• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Bontang

Kawal Demokrasi Tanpa Korupsi, AJI Samarinda dan ICW Gelar Diskusi Publik

by Redaksi Bontang Post
17 Juni 2023, 15:52
in Bontang
Reading Time: 3 mins read
0
AJI Kota Samarinda bersama Indonesia Corruption Watch (ICW) menggelar diskusi publik mengenai kolaborasi lawan korupsi

AJI Kota Samarinda bersama Indonesia Corruption Watch (ICW) menggelar diskusi publik mengenai kolaborasi lawan korupsi

Share on FacebookShare on Twitter

bontangpost.id  – Diskusi publik bertajuk kolaborasi lawan korupsi itu berlangsung di Warkop Bagio’s, Samarinda. Acara ini membahas sengkarut persoalan sumber daya alam menjelang pemilihan umum. Iklim politik yang mulai memanas dirasa perlu adanya pengawasan.

Acara yang dilaksanakan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Samarinda pada Kamis (15/6/2023) bersama Indonesia Corruption Watch (ICW) ini mengundang berbagai narasumber. Di antaranya Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kaltim Hari Darmanto; Dinamisator Jaringan Advokasi Tambang (Jatam) Kaltim Mareta Sari; dan Sekretaris Pusat Studi Anti Korupsi (SAKSI) Universitas Mulawarman Solihin Bone.

Ketua AJI Kota Samarinda Noffiyatul C mengatakan, Kaltim masuk lima besar daerah yang rawan Pemilu. Menurutnya, publikasi dari Bawaslu ini tentu akan berpengaruh pada kerja-kerja jurnalistik di Bumi Etam, khusunya di Samarinda yang menjadi ibukota provinsi.

“Kita menyadari bahwa Kaltim kaya akan sumber daya alam, dan ini bisa jadi salah satu potensi sektor yang akan dieksplorasi habis-habisan untuk biaya politik jelang Pemilu,”katanya.

Dengan dasar itu, Nofi menilai forum diskusi untuk membahas pengerukan sumber daya alam dan Pemilu perlu dilakukan. Menurutnya, kerja-kerja jurnalis sebagai salah satu pilar demokrasi memiliki tugas untuk mengawasi proses pemilu tersebut. Apalagi, iklim politik kian memanas.

Baca Juga:  Kongres AJI XI Resmi Kukuhkan AJI Kota Samarinda

“Diskusi ini merupakan salah satu langkah AJI Samarinda merawat demokrasi,”ujarnya.

Koordinator Divisi Kampanye Publik ICW Tibiko Zabar mengatakan, diskusi ini merupakan upaya untuk menunjukan masyarakat sipil hadir dalam konteks mengawal pemilu 2024, mendatang. Ia menilai kontestasi politik ini berpotensi berpengaruh di daerah, satu di antaranya Kaltim.

“Dan Kaltim ini adalah provinsi yang punya potensi sumber daya alam yang besar,”kata dia.

Ia melanjutkan, diskusi kolaborasi dengan tajuk jaga sumber daya alam, kawal emokrasi tanpa Korupsi ini untuk memastikan dan mengajak masyarakat mengawal kontestasi elektoral. “Termasuk juga menjaga bagaimana sumber daya alam kita agar tidak dicuri,”ujar Biko–pangilan pendek Tibiko Zabar.

Sementara Mareta Sari sebagai Dinamisator Jatam Kaltim menilai diskusi ini sebagai momentum yang tepat untuk mengawal penyelenggaraan pemilu. Apalagi, sambung dia, Pemilu semakin dekat. Di lain hal, ia menilai demokrasi kita masih dikuasi oligarki yang menguasai sumber daya alam.

“Konteks Kaltim sangat dekat sebagai daerah yang kaya akan potensi sumber daya alam,”terangnya.

Baca Juga:  Petaka Maut di Balik Krisis Iklim di Kaltim

“Kita kan tau pemilik usaha-usaha pertambangan Kaltim rata-rata bukan orang Kaltim yang punya. Walaupun ada yang punya hanya sebagian kecil,” sambungnya.

Menurutnya, untuk mengukur berbagai persoalan lingkungan yang terjadi di provinsi ini dapat dilihat dari bagaimana partai politik yang masih dikuasai para penguasa dengan basis sumber daya alam tersebut. Kondisi ini disinyalir hanya digunakan untuk memperkuat segelintir kelompok.

“Itu dilakukan tanpa memperhatikan keselamatan masyarakat,”tegas Mareta Sari.

Adapun Sekretaris Pusat Studi Anti Korupsi (Saksi) Kaltim, Solihin menilai potensi sumber daya alam yang melimpah tidak diarahkan untuk kesejahteraan masyarakat. Sumber daya alam itu, sambung dia, kemudian digunakan sebagai ‘alat’ untuk memperkuat internal kekuasaan partai itu sendiri.

“Tentu ada beberapa catatan (di Kaltim), tapi harapan saya, SDA yang melimpah itu untuk kemasyahatan, tidak segelintir orang dan kelompok,”pungkasnya.

Dari rentetan persoalan itu, Solihin menilai perlu adanya pengawasan untuk penyelenggaran Pemilu. Tanggung jawab pengawasan dimiliki penyelenggara hingga masyarakat. Ia mengatakan, pemilu perlu dikawal agar mengarah ke persoalan substansional.

“Semoga semakin baik, tidak hanya dilakukan secara prosedural tapi secara substansi agar ke depan politik elektoral berdampak untuk publik dan rakyat,”kata dia.

Baca Juga:  Perkuat Keamanan Digital Jurnalis, AJI Samarinda Gelar Pelatihan

Sementara Ketua Bawaslu Kaltim Hari Darmanto menyambut baik forum diskusi publik. Ia mengatakan pihaknya memiliki kepentingan kepada masyarakat sipil. Penegakan hukum disebut bukan peran pihaknya saja, melainkan ada kontribusi masyarakat pada proses penegakan hukum.

Ia menegaskan, dalam sebulan belakangan pihaknya banyak melakukan forum serupa dengan berbagai pihak. Baik dengan kelompok mahasiswa hingga yang terbaru dengan para jurnalis. Langkah ini disebut sebagai upaya untuk proses pemilu yang lebih baik.

“Kami harap dari forum-forum diskusi ini bisa sama-sama menggiring pemilu menjadi politik yang didalamnya terdapat transaksi pikiran,”terangnya. “Karena kecerdasan pemilih itu mempengarui kualitas pemilih,” ujarnya.

Hari mengakatakan, pihaknya mengkhawatirkan beberapa persoalan. Satu di antaranya termasuk berulang kali terjadinya money politic hlhingga politik identitas. Ihwal persoalan pendanaan politik yang bersumber dari industri SDA, hal ini bisa dilakukan masyarakat untuk melihat rekam jejak pemilih.

“Boleh jadi suatu saat, misalnya masyarakat membangun narasi politik soal ancaman sumber daya alam, untuk memantik kesadaran peserta pemilu untuk memikirkan juga isu-isu lingkungan,”tandasnya. (*)

Tags: aji samarinda
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Tiga Rekomendasi Bakso di Bontang yang Wajib Dicoba

Next Post

Basri Rase Bicara Penanganan Bencana Bontang dalam Forum Internasional di Malaysia

Related Posts

Yudha-Arsyad Terpilih Jadi Nakhoda AJI Samarinda
Kaltim

Yudha-Arsyad Terpilih Jadi Nakhoda AJI Samarinda

8 Juli 2024, 11:47
Penindakan Kasus Korupsi 2022 di Kaltim, ICW dan AJI Beri Nilai Buruk ke Polisi dan Kejaksaan
Kaltim

Penindakan Kasus Korupsi 2022 di Kaltim, ICW dan AJI Beri Nilai Buruk ke Polisi dan Kejaksaan

2 Maret 2023, 19:43
Perkuat Keamanan Digital Jurnalis, AJI Samarinda Gelar Pelatihan
Kaltim

Perkuat Keamanan Digital Jurnalis, AJI Samarinda Gelar Pelatihan

27 Februari 2023, 11:00
Petaka Maut di Balik Krisis Iklim di Kaltim
Kaltim

Petaka Maut di Balik Krisis Iklim di Kaltim

19 Mei 2022, 16:00
AJI Sesalkan Pemeriksaan Jurnalis Oleh Polda Kaltim
Kaltim

AJI Sesalkan Pemeriksaan Jurnalis Oleh Polda Kaltim

11 Mei 2022, 17:00
Lawan Kekerasan, AJI Samarinda Lakukan Aksi di Dua Kota
Kaltim

Lawan Kekerasan, AJI Samarinda Lakukan Aksi di Dua Kota

22 April 2021, 14:00

Terpopuler

  • 25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sudah Puluhan Tahun Berdiri, Perusahaan Daerah Bontang Belum Bisa Kelola Solar Nelayan Sendiri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bontang Berharap Masuk Daftar Penerima Tambahan Dana Rp20,5 Triliun dari Pusat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Wanita di Loktuan Bontang Diringkus Polisi, Sabu Ditemukan di Pinggir Jalan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.