• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Kaltim

Nelayan Pusing, Ongkos Ketinting Juga Naik

by Redaksi Bontang Post
10 September 2022, 14:00
in Kaltim
Reading Time: 2 mins read
0
Share on FacebookShare on Twitter

bontangpost.id – Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) berimbas pada segala sektor. Salah satunya masyarakat yang bekerja sebagai nelayan dan jasa penyeberangan dengan ketinting.

Yogie, nelayan asal Tanjung Batu, Kecamatan Pulau Derawan mengaku pihaknya berada di pilihan sulit akibat kenaikan harga BBM. Pasalnya, harga jual ikan segar terpaksa naik mengikuti kenaikan harga BBM. Sementara daya beli masyarakat tidak ikut naik.

“Jadi pusing, melaut BBM mahal, tidak melaut, tidak ada buat makan,” katanya.

Dalam sekali melaut, ia menerangkan bisa menghabiskan puluhan liter BBM. Belum lagi untuk pembelian es batu yang saat ini juga ikut naik. Ia menilai, kenaikan BBM ini berpengaruh besar pada pendapatan nelayan, terlebih nelayan yang harus menyewa kapal. Tentu pendapatan akan berkurang jauh.

Baca Juga:  Imbas Kenaikan Harga BBM, Tarif Bus Patas Meroket

“Kan tidak semua nelayan punya kapal. Mereka juga sistem sewa,” jelasnya.

Ia berharap Pemkab Berau bisa mencarikan solusi dari mahalnya harga BBM saat ini, terlebih mereka baru mau pulih dari pandemi Covid-19 karena harga penjualan ikan yang rendah.

“Belum setahun menikmati harga ikan yang layak. Sudah harus merasakannya lagi (kesulitan ekonomi, red),” tegasnya.

Hal senada disampaikan Khairudin, nelayan asal Bidukbiduk. Ia mengaku kebutuhan untuk membeli BBM cukup besar. Namun penjualan ikan tidak sesuai. Ia mencontohkan untuk ikan putih, sekilo hanya dihargai Rp 25 ribu hingga Rp 30 ribu per kilogram. Sedangkan untuk menaikkan harga, tentu hal mustahil dilakukan. “Mustahil itu dilakukan. Kita akan kehilangan pembeli,” paparnya.

Baca Juga:  Subsidi Menyusut, Sinyal Harga BBM Naik

Kenaikan harga juga terpaksa dilakukan oleh motoris ketinting. Biasanya dari dermaga Tepian Teratai, maupun dermaga Rajanta menuju ke Gunung Tabur, hanya Rp 5.000, kini naik menjadi Rp 8.000. “Sebagian sudah menaikkan,” kata Dhafri, motoris ketinting.

Ia melanjutkan, jika dari Rajanta menuju ke Samburakat dan sekitarnya, biaya yang dipatok biasanya Rp 80 ribu, kini naik menjadi Rp 100 ribu. Pihaknya tidak bisa berbuat banyak, selain menyesuaikan harga yang ditetapkan oleh pemerintah.

“Kami ini rakyat kecil. Tidak ada hak suara, menurut saja apa kata pemerintah,” pungkasnya. (hmd/arp)

Print Friendly, PDF & Email
Tags: BBM Naik
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Resep Pizza Mi, Camilan Simple Temani Akhir Pekan

Next Post

PNS Di Semarang Tewas Terbakar, Diduga Saksi Korupsi

Related Posts

Imbas Kenaikan Harga BBM, Tarif Bus Patas Meroket
Bontang

Imbas Kenaikan Harga BBM, Tarif Bus Patas Meroket

10 September 2022, 10:00
Subsidi Menyusut, Sinyal Harga BBM Naik
Nasional

Subsidi Menyusut, Sinyal Harga BBM Naik

18 Agustus 2022, 11:00
Kenaikan BBM Nonsubsidi Tak Pengaruhi Inflasi
Kaltim

Kenaikan BBM Nonsubsidi Tak Pengaruhi Inflasi

11 Oktober 2018, 11:31

Terpopuler

  • Modus Bujuk Rayu hingga Pemaksaan, Residivis Pelecehan Anak di Bontang Utara Akui Ada 4 Korban

    Modus Bujuk Rayu hingga Pemaksaan, Residivis Pelecehan Anak di Bontang Utara Akui Ada 4 Korban

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sekolah Swasta Bontang Tolak Penambahan Kelas di SMA 1 dan 2, Guru Terancam Menganggur

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Residivis Kekerasan Seksual Anak di Bontang Kembali Berulah, 4 Orang Diduga Jadi Korban

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Ringkus Perempuan di Jalan Parikesit Bontang, Sabu Disembunyikan dalam Dompet

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Satpolairud Polres Bontang Bongkar Jaringan Sabu di Tanjung Laut Indah, Tiga Orang Diringkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.