bontangpost.id – Infrastruktur Jalan R Suprapto batal diperbaiki tahun ini. Rencananya upaya perbaikan akan dilakukan tahun depan. Kabid Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota (PUPRK) Anwar Nurdin mengatakan penyebab batalnya perbaikan lantaran turunnya instruksi presiden terkait pencoretan proyek pembangunan tol Bontang-Samarinda.
“Kami akan meminta izin dulu dengan bersurat ke Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) Balikpapan,” kata Anwar.
Pada tahun depan perbaikan akan menggunakan APBD Bontang. Bentuknya dengan memberi lapisan slurry seal. Tujuannya untuk menutupi pori-pori aspal yang telah terkelupas. Sehingga mengakibatkan munculnya lubang. Dengan ketebalan satu cm. Alasannya, aspal jenis itu terbilang lebih murah dan kuat.
Dari pantauan redaksi, tepatnya sisi lajur kanan kerusakan berada di dekat RS Amalia. Tak jauh dari kapsulan jalan. Total ada 20 lubang. Sedangkan, di lajur kiri, kerusakan terfokus di depan Hotel Grand Raodah. Titik kerusakan bersisian dengan median jalan. Setidaknya ada 38 lubang.
“Nanti akan kami ajukan menggunakan APBD. Pagu anggarannya berapa kami belum tahu. Menyesuaikan dengan anggaran daerah,” jelasnya. Meski tercover APBD, overlay hanya diprioritaskan bagi titik jalan terparah. Salah satunya Jalan R Suprapto.
Sementara untuk perbaikan Jalan Asmawarman dilanjutkan pada akhir tahun ini. Ia menerangkan anggaran yang dikucurkan mencapai Rp 2,2 miliar. Upaya ini merupakan sambungan dari pengaspalan sebelumnya. Tepatnya dari jembatan di ruas jalan itu menuju bundaran simpang tiga Kanaan.
“Ini hanya pengaspalan. Soal perbaikan parit belum termasuk karena terbatasnya anggaran kas daerah. Jadi akan kami ajukan tahun depan,” sebutnya.
Selain itu pengaspalan juga menyasar sebagian dari Jalan Pongtiku. Ia pun belum bisa membeberkan berapa panjang dan volume aspal yang akan dikerjakan. Mengingat hitungan itu baru bisa dipastikan saat kontraktor pemenang melakukan rekayasa lapangan. Pasca ditetapkan sebagai pemenang tender.
“Teknisnya nanti setelah rekayasa lapangan,” urainya.
Ia pun optimistis pengerjaan ini dapat rampung hingga maksimal akhir tahun. Sebab pengerjaan pengaspalan membutuhkan durasi singkat. Asalkan cuaca saat proses pengerjaan tidak turun hujan. Saat ini proses lelang tender ini masih berlangsung. DIjadwalkan penandatangan kontrak terjadi pada 10-11 Oktober. Tercatat 15 perusahaan telah mendaftar untuk paket pengerjaan ini.
Berbeda dengan sebelumnya penganggaran ini diambil dari APBD Bontang. Tahun lalu paket sama mendapat bantuan keuangan dari pemprov Kaltim. Nilainya mencapai Rp 2,3 miliar. (ak)







