bontangpost.id – Menyikapi lonjakan harga serta kebutuhan pangan saat Ramadan, Pemerintah Kota Bontang beserta unsur Forkopimda bakal menggelar operasi pasar dalam waktu dekat.
Wakil Wali Kota Bontang Najirah mengatakan sejatinya operasi pasar dilakukan untuk memastikan ketersedian bahan pangan dengan harga yang mampu dijangkau masyarakat. Tujuannya agar masyarakat mampu mencukupi kebutuhan sehari-hari.
“Ada beberapa harga yang memang mengalami kenaikan harga. Untuk mengetahui cukup atau tidak dengan kebutuhan masyarakat makanya kami dalam waktu dekat akan cek langsung,” ucapnya.
Kendati demikian, Najirah mengklaim stok bahan pangan di Bontang dipastikan aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat.
“Naiknya harga kan masih dalam taraf wajar. Saya kira sih aman saja stok pangan di Bontang,” singkatnya.
Seperti diketahui, sejumlah bahan pokok di Bontang mengalami gejolak harga sejak menjelang awal Ramadan. Seperti cabai rawit, cabai keriting, telur ayam, ayam, hingga beras.
Sementara itu, Kapolres Bontang AKBP Yusep Dwi Prastiya mengungkapkan bahwa sasaran monitoring tidak hanya menyisir sejumlah pasar tradisional namun turut menyasar distributor yang ada di Bontang. Tujuannya untuk memastikan tidak ada penimbunan di kalangan distributor.
“Kenaikan harga terjadi secara nasional. Untuk mencegah adanya penimbunan rencananya nanti akan menyisir distributor juga,” kata Yusep saat dijumpai.
Disebutkannya, dalam operasi pasar nanti apabila ditemui penimbunan maka pihaknya tidak segan untuk mengenakan sanksi. “Potensi selalu ada. Kalau ada pasti kita amankan, makanya kami imbau, ikuti aturan, jangan timbun bahan pangan lah,” tandasnya. (*)







