BONTANG – Tertangkapnya tiga ular ekor piton belum lama ini di kawasan lembah ujung Jalan Zamrud, Kelurahan Berebas Tengah membuat warga sekitar resah. Apalagi ditambah adanya insiden di mana salah seorang warga yang menjadi korban gigitan ular bergigi tajam tersebut.
Alhasil, korban harus mengalami luka cukup parah di bagian wajah dan harus dilarikan ke rumah sakit. Dia adalah Baungkung, salah satu warga RT 53, Berebas Tengah.
Kepada Bontang Post, Baungkung mengaku trauma atas kejadian ini. Hingga Jumat (21/4) kemarin, dia masih belum bisa beraktivitas banyak lantaran wajahnya yang masih bengkak. Baungkung pun masih rutin melakukan rawat jalan selama tiga hari sekali untuk memeriksa kondisi wajahnya. Dari pantauan media ini, yang paling parah yakni bagian sebelah kiri wajah dan dahi korban.
“Kalau bisa, dicari saja di mana sarangnya. Biar tidak ada lagi ular yang masuk ke rumah-rumah warga,” ujarnya.
Warga lainnya yang juga turut resah atas munculnya ular piton ini yakni Jalaluddin. Dirinya mengaku, ular piton pernah masuk ke dalam rumahnya, hingga di bak mandi nya pun juga pernah.“Pernah juga di atas atap rumah saya,” sebutnya.
Staf Pemerintahan dan Ketentraman Ketertiban Kelurahan Berebas Tengah Syarifuddin yang juga warga sekitar turut angkat bicara. Syarifuddin mengaku, selama kurun waktu enam bulan terakhir, sudah ada puluhan ular yang tertangkap. Namun masih ada pula yang belum tertangkap lantaran lepas dari pegangan salah seorang warga. Dia menginventarisir, saat ini ada dua sarang yang sering ditempati ular piton itu untuk bersembunyi. Yakni tepat di belakang rumah Baungkung, serta di salah satu kebun pandan milik warga sekitar.
“Ke depan kami akan bersihkan lokasi-lokasi itu. Kebetulan dari kelurahan juga akan memprogramkan Jumat bersih pekan depan di wilayah Rt 53 ini. Semoga dengan kerja bakti nanti, tidak ada lagi ular yang mencul ke permukiman warga,” harapnya. (bbg)







