bontangpost.id – Terkesan jorok dan kumuh, Wakil Wali Kota Bontang Najirah menegur Manajemen PT Laut Bontang Bersinar (LBB) saat melakukan peninjauan lokasi ke Pelabuhan Loktuan pada Jumat 14 Oktober lalu.
Saat berada di ruang tunggu penumpang, Najirah menyoroti beberapa hal. Baik itu kondisi lantai di ruang tunggu yang kotor maupun di halaman luar gedung. “Saya masuk ke sini saja pemandangannya sudah enggak enak karena kotor,” ucapanya.
Najirah menekankan, budaya bersih dan sehat di tempat layanan publik itu seharusnya lebih diprioritaskan. Tidak hanya di lingkungan pelabuhan saja melainkan seluruh layanan. Hal itu ditujukan untuk menjaga kenyamanan pengunjung.
“Saya tidak ingin kejadian seperti ini terulang lagi. Ada atau tidak adanya kapal kondisi pelabuhan harus tetap bersih,” sebutnya.
Pantauan redaksi bontangpost.id di ruang tunggu penumpang pukul 08.16 pagi, beberapa sampah kecil seperti bungkus makanan dan lainnya terlihat berceceran di setiap sudut bangunan. Padahal di sekitar ruang tunggu enam buah tong sampah telah disediakan.
Kondisi yang sama berada di halaman ruang tunggu. Sampah plastik maupun dedaunan turut berserakan memenuhi halaman dan tempat parkir.
Tak berselang lama, tiga petugas di ruang tunggu dan empat petugas di halaman yang mengenakan seragam berwarna putih dengan logo PT LBB di dada bagian kiri langsung membersihkan kotoran di seluruh ruangan. Proses itu berlangsung sampai pukul 10.00 pagi.
Berikutnya, saat awak media menilik ke toilet kondisinya bersih. Hanya saja, ketika ingin memasuki toilet di depan pintu nampak tumpukan sampah.
Menanggapi hal itu, Manager Operasional PT LBB Jackthin Pamasi mengatakan bahwa kondisi toilet sebelumnya memang mampet. Namun, saat ini sudah dalam perbaikan. Pun, toilet dibuka hanya saat kedatangan penumpang.
“Iya, nanti petugas kami akan cek,” ujarnya saat disambangi di ruang kerjanya pada Rabu, (19/10/2022).
Soal teguran Wawali Najirah, Jack bilang pihaknya tidak mengelak atas kurang optimalnya pelayanan. Dengan begitu, pihaknya berkomitmen untuk memperbaiki seluruh layanan.
Ia menjelaskan saat Wawali Najirah meninjau lokasi, kondisi di lapangan saat itu seluruh petugas kebersihan PT LBB yang berjumlah 10 orang baru saja usai membersihkan area pelabuhan. Hanya saja, diakuinya lantai ruang tunggu memang belum dipel.
“Karena kami habis kedatangan penumpang kapal, kami fokus membersihkan sampahnya dulu dengan menyapu dan memasukkan sampah ke plastik. Kami bersihkan sambil menunggu mobil pengangkut sampah. Harusnya begitu selesai menyapu langsung dipel. Kami akui kesalahan kami di situ,” bebernya.
Menurutnya, teguran yang diberikan wawali adalah bagian dari masukan. Untuk meningkatkan pelayanan semakin maksimal. Saat ini pihaknya juga tengah menganggarkan pengadaan keset yang akan diletakkan di beberapa bagian yang licin.
“Memberi kenyamanan kepada penumpang itu memang tujuan kami. Jadi, dengan kedatangan wawali kami senang. Artinya unit kami tetap diperhatikan. Dan saat ini kami akan memperbaiki beberapa hal yang menjadi catatan dari wawali,” tandasnya. (*)







