rusak parah itu adalah rumah milik warga bernama Sabran, dan satu lagi sebuah penginapan. Informasi ini kami (BPBD, Red.) dapat, dari Kades Kelinjau Ilir Saipul,” jelas Kepala BPBD Kutim Syafruddin Syam didampingi Kabid Rehabilitasi dan Rekonstruksi Sirajuddin dan Kasi Rekonstruksi Kusnandi, Kamis (23/2) kemarin.

Baca Juga:  Jinjing Naskah UN di Tengah Banjir

Dia menerangkan, ambruknya dua bangunan tersebut terjadi pada Rabu 15 Februari 2017 lalu. Saat itu kondisi air sungai yang meninggi, membuat tanah yang berada dibibir sungai labil dan longsor. Akibatnya, dua bangunan yang posisinya berada sangat dekat dengan bibir sungai pun langsung ikut ambruk.

“Sekarang sebagian warga ada yang pindah mengungsi ke rumah kerabatnya. Tapi ada juga yang tetap memilih tinggal di rumahnya, meskipun kondisinya mengkhawatirkan,” ucapnya.

Kusnandi mengakui, kondisi longsor di Desa Kelinjau Ilir itu sebenarnya sudah berlangsung sejak lama. Namun, karena belum ada upaya perbaikan dengan cara penurapan membuat kondisi longsor semakin parah. Sementara warga pun banyak yang ingin agar direlokasi ke tempat yang lebih aman dari longsor.

Baca Juga:  Permohonan Tahanan Luar Ditolak

“Masalahnya untuk merealisasikannya, kami (BPBD, Red.) harus berkoordinasi dengan OPD (Organisasi Perangkat Daerah) terkait. Karena ada tupoksinya masing-masing,” kata Kusnandi.

Lalu langkah tanggap apa yang dilakukan BPBD, kata dia, pihaknya sudah menyusun rencana untuk membangun dapur umum dan tenda bagi warga. Akan tetapi, upaya tersebut terhalang lantaran kondisi cuaca buruk dan jalan yang rusak. Sehingga untuk sementara pihaknya masih menunggu perkembangan situasi terakhir.

“Kami juga menyayangkan, belum adanya laporan resmi dari pemerintah kecamatan terkait bencana tersebut. Sebab, laporan itu yang nantinya jadi rujukan untuk bertindak,” sebutnya.

Terpisah, Camat Muara Ancalong Helmi membenarkan bahwa ada rumah yang ambruk akibat terus tergrusnya bibir sungai. Meskipun begitu tidak ada korban jiwa akibat bencana tersebut. Sedangkan kerugian material ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.

Baca Juga:  Belum Ada Aturan, Dishub Tak Bisa Menindak Truk Pasir

“Ambruknya rumahnya warga di Desa Kelinjau Ilir itu sudah dilaporkan ke Pemkab Kutim untuk diberikan bantuan. Semoga saja ada tanggapan,” kata Helmi.

Sementara Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kutim Aswandini Eka Tirta mengakui, sejauh ini pihaknya memang tidak ada perencanaan program di wilayah tersebut. Namun, untuk upaya penurapan semua tergantung pada hasil Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrembang) kecamatan yang sedang berjalan, apakah diusulkan masyarakat atau tidak.

“Pertimbangannya, kalau diturap biaya yang dikeluarkan jelas lebih mahal. Karena arealnya cukup luas. Yang paling memungkinkan adalah relokasi. Tapi itu tergantung usulan dan kebijkan bupati. Dan pelaksananya bukan di PU,” jelas Aswan. (aj)

Print Friendly, PDF & Email
Tags: longsorSangatta Postwarga
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

TV Kutim Dianggap Belum Profesional, Jadi Alasan Bupati Tidak Lantik UPTD 

Next Post

Camat Ancam Tak Izinkan Pelaksanaan Proyek, Jika Pelaksana Kegiatan Tak Laporan 

Related Posts

Anggaran Terbatas, PUPRK Bontang Baru Tangani 30–40 Meter Longsoran Jalan Soekarno-Hatta
Bontang

Anggaran Terbatas, PUPRK Bontang Baru Tangani 30–40 Meter Longsoran Jalan Soekarno-Hatta

14 Maret 2026, 10:00
Turap Jalan Koi Longsor, Pemkot Bontang Siapkan Rp1,8 Miliar untuk Perbaikan
Bontang

Turap Jalan Koi Longsor, Pemkot Bontang Siapkan Rp1,8 Miliar untuk Perbaikan

16 Februari 2026, 09:00
Rumah di BSD Bontang Nyaris Ambruk Akibat Longsor
Bontang

Rumah di BSD Bontang Nyaris Ambruk Akibat Longsor

6 Agustus 2025, 08:46
Longsor Lagi di Samarinda, Empat Bangunan Tertimbun
Kaltim

Longsor Lagi di Samarinda, Empat Bangunan Tertimbun

27 Mei 2025, 15:25
Tim Gabungan Kembali Temukan Korban Tanah Longsor, Dua Lainnya Masih dalam Pencarian
Kaltim

Tim Gabungan Kembali Temukan Korban Tanah Longsor, Dua Lainnya Masih dalam Pencarian

12 Mei 2025, 20:08
Tertimbun Longsor Seorang Ibu Ditemukan Meninggal, Dua Anaknya Masih Dicari
Kaltim

Tertimbun Longsor Seorang Ibu Ditemukan Meninggal, Dua Anaknya Masih Dicari

12 Mei 2025, 16:55

Terpopuler

  • Residivis Kekerasan Seksual Anak di Bontang Kembali Berulah, 4 Orang Diduga Jadi Korban

    Residivis Kekerasan Seksual Anak di Bontang Kembali Berulah, 4 Orang Diduga Jadi Korban

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Satpolairud Polres Bontang Bongkar Jaringan Sabu di Tanjung Laut Indah, Tiga Orang Diringkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ini Jadwal Lengkap Kapal dari Pelabuhan Loktuan Bontang Selama Mei, Ada Pelni dan Swasta

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kuota Produksi Dibatasi, 102 Pekerja Tambang di Bontang Kena PHK

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Masuk Aturan KTR, Vape Tak Lagi Boleh Dihisap di Tempat Umum Bontang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.