bontangpost.id – Pembangunan tambahan gedung asrama mahasiswa di Makassar dipastikan dilanjutkan tahun ini. Kabid Tata Ruang dan Bangunan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota (PUPRK) Robysai Manassa Malisa mengatakan tujuan dari lanjutan pembangunan ini agar aset ini bisa dimanfaatkan oleh mahasiswa Bontang. Utamanya mereka yang menempuh pendidikan di Makassar.
Awalnya pembangunan ini dilakukan pada 2019 lalu. Kala itu anggaran yang digelontorkan mencapai Rp 1,6 miliar. Konstruksi pembangunan itu baru jadi setengah. Terkhusus untuk bagian atap bangunan. Sementara dinding dan lantai belum. Sejatinya kelanjutan itu sudah masuk pos anggaran di 2020. Tetapi rencana itu batal karena pandemi Covid-19.
“Karena anggaran terkena refocusing jadi pembangunan mangkrak dua tahun. Tahun ini dilanjutkan lagi. Diharapkan sudah selesai,” kata Robysai.
Ia belum bisa menyebutkan berapa luasan dari bangunan baru. Adapun lokasinya berada di samping bangunan asrama lama. Mengenai status lahan sudah milik Pemkot Bontang. Rencananya bangunan baru ini terdiri dari dua lantai. Lantai dasar merupakan tempat pertemuan. Sementara lantai atasnya berisi belasan kamar tidur.
“Harapannya di awal 2023 sudah bisa digunakan. Bangunan lama juga tetap terpakai. Ini untuk menambah kapasitas,” ucapnya.
Tahun ini pemkot mengucurkan Rp 1,5 miliar. Tender ini masih dalam proses lelang di Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE). Sesuai jadwal 11-13 Juli diagendakan penandatanganan kontrak. Disinggung mengenai lima bulan waktu pengerjaan, Robysai menyatakan cukup. Kalau tidak terjadi halangan seperti keadaan bencana atau faktor ketersediaan material terbatas.
“Kalau target kami tiga sampai empat bulan sudah selesai,” tutur dia.
Sejatinya dokumen lelang sudah disiapkan sejak Maret lalu. Tetapi Dinas PUPRK melakukan review. Pasalnya harga material mengalami peningkatan. Utamanya pasca pemerintah pusat menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM). Sehingga taksiran awal itu harus dihitung kembali. Ia juga berharap kontraktor pemenang nantinya sangat bonafit.
“Sehingga sisa waktu yang ada bisa dimanfaatkan untuk merampungkan pengerjaan,” pungkasnya. (ak)


