bontangpost.id – Pemandangan kurang mengenakkan terlihat saat memasuki kawasan Bukit Kusnodo. Pasalnya, kawasan saluran pipa gas tersebut dijadikan tempat pembuangan sampah.
Leman, seorang warga Bukit Kusnodo, mengaku miris melihat kondisi tersebut. Tak hanya itu, warga sekitar acap kali memergoki beberapa perusahaan khususnya oknum PLN Bontang yang membuang sampah di kawasan Bukit Kusnodo.
“Capek juga kami tegur. Kalau pagi kami tegur mereka buang siang. Siang ditegur buangnya sore. Sore ditegur buangnya malam. Begitu saja terus,” jelas Leman.
Dikatakan Leman, tumpukan sampah yang sering dibuang ialah jenis dedaunan hingga kabel. Kejadian tersebut, bahkan sempat beredar di berbagai media sosial.
“Ya mau gimana lagi. Kami sudah ingatkan tetapi mereka kucing-kucingan. Bahkan warga di sini saja tidak pernah membuang sampah di pinggir jalan. Mereka selalu bakar sampahnya sendiri,” akunya.
Tindakan orang-orang tak bertanggung jawab tersebut sangat ia sesalkan, pasalnya bila hujan turun aroma tak sedap akibat penumpukan sampah menggangu pengguna jalan.
“Dari sisi estetika kota saja sudah tidak enak dipandang. Kami yang tinggal di sini yang terkena imbasnya. Aktivitas ini sudah ada sejak awal 2022,” ucapnya.
Bahkan, ia mengkhawatirkan bila aktivitas penumpukan sampah terus berlanjut jalur pipa gas di lokasi itu akan mengalami kerusakan.
“Semakin banyak bebannya sudah pasti akan berdampak. Yang kami takutkan itu sewaktu-waktu bakal menimbulkan masalah,” sebutnya.
Mirisnya lagi, bilang Leman warga sekitar sudah mengadukan ke Dinas Lingkungan Hidup Bontang. Untuk menindak dan menyediakan tempat sampah. Namun, hingga saat ini pihaknya belum mendapat respons.
Saat redaksi bontangpost.id mengunjungi lokasi, terdapat dua titik yang dijadikan tempat pembuangan sampah. Jenis sampahnya pun beragam. Mulai dari sampah rumah tangga hingga samlah proyek material bangunan.
Terpisah, Kabid Kebersihan DLH Bontang Hasman mengatakan bahwa wilayah tersebut tidak termasuk dalam wilayah Bontang. Sehingga fasilitas tempat sampah pun tidak disiapkan.
“Setahu saya itu enggak masuk Bontang. Tapi, akan kami akan cek lolasi lagi. Dan akan kami tindak lanjuti,” tandasnya. (*)







