• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Kesehatan

WHO Beri Sinyal Akhiri Pandemi Covid-19

by Redaksi Bontang Post
17 September 2022, 20:00
in Kesehatan
Reading Time: 3 mins read
0
Ilustrasi

Ilustrasi

Share on FacebookShare on Twitter

bontangpost.id – Pandemi Covid-19 segera berakhir. Hal itu diungkapkan Dirjen WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus. Kesimpulan itu didapatkan karena angka penularan baru dan kematian akibat virus SARS-CoV-2 terus menurun. Angka kematian mingguan bahkan berada di titik terendah sejak Maret 2020. Yakni, ketika Inggris memberlakukan lockdown nasional. ’’Kita tidak pernah berada dalam situasi yang lebih baik dari ini untuk mengakhiri pandemi. Pandemi belum berakhir, tapi titik akhirnya sudah terlihat,’’ ujar Ghebreyesus seperti dikutip Agence France-Presse.

Berdasarkan data WHO, kasus Covid-19 yang dilaporkan pada pekan kedua September mencapai 3,1 juta. Itu turun 28 persen dibandingkan pekan sebelumnya. Pada pekan sebelumnya juga terjadi penurunan hingga 12 persen. Angka kematian pada minggu pertama bulan ini turun 5 persen dengan total fatalis 13.700 orang. Pada pekan kedua, angka kematian turun hingga 22 persen dengan total korban jiwa 11 ribu orang.

Meski jumlah kasus baru dan kematian terus turun, Ghebreyesus meminta pemerintah tiap negara tidak lengah. Mereka justru harus berjuang lebih keras agar tidak ada lagi varian baru, tambahan kematian ataupun ketidakpastian. Ghebreyesus mengibaratkan situasi saat ini seperti pelari maraton yang sudah dekat garis finis. Saat ini bukan waktunya berhenti berlari. ’’Ini adalah waktunya berlari lebih cepat dan memastikan kita melewati garis finis serta menuai hasil dari semua kerja keras kita,’’ tegasnya seperti dikutip The Guardian.

WHO merilis enam ringkasan kebijakan pada Rabu (14/9). Di dalamnya diuraikan tindakan utama yang harus diambil pemerintah untuk mengakhiri pandemi. Di antaranya meminta mulai memvaksin semua orang yang memiliki risiko tinggi seperti lansia dan petugas medis. Termasuk tetap melakukan pengetesan dan penyelidikan varian baru. Ghebreyesus menegaskan, pandemi bisa berakhir jika setiap negara, produsen vaksin, komunitas, dan individu mengambil tindakan dan memanfaatkan peluang yang ada saat ini.

Pemimpin teknis WHO untuk Covid-19 Maria Van Kerkhove berbeda pendapat. Menurut dia, jumlah kasus yang dilaporkan ke WHO terlalu rendah. Penurunan kasus terjadi karena banyak negara telah mengurangi pengujian Covid-19. Selain itu, kasus yang ringan tidak terdeteksi. Varian Omicron memang rata-rata hanya menyebabkan gejala menyerupai pilek biasa.

’’Kami merasa bahwa lebih banyak kasus yang benar-benar beredar daripada yang dilaporkan kepada kami,’’ ujarnya. Sejak awal pandemi, WHO telah menghitung lebih 605 juta kasus dan sekitar 6,4 juta kematian. Angka tersebut diyakini masih terbilang rendah dibandingkan yang terjadi riil di lapangan. Van Kerkhove menegaskan, kemungkinan masih akan ada gelombang infeksi baru di masa depan. Bisa jadi itu disebabkan oleh sub-varian Omicron yang berbeda atau bahkan varian lainnya. Namun, gelombang penularan itu bukan berarti akan ada gelombang kematian. Dengan kata lain, bisa jadi kasusnya hanya ringan-ringan, bukan seperti varian Delta dulu.

Baca Juga:  Penghuni Rusunawa Api-Api Diduga Terpapar Covid-19 dari Pesta Pernikahan

Direktur kedaruratan WHO Michael Ryan menegaskan, meski jumlah kasus mungkin turun, tingkat kewaspadaan harus dipertahankan agar tetap tinggi. Itu karena virus SARS-CoV-2 bisa sangat mudah berkembang dan beradaptasi membentuk varian baru. Menanggapi hal itu, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, untuk menetapkan pandemi selesai, harus ada pernyataan seluruh pemimpin dunia. Namun, dia memastikan kondisi di Indonesia dalam keadaan baik.

Lebih lanjut, Budi memprediksi awal tahun depan tingkat imunitas masyarakat Indonesia kembali turun. Itu, menurut dia, hal yang wajar. Sebab, durasi kekebalan vaksin Covid-19 hanya bertahan enam bulan pasca penyuntikan. ”Kami akan kejar untuk yang belum booster,” ungkapnya. Hingga kemarin sudah 62.173.952 orang yang mendapat vaksin ketiga dan 515.178 orang yang disuntik vaksin keempat. Budi menargetkan pada akhir tahun ini tingkat vaksinasi booster meningkat. Booster pertama ditargetkan bisa disuntikkan kepada 100 juta orang. ”Kalau bisa 100 juta itu kita bisa tenang,” tuturnya.

Baca Juga:  Kasus Aktif Covid-19 Tembus Seribu Orang

Budi juga menyinggung vaksin buatan tanah air, yakni Vaksin Merah Putih. Kemenkes, menurut dia, pasti akan menggunakan vaksin tersebut jika sudah selesai. ”Kementerian Kesehatan komitmennya ingin mereka (industri dan peneliti vaksin) maju,” ucapnya.

Dia akan membeli vaksin buatan dalam negeri itu untuk booster.  Epidemiolog Griffith University Dicky Budiman mengamini bahwa akhir dari Covid-19 bisa jadi dalam waktu dekat. Menurut dia, pandemi ini tidak akan terjadi bertahun-tahun. ”Apakah akhir tahun ini atau triwulan tahun depan akan dicabut (status pandeminya), itu tergantung dari sisi cakupan vaksinasi global,” ujarnya kemarin.

Vaksinasi Covid-19, menurut Dicky, harus ditingkatkan. Terutama pada tataran global. Setidaknya 70 persen dari populasi global harus divaksin. Pasca-vaksinasi terjadi tren penurunan kasus. ”Jumlah virus yang ditularkan dari tiap orang terinfeksi tapi sudah divaksin juga berkurang,” ungkapnya. Dicky juga sepakat bahwa status pandemi di Indonesia cukup terkendali. Namun, Indonesia cukup rawan. Sebab, kelompok rentan seperti lansia dan pemilik komorbid belum mendapatkan booster. ”Ini berbahaya,” tuturnya. (jpg/riz/k8)

Baca Juga:  11 Ribu Lebih Anak Jadi Yatim Piatu Akibat Covid-19
Tags: covid 19pandemi
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Wali Kota Basri Masuk Bursa Calon Gubernur Kaltim dari PKB

Next Post

Ini Rute Bontang City Carnival, Tanpa Kendaraan Bermesin

Related Posts

Deteksi Varian Covid-19 Baru, Diskes Bontang Kirim Lima Sampel ke Samarinda
Kaltim

Tak Perlu Cemas, Begini Penjelasan Diskes Kaltim Terkait Pasien Covid-19 yang Dirawat di RSUD AW Sjahranie

9 Juni 2025, 17:59
Dua Pasien Positif Covid-19 Dirawat di RSUD AWS Samarinda
Kaltim

Dua Pasien Positif Covid-19 Dirawat di RSUD AWS Samarinda

9 Juni 2025, 15:03
Kemenkes Imbau Warga Lakukan Tes Covid-19 jika Alami Batuk dan Flu
Kaltim

Kasus Covid-19 Meningkat di 21 Provinsi, Termasuk Kaltim

15 Desember 2023, 10:30
Lonjakan Kasus Covid-19, Kemenkes Minta Pemda Waspada
Nasional

Lonjakan Kasus Covid-19, Kemenkes Minta Pemda Waspada

14 Desember 2023, 16:00
Deteksi Varian Covid-19 Baru, Diskes Bontang Kirim Lima Sampel ke Samarinda
Nasional

Kasus Aktif Covid-19 di RI Melonjak, Capai 6.223 Kasus

13 Desember 2023, 14:22
Kemenkes Imbau Warga Lakukan Tes Covid-19 jika Alami Batuk dan Flu
Kesehatan

Kemenkes Imbau Warga Lakukan Tes Covid-19 jika Alami Batuk dan Flu

12 Desember 2023, 19:32

Terpopuler

  • 25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sudah Puluhan Tahun Berdiri, Perusahaan Daerah Bontang Belum Bisa Kelola Solar Nelayan Sendiri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bontang Berharap Masuk Daftar Penerima Tambahan Dana Rp20,5 Triliun dari Pusat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Empat Hari Diburu, Maling Motor Petani Marangkayu Ditangkap di Tanjung Laut Indah Bontang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.