• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Breaking News

4 Tahun Jokowi-JK, Pertumbuhan Ekonomi Tak Sesuai Nawacita

by M Zulfikar Akbar
22 Oktober 2018, 10:00
in Breaking News
Reading Time: 2 mins read
0
Joko Widodo-Jusuf Kalla. (Hendra Eka/Jawa Pos)

Joko Widodo-Jusuf Kalla. (Hendra Eka/Jawa Pos)

Share on FacebookShare on Twitter

Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) sudah empat tahun bersama-sama memimpin bangsa Indonesia. Selama itu juga, banyak hal-hal yang telah dicapai maupun yang belum dari keduanya.

Salah satu yang belum tercapai adalah tidak terpenuhinya janji kampanye untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 7 persen.

Kenyataan pahit itu disinggung oleh Anggota DPR Fraksi Gerindra, Ramson Siagian pada Rapat Pandangan Umum Fraksi Atas RAPBN 2019 di DPR RI, Jakarta, beberapa waktu lalu.

“Setelah tiga tahun (pemerintahan Jokowi), pertumbuhan ekonomi hanya 5,1 persen. Padahal pada kampanye, Jokowi-JK menjanjikan pertumbuhan ekonomi 7 persen, tapi sampai tahun terakhir Kabinet Kerja masih jauh dari janji saat kampanye,” kata Ramson.

Baca Juga:  Tunjangan Pegawai Pertanahan Bakal Dinaikkan, Jokowi: Kalau Masih Ada Pungli, Laporkan!

Ditambah lagi, dalam RAPBN 2019 pertumbuhan ekonomi Indonesia hanya ditargetkan sebesar 5,3 persen. Angka itu lebih rendah dibanding tahun 2018 yang sebesar 5,4 persen.

Mengutip dari pernyataan Ramson, data Badan Pusat Statistik (BPS) soal pertumbuhan ekonomi Indonesia semakin menegaskan melencengnya target mantan Wali Kota Solo itu.

Sejak 2015, pertumbuhan ekonomi Indonesia hanya mencapai 4,88 persen, lebih rendah dibanding tahun 2014 yang sebesar 5,01 persen. Setahun berselang, pertumbuhan ekonomi Indonesia mengalami perbaikan dengan meningkat ke angka 5,03 persen. Tahun berikutnya angka itu naik lagi menjadi 5,07 persen.

Memasuki tahun 2018 berjalan, pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai angka 5,17 persen. Angka itu belum diakumulasi pada realisasi pertumbuhan ekonomi Indoenesia kuartal III dan IV.

Baca Juga:  Wajah Milenial Hiasi Jajaran Staf Khusus Presiden

Melihat kondisi itu, Ekonom Institute For Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira mengungkapkan, cita-cita untuk merealisasikan pertumbuhan ekonomi Indonesia di angka 7 persen rasanya akan sulit tercapai. Menurut dia, melambatnya pertumbuhan ekonomi dalam negeri lantaran pemerintah terlalu mengesampingkan peran harga komoditas.

“Pemerintah pada awalnya terlalu overshoot dengan mengesampingkan fakta bahwa ekonomi Indonesia sangat bergantung pada harga komoditas. Baru di ujung 2017 harga minyak kembali naik, sayangnya kali ini tidak diikuti oleh harga-harga komoditas unggulan misalnya sawit dan karet,” ujarnya kepada JawaPos.com.

Penyebab lainnya, Bhima menilai tidak tercapainya target pertumbuhan ekonomi juga dipicu oleh menurunnya peran sektor industri manufaktur terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Bahkan, kontribusinya pada tahun ini hanya mencapai 20 persen. Angka itu terus anjlok dibanding kontribusi sejak 2015 yang tercatat sebesar 20,99 persen, 20,51 persen (2016), dan 2017 sebesar 20,16 persen.

Baca Juga:  JK Kritik ’’Bocoran’’ Pertanyaan Debat

“Ini cukup menghawatirkan karena industri manufaktur menyerap tenaga kerja dalam jumlah yang besar, dan multiplier effectnya tinggi kesektor lainnya. Di era Jokowi, kita terlalu cepat loncat ke sektor jasa, meninggalkan industri yang makin turun. Artinya poin produktivitas dan daya saing masih menjadi pekerjaan rumah yang belum diselesaikan oleh tim ekonomi Jokowi,” tandasnya. (hap/JPC)

Tags: ekonomi indonesiajokowijusuf kallanawacita
Share45TweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

KSCK Gelar Konser Seni Bertajuk “Bumi Etam”

Next Post

Tanpa Kartu Ujian, Tak Bisa Tes CPNS

Related Posts

Kunjungan ke Kaltim, Jokowi Minta Dilakukan Operasi Pasar Tekan Kenaikan Harga Beras
Kaltim

Kunjungan ke Kaltim, Jokowi Minta Dilakukan Operasi Pasar Tekan Kenaikan Harga Beras

21 September 2023, 12:58
Peluang Jokowi 3 Periode Dinilai Sudah Tertutup
Nasional

Peluang Jokowi 3 Periode Dinilai Sudah Tertutup

21 Maret 2022, 16:30
Soal Strategi Ofensif, Jokowi: Masa 4 Tahun Suruh Diam Saja
Nasional

Jokowi: Masyarakat Harus Lebih Aktif Menyampaikan Kritik

9 Februari 2021, 09:00
Lokasi Calon Ibu Kota Berbukit-bukit, Jokowi: Arsiteknya Pasti Senang
Nasional

Jokowi Semakin Berjarak dengan Rakyat

22 Oktober 2020, 08:53
Aliansi BEM Tolak Pertemuan dengan Jokowi di Istana
Nasional

Jokowi Sebar BLT Rp2,4 Juta Buat Usaha

30 Juli 2020, 10:30
Presiden Jokowi Ancam Bubarkan Lembaga dan Reshuffle Para Menterinya
Nasional

Jokowi Resmi Bubarkan 18 Lembaga Negara

21 Juli 2020, 09:06

Terpopuler

  • 25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bontang Berharap Masuk Daftar Penerima Tambahan Dana Rp20,5 Triliun dari Pusat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Empat Hari Diburu, Maling Motor Petani Marangkayu Ditangkap di Tanjung Laut Indah Bontang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bontang Absen di Singa Cup

    1 shares
    Share 1 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.