SANGATTA – Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD), Kutim, Supriyanto menilai jika minat baca masyarakat saat ini mulai tergerus zaman. Masyarakat lebih mengutamakan media internet ketimbang harus membaca buku di abad ini. Berdasarkan hal itu, DPAD menggandeng salah satu penerbit untuk menggelar bazar buku. Sedikitnya ada 10 ribu lebih buku yang diampar di STQ atau Taman Bersemi.
Dengan harapan dapat mengembalikan marwah masyarakat untuk cinta dan kembali membaca buku. Pasalnya, buku merupakan sumber ilmu utama bagi seseorang. Kepandaian bukan diukur dari bertutur kata, akan tetapi seberapa banyak seseorang membaca buku. Begitupun kesuksesan bisa diraih dengan sempurna dengan memulai dari membaca buku.
“Bazar buku merupakan salah satu trobosan untuk mengembalikan minat baca masyarakat. Terkhusus bagi kalangan muda dari anak-anak hingga dewasa. Sebab mereka inilah yang kelak menjadi penerus bangsa. Sebab untuk menjadi orang yang pintar, cerdas, pandai, dan sukses maka harus didahului dengan banyak-banyak membaca buku. Karena buku merupakan sumber ilmu utama,” ujar mantan Kepala Bappeda itu.
Bazar 10 hari tersebut tidak hanya difokuskan kepada warga yang akan membaca buku saja, akan tetapi bisa meminjam dan membelinya secara langsung. Hal ini karena bazar buku langsung digandeng dengan perpustakaan berjalan. Sehingga sekali jalan dua tujuan bisa tercapai.
“Kalau mau baca atau pinjam buku bisa langsung mengunjungi diperpustakaan berjalan. Sedangkan kalau mau beli buku dipersilahkan ke bazar utama. Buku yang dijualpun sangat murah dan terjangkau,” katanya.
Kategori buku yang tersedia juga tergolong lengkap. Mulai dari agama, politik, ekonomi, pendidikan, sejarah, hingga masakan serta panduan anak. Sehingga buku apapun yang diharapkan terdapat di bazar tersebut. “Jadi silahkan saja datang ke STQ atau Taman Bersemi. Bukanya dari pagi hingga malam hari,” kata Supri. (dy)







