• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Bontang

Seminar Nasional Magister Lingkungan Unmul Soroti Sampah IKN, Bontang Jadi Contoh Pengelolaan

by BontangPost
13 Februari 2026, 19:39
in Bontang
Reading Time: 3 mins read
0
Dari kiri, Yunianto Setiawan, Myrna A Safitri, Aisyah Syafei, Neni Moerniaeni, dan Prabang Setyono dalam Seminar Nasional Lingkungan di Gedung Hexagon Fakultas Teknik Unmul, Kamis (12/2). (FOTO EKO)

Dari kiri, Yunianto Setiawan, Myrna A Safitri, Aisyah Syafei, Neni Moerniaeni, dan Prabang Setyono dalam Seminar Nasional Lingkungan di Gedung Hexagon Fakultas Teknik Unmul, Kamis (12/2). (FOTO EKO)

Share on FacebookShare on Twitter

BONTANGPOST.ID – Magister Ilmu Lingkungan, Program Pascasarjana Universitas Mulawarman (Unmul), Samarinda menyelenggarakan Seminar Nasional Lingkungan di Gedung Hexagon Fakultas Teknik Unmul, Kamis (12/2).

Pertemuan itu menyoroti peningkatan tata kelola dan sinergi antarpihak dalam pengelolaan sampah di Kaltim dan Ibu Kota Nusantara (IKN).

Kegiatan tersebut diikuti sekitar 250 peserta yang terdiri dari akademisi, praktisi lingkungan, pemerintah, dan pemangku kepentingan lainnya.

Seminar bertajuk “Peningkatan Tata Kelola dan Sinergi Antarpihak dalam Pengelolaan Sampah di Kaltim dan IKN” menjadi ruang diskusi untuk mengulas persoalan persampahan secara komprehensif, mulai kebijakan, teknologi, hingga perubahan perilaku masyarakat.

Hadir pula dalam acara itu, Koordinator Prodi Magister Ilmu Lingkungan Universitas Mulawarman Yunianto Setiawan.

Deputi Bidang Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam Otorita IKN Myrna A Safitri menegaskan, pengelolaan sampah merupakan infrastruktur strategis bagi kota masa depan.

Menurutnya, IKN dirancang sebagai kota hijau dan rendah emisi karbon, sebagaimana diamanatkan dalam Peraturan Presiden Nomor 63 Tahun 2022.

Ia menjelaskan konsep pembangunan IKN mencakup forest city yang mempertahankan lanskap hutan, sponge city yang mampu menyerap air dan menekan risiko banjir, dan smart city yang didukung teknologi modern. Namun, di balik konsep tersebut terdapat tantangan besar berupa potensi timbulan sampah.

Pada 2045, saat populasi IKN diperkirakan mendekati dua juta jiwa, timbulan sampah diproyeksikan mencapai 1.701 ton per hari.

Sekitar 72 persen berasal dari sampah rumah tangga. Sementara sisanya dari perkantoran, pasar, fasilitas publik, dan kawasan komersial.

“Pengelolaan sampah menjadi komponen penting ke depan, apalagi dengan target pengurangan dan penanganan melalui daur ulang sekitar 60 persen pada 2045,” ujar Myrna.

Baca Juga:  Kota Tepian Dilirik Tiongkok 

Saat ini, sistem pengelolaan sampah di IKN dirancang dari hulu. Warga diwajibkan memilah sampah dari rumah menggunakan kantong berwarna berkapasitas 10 liter.

Sampah kemudian diangkut menggunakan kendaraan roda tiga dan dibawa ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) 1 di kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN.

Fasilitas tersebut mampu mengolah hingga 74 ton sampah per hari. Sampah dipilah, dikurangi kadar airnya, dan sebagian diolah menggunakan teknologi waste to energy (WtE) melalui pembakaran temperatur tinggi untuk menghasilkan energi.

“WtE bukan sekadar mesin pembakar sampah, melainkan bagian dari ekonomi sirkular dan upaya menuju kota rendah emisi karbon,” jelasnya.

Dari perspektif nasional, Aisyah Syafei dari Kementerian Lingkungan Hidup memaparkan kondisi pengelolaan sampah di Indonesia yang masih menghadapi tantangan serius.

Indonesia memiliki sekitar 550 tempat pemrosesan akhir (TPA), namun 343 di antaranya masih menggunakan sistem open dumping.

Pada 2024, timbulan sampah nasional mencapai 56,63 juta ton per tahun. Hanya sekitar 39 persen yang terkelola. Sementara lebih dari 34 juta ton berpotensi mencemari lingkungan.

Jika kondisi itu tidak berubah, TPA secara nasional diproyeksikan penuh sebelum 2030. Hingga November 2023, tercatat 32 TPA terbakar akibat pengelolaan yang tidak sesuai standar dan faktor cuaca.

Aisyah juga menyoroti tingginya pembuangan ilegal, keterbatasan infrastruktur daur ulang, serta rendahnya alokasi anggaran pengelolaan sampah di banyak daerah yang belum mencapai satu persen dari APBD.

Baca Juga:  Pemkot Bontang Diminta Maksimalkan Peran KSM hingga Pengelolaan Sampah 

“Rantai penanganan kita masih linier. Yakni kumpul, angkut, dan buang,” ujar fungsional penyuluh ahli madya itu.

Target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029 menargetkan 100 persen sampah terkelola pada 2029 melalui teknologi ramah lingkungan, mulai bank sampah, tempat pengelolaan sampah reduce-reuse-recycle (TPS3R), rumah kompos, hingga waste to energy dengan residu minimal ke TPA.

Di tengah tantangan nasional tersebut, Bontang menjadi salah satu contoh praktik baik. Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, memaparkan bahwa kota dengan penduduk sekitar 194 ribu jiwa itu menghasilkan 107,40 ton sampah per hari, dengan tingkat pengelolaan mencapai 99,71 persen.

Sampah dikelola melalui berbagai simpul, seperti bank sampah unit dan induk, TPS3R, rumah kompos, pengepul, hingga TPA Bontang Lestari yang menerapkan sistem sanitary landfill.

“Kami (pemkot) juga mengerahkan 342 personel kebersihan yang kami sebut sebagai pasukan kuning dan pasukan hijau,” ucapnya.

Bontang turut memanfaatkan teknologi digital melalui aplikasi bank sampah “TRADISI” dan sistem retribusi persampahan. Kampanye lingkungan melibatkan influencer lokal, serta program “Satu Bank Sampah Satu RT” dan gerakan “Sampahku Tanggung Jawabku (GESIT)”.

Selain itu, Bontang menjajaki kerja sama hibah dengan Jeju, Korea Selatan, melalui skema ODA bersama KOICA untuk penguatan pengelolaan sampah dan daur ulang.

Dalam diskusi akademik, Prof Prabang Setyono dari Perkumpulan Program Studi Ilmu Lingkungan Se-Indonesia mengingatkan pengelolaan sampah berbeda dengan pemanfaatan sampah.

Pengelolaan sampah bersifat cost center yang memerlukan dukungan pemerintah dan mencakup seluruh jenis sampah.

Baca Juga:  Jajaki Kerja Sama dengan Korea Selatan, Pemkot Bontang Bakal Dapat Hibah USD 10 Juta

Sementara pemanfaatan sampah merupakan profit center yang hanya mengambil material bernilai ekonomi.

“Ilmu lingkungan memberi landasan untuk melihat persoalan ini secara utuh, dari ekosistem hingga kebijakan,” ujarnya.

Seminar juga menekankan filosofi sederhana dalam pengelolaan sampah. Solusinya aktif mengurangi, pakai lagi, alih rupa, dan hasilkan nilai tambah ekonomi, edukasi, ekologi, estetika, serta energi.

Artinya, persoalan sampah tak selesai di truk pengangkut atau cerobong insinerator. Dia dimulai dari rumah, kebiasaan memilah, keberanian pemerintah berinvestasi, industri yang mendesain ulang kemasan, hingga kota yang merancang sistem sejak awal.

IKN mungkin bisa menjadi laboratorium kota masa depan. Namun, seperti diingatkan dalam seminar itu, kota secanggih apa pun tetap akan berhadapan dengan satu hal yang sama.

“Sampah adalah cermin cara manusia hidup. Dan mengelolanya adalah soal kesadaran kolektif, bukan semata teknologi,” terang Parabang.

Toman Colbert Manalu, ketua panitia acara menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang mendukung penyelenggaraan seminar. Ia berharap kolaborasi yang terjalin bisa berlanjut dan kegiatan serupa digelar secara rutin.

Dari puluhan makalah yang masuk, panitia menyeleksi 29 makalah untuk dipresentasikan dalam sesi paralel, terdiri atas 19 program doktor, satu program magister, dan sembilan program sarjana.

Seminar itu menegaskan bahwa persoalan sampah tidak dapat diselesaikan oleh teknologi semata. Kesadaran kolektif masyarakat, komitmen pemerintah, serta kolaborasi lintas sektor menjadi kunci mewujudkan pengelolaan sampah berkelanjutan di Kaltim dan IKN. (rd/kpg)

Print Friendly, PDF & Email
Tags: Pengelolaan Sampah
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Bontang dan Paser Jadi Magnet Baru Wisatawan Nusantara, Pertumbuhan Tertinggi di Kaltim

Next Post

PPPK Paruh Waktu Dihapus dalam Revisi UU ASN, Pemerintah Siapkan Konversi ke Penuh Waktu Mulai 2026

Related Posts

Jajaki Kerja Sama dengan Korea Selatan, Pemkot Bontang Bakal Dapat Hibah USD 10 Juta
Bontang

Jajaki Kerja Sama dengan Korea Selatan, Pemkot Bontang Bakal Dapat Hibah USD 10 Juta

14 September 2023, 11:32
Belajar Pengelolaan Sampah, Wali Kota Basri Bakal Sambangi Korea Selatan Bulan Ini
Bontang

Belajar Pengelolaan Sampah, Wali Kota Basri Bakal Sambangi Korea Selatan Bulan Ini

11 September 2023, 13:26
Pupuk Kaltim Gelontorkan Rp 411 Juta untuk Mesin Pemilah Sampah di TPST Bessai Berinta
Bontang

Pemkot Bontang Diminta Maksimalkan Peran KSM hingga Pengelolaan Sampah 

13 Juni 2023, 14:53
Badak LNG Gelar Aksi Bersih-bersih Pantai Galau Tanjung Laut Indah
Bontang

Produksi Sampah saat Ramadan Meningkat 14 Persen

17 April 2022, 17:13
Pengelolaan Sampah Wajib Ditingkatkan 
Bontang

Pengelolaan Sampah Wajib Ditingkatkan 

30 November 2018, 16:00
Kota Tepian Dilirik Tiongkok 
Kaltim

Kota Tepian Dilirik Tiongkok 

24 Januari 2018, 11:37

Terpopuler

  • Polres Bontang Kantongi Identitas Pria yang Diduga Berdoa dengan Kata Tak Pantas

    Polres Bontang Kantongi Identitas Pria yang Diduga Berdoa dengan Kata Tak Pantas

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Viral Video Doa Berbuka Diselipi Kata Kasar, MUI Bontang: Berpotensi Masuk Penistaan Agama

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Isu PHK PPPK Menguat, Bontang Pastikan Ribuan Pegawai Tetap Aman

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Viral Doa Berbuka Diselipi Kata Kasar, Pria di Bontang Klarifikasi tapi Proses Hukum Tetap Berjalan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Temukan Dua Pohon Ganja di Rumah Warga Bontang Barat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
No Result
View All Result

Komentar Terbaru

    Arsip

    • Maret 2026
    • Februari 2026
    • Januari 2026
    • Desember 2025
    • November 2025
    • Oktober 2025
    • September 2025
    • Agustus 2025
    • Juli 2025
    • Juni 2025
    • Mei 2025
    • April 2025
    • Maret 2025
    • Februari 2025
    • Januari 2025
    • Desember 2024
    • November 2024
    • Oktober 2024
    • September 2024
    • Agustus 2024
    • Juli 2024
    • Juni 2024
    • Mei 2024
    • April 2024
    • Maret 2024
    • Februari 2024
    • Januari 2024
    • Desember 2023
    • November 2023
    • Oktober 2023
    • September 2023
    • Agustus 2023
    • Juli 2023
    • Juni 2023
    • Mei 2023
    • April 2023
    • Maret 2023
    • Februari 2023
    • Januari 2023
    • Desember 2022
    • November 2022
    • Oktober 2022
    • September 2022
    • Agustus 2022
    • Juli 2022
    • Juni 2022
    • Mei 2022
    • April 2022
    • Maret 2022
    • Februari 2022
    • Januari 2022
    • Desember 2021
    • November 2021
    • Oktober 2021
    • September 2021
    • Agustus 2021
    • Juli 2021
    • Juni 2021
    • Mei 2021
    • April 2021
    • Maret 2021
    • Februari 2021
    • Januari 2021
    • Desember 2020
    • November 2020
    • Oktober 2020
    • September 2020
    • Agustus 2020
    • Juli 2020
    • Juni 2020
    • Mei 2020
    • April 2020
    • Maret 2020
    • Februari 2020
    • Januari 2020
    • Desember 2019
    • November 2019
    • Oktober 2019
    • September 2019
    • Agustus 2019
    • Juli 2019
    • Juni 2019
    • Mei 2019
    • April 2019
    • Maret 2019
    • Februari 2019
    • Januari 2019
    • Desember 2018
    • November 2018
    • Oktober 2018
    • September 2018
    • Agustus 2018
    • Juli 2018
    • Juni 2018
    • Mei 2018
    • April 2018
    • Maret 2018
    • Februari 2018
    • Januari 2018
    • Desember 2017
    • November 2017
    • Oktober 2017
    • September 2017
    • Agustus 2017
    • Juli 2017
    • Juni 2017
    • Mei 2017
    • April 2017
    • Maret 2017
    • Februari 2017
    • Januari 2017
    • Desember 2016

    Kategori

    • Advertorial
    • Bontang
    • Breaking News
    • Catatan
    • Celoteh Edwin
    • Cerpen
    • Dahlan Iskan
    • Dispopar
    • DPRD Bontang
    • ekonomi
    • Entertainment
    • Feature
    • Hikmah
    • Hoaks atau Tidak?
    • Infografis
    • Internasional
    • Kaltim
    • Kesehatan
    • Kolom Redaksi
    • Kriminal
    • Kriminal
    • Kuliner
    • Lensa
    • Lifestyle
    • Lingkungan
    • Loker Bontang
    • Nasional
    • Olahraga
    • Opini
    • Pemkot Bontang
    • Pendidikan
    • Pilihan Editor
    • Politik
    • Polling
    • PON 2021 Papua
    • Pupuk Kaltim
    • Ragam
    • Society

    Meta

    • Masuk
    • Feed entri
    • Feed komentar
    • WordPress.org
    • Indeks Berita
    • Redaksi
    • Mitra
    • Disclaimer
    • Kebijakan Privasi
    • Pedoman Media Siber
    • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
    • Kontak

    © 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

    No Result
    View All Result
    • Home
    • Bontang
    • Kaltim
    • Nasional
    • Advertorial
      • Advertorial
      • Pemkot Bontang
      • DPRD Bontang
    • Ragam
      • Infografis
      • Internasional
      • Olahraga
      • Feature
      • Resep
      • Lensa
    • LIVE

    © 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.