bontangpost.id – Sejumlah pedagang Lang-Lang mengaku resah lantaran banyak barang dagangan yang hilang.
Tak tanggung-tanggung, barang yang hilang mulai dari minuman rentengan, makanan instan, dan makanan berat. Peralatan jualan juga ikut digondol. Seperti bohlam lampu, kipas angin hingga tabung gas.
Salah seorang pedagang Lang-Lang Bahtiar mengungkapkan, mulanya ia tidak menanggapi serius. Sebab barang dagangan yang hilang hanya sebatas minuman dan juga makanan instan.
Namun, kata dia dalam dua pekan terakhir kian meresahkan. Karena barang yang hilang tak hanya makanan ringan saja. Kipas angin miliknya ikut raib.
“Sebenarnya sudah lama banyak barang yang hilang tapi saya biarkan. Cuman akhir-akhir ini parah sekali. Ini saja saya sudah empat kali kecolongan,” ungkapnya saat dijumpai di warung miliknya, Rabu (6/7/2022) sore.
Pria yang juga Sekretaris Asosiasi pedagang Lang-Lang ini menyebut, dari total 30 pedagang, 20 pedagang aktif di antaranya mengeluhkan hal yang sama yakni kehilangan barang dagangan. “Enggak cuman saya, tapi merata menimpa semua pedagang,” ucapnya.
Menurut Bahtiar, pencuri melancarkan aksinya saat malam hari. Saat tak ada lagi pedagang yang membuka lapak. Sebab dengan kondisi gelap pencuri dengan leluasa mengambil barang dagangan.
“Kayaknya seperti itu. Karena kan kita mulai tutup pas senja. Sedangkan bukanya pagi. Dari laporan pedagang lainnya pun pencuri itu lewat belakang pagar. Soalnya beberapa tembok belakang pedagang pada dijebol,” bebernya.
Disinggung soal petugas keamanan, Bahtiar mengatakan bahwa pihaknya sudah melakukan komunikasi agar petugas keamanan yang berjaga, monitoring ke warung pada malam hari, kendati tidak mesti setiap hari.
Mengingat ia pun memahami bahwa petugas keamanan di Lang-Lang hanya bertugas menjaga aset daerah.
“Kami enggak masalah kalau ditarik iuran untuk bayar uang keamanan. Asalkan barang kami tidak terus-terusan hilang. Tapi kami sadar itu bukan tugas mereka. Jadi kami tidak bisa melakukan apa-apa,” sebutnya.
Hal serupa juga dirasakan Ani. Bahkan ia sudah dua kali kehilangan tabung gas melon 3 kilogram dan juga bohlam lampu berukuran 70 watt.
“Enggak cuman saya saja. Tapi, rata-rata pedagang di sini pernah kehilangan tabung gas,” keluhnya.
Dia bilang, dalam dua pekan terakhir sekira 10 tabung gas elpiji 3 kilo milik pedagang Lang-Lang raib. Jika ditaksir kerugian bisa mencapai jutaan rupiah.
“Pokoknya pedagang sederet ini kehilangan gas elpiji juga,” ucap Ani.
Untuk itu, ia meminta pemerintah agar segera menindaklanjuti keresahan pedagang. Mengingat, kasus ini terjadi berulang kali.
“Tolonglah, kami di sini juga mencari nafkah. Toh, kami berdagang masih satu lingkungan dengan fasilitas pemerintah. Paling enggak keluhan kami ditindak lanjuti,” harapnya. (*)






