• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Bontang

Jajaki Kerja Sama dengan Korea Selatan, Pemkot Bontang Bakal Dapat Hibah USD 10 Juta

by Lutfi Rahmatunnisa'
14 September 2023, 11:32
in Bontang
Reading Time: 2 mins read
0
Rombongan PIS Provinsi Jeju, Korea Selatan menyambangi Bontang untuk menindaklanjuti kerja sama pengelolaan sampah (Lutfi/bontangpost.id)

Rombongan PIS Provinsi Jeju, Korea Selatan menyambangi Bontang untuk menindaklanjuti kerja sama pengelolaan sampah (Lutfi/bontangpost.id)

Share on FacebookShare on Twitter

bontangpost.id – Pemerintah Kota Bontang mencoba peruntungan dalam hal penataan sampah rumah tangga dengan menjajaki kerja sama dengan Tim Project Identification Survey (PIS) Provinsi Jeju, Korea Selatan.

Terhubungnya Tim PIS Provinsi Jeju dengan Pemkot Bontang di Pendopo Rujab Walikota pada Rabu (13/9/2023) berkat fasilitas yang diberikan United Cities and Local Governments (UCLG).

Seperti diketahui, UCLG ASPAC ialah persatuan pemerintah daerah di wilayah Asia-Pasifik yang diakui oleh PBB.

Kepala DLH Bontang Heru Triatmojo mengatakan kedatangan rombongan PIS Provinsi Jeju ke Kota Bontang untuk menindaklanjuti proposal yang ia ajukan tahun lalu.

Kata Heru, alasan proposal tersebut terpilih lantaran Bontang memiliki sedikit kemiripan dalam mengolah sampah seperti di Jeju, Korea Selatan. Pun, proposal yang dikirim melampirkan dokumen yang lengkap. Itu sebabnya, rombongan PIS tertarik bertolak ke Bontang untuk memastikan langsung.

“Dari beberapa daerah di Indonesia, Bontang yang dianggap cocok dengan konsep pengelolaan sampah Jeju,” ucapnya singkat.

Baca Juga:  Produksi Sampah saat Ramadan Meningkat 14 Persen

Hal itu turut dibenarkan Direktur Jeju Internasional Development Cooperation Center (JIDCC) Eui-chul Shin. Kata dia, kedatangannya ke Bontang selain bentuk kerja sama antarnegara ialah adanya permintaan dari Pemkot Bontang untuk menjalin kolaborasi pengelolaan sampah.

“Adanya pertemuan ini agar Bontang mengadopsi beberapa program pengelolaan sampah yang telah diterapkan Provinsi Jeju. Sehingga Bontang menjadi kota bersih,” paparnya.

Beberapa pertanyaan pun dilontarkan dari pihak Jeju. Di antaranya mengenai cara Pemkot Bontang mengatur jam pembuangan sampah, program yang digaungkan untuk mengurai sampah, pemilihan jenis sampah, pengelolaan sampah saat di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dan sebagainya.

“Ini kesempatan yang baik. Kami akan mengirimkan kuesioner melalui surat elektronik sebagai tindak lanjut. Mohon kuesioner nanti direspons untuk kelanjutan kegiatan ini,” ucapnya.

Eui-chul Shin menegaskan, bahwa pertemuan ini merupakan tahapan awal bentuk kerja sama. Nantinya, usai mengunjungi lapangan seperti di TPST Bontang Kuala, TPA Berebas Tengah, dan TPA Bontang Lestari, pihaknya akan memberikan penilaian apakah kerja sama dengan Bontang dilanjutkan atau tidak.

Baca Juga:  Korban Meninggal Tragedi Itaewon 154 Orang, 26 Warga Asing

Jika hasil penilaian lapangan menunjukan Bontang pantas menerima bantuan, maka pihaknya akan menyiapkan dana sebesar USD 10 juta atau setara dengan Rp153 miliar. Dana tersebut bersumber dari KOICA yang berbentuk hibah.

Diketahui, KOICA merupakan Badan Pemerintah Republik Korea yang didirikan untuk memaksimalkan efektivitas bantuan pada negara-negara berkembang. Badan ini memberikan bantuan teknis dan keuangan serta membagikan pengalaman dan keahlian Korea dalam hal pembangunan.

“Budget itu dari KOICA khusus untuk Bontang saja. Nah, agar di approve KOICA project ini harus berjalan dengan baik,” sambungnya.

Oleh sebab itu, bilang Eui-chul Shin agar project ini berhasil baik Pemkot Bontang maupun PIS Provinsi Jeju harus belajar bersama.

Baca Juga:  Pengelolaan Sampah Wajib Ditingkatkan 

Adapun, peruntukan hibah USD 10 juta itu telah terpetakan. Tidak semuanya dalam bentuk fasilitas pengelolaan sampah. Namun, turut mencakup anggaran training pengelolaan sampah di dunia pendidikan. Tujuannya untuk mengedukasi dan membentuk pola kebiasaan masyarakat sejak dini.

“Nantinya fasilitas yang akan dibangun untuk pengelolaan sampah ialah green house. Sebagaimana tekah diterapkan di Jeju. Ini semua belum fiks. Masih dalam bentuk rencana saja,” tutur Eui-chul Shin.

Apabila projek kerjas ama ini mendapat respons positif maka bisa diimplementasikan pada 2026. Sedangkan pada 2024 hanya sebatas preparation project lalu pada 2025 melakukan penandatanganan perjanjian kerja sama.

“USD 10 juta itu menurut saya bukan budget yang besar melainkan uang yang kecil. Jadi kita harus memilah dan memilih program mana yang akan dialokasikan,” tandasnya. (*)

Tags: Jejukorea selatanPengelolaan Sampah
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Separuh Gaji Karyawan PT LBB Belum Dibayar, Basri; Sudah Ditegur Cuma Iya-iya Saja

Next Post

Jagoan Tumbang, Lelang Proyek Diulang

Related Posts

Seminar Nasional Magister Lingkungan Unmul Soroti Sampah IKN, Bontang Jadi Contoh Pengelolaan
Bontang

Seminar Nasional Magister Lingkungan Unmul Soroti Sampah IKN, Bontang Jadi Contoh Pengelolaan

13 Februari 2026, 19:39
Belajar Pengelolaan Sampah, Wali Kota Basri Bakal Sambangi Korea Selatan Bulan Ini
Bontang

Belajar Pengelolaan Sampah, Wali Kota Basri Bakal Sambangi Korea Selatan Bulan Ini

11 September 2023, 13:26
Pupuk Kaltim Gelontorkan Rp 411 Juta untuk Mesin Pemilah Sampah di TPST Bessai Berinta
Bontang

Pemkot Bontang Diminta Maksimalkan Peran KSM hingga Pengelolaan Sampah 

13 Juni 2023, 14:53
Korban Meninggal Tragedi Itaewon 154 Orang, 26 Warga Asing
Internasional

Korban Meninggal Tragedi Itaewon 154 Orang, 26 Warga Asing

31 Oktober 2022, 10:20
Badak LNG Gelar Aksi Bersih-bersih Pantai Galau Tanjung Laut Indah
Bontang

Produksi Sampah saat Ramadan Meningkat 14 Persen

17 April 2022, 17:13
Pengelolaan Sampah Wajib Ditingkatkan 
Bontang

Pengelolaan Sampah Wajib Ditingkatkan 

30 November 2018, 16:00

Terpopuler

  • Bontang Berharap Masuk Daftar Penerima Tambahan Dana Rp20,5 Triliun dari Pusat

    Bontang Berharap Masuk Daftar Penerima Tambahan Dana Rp20,5 Triliun dari Pusat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ragam Alasan Masyarakat Pilih Golput

    2 shares
    Share 2 Tweet 0
  • Berpura-pura Belanja, Komplotan Pencuri Gasak Tas Berisi Emas 200 Gram dan Rp30 Juta di Bontang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bontang Absen di Singa Cup

    1 shares
    Share 1 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.