SANGATTA – Bupati Kutai Timur (Kutim) Ismunandar merasa prihatin karena kasus kriminalitas anak semakin marak di Kutim. Baik sebagai korbannya maupun pelaku. Dia mengatakan, pihaknya selalu menekankan perlindungan terhadap keluarga di setiap kesempatan dengan masyarakat.
“Saya selalu menekankan kepada masyarakat. Mari kita menjaga keluarga kita. Berikan anak – anak ruang pendidikan dan pergaulan yang positif,” tuturnya.
Dia mengaku, dulu pernah berinisiatif mengurangi kriminalitas anak dengan mengusulkan pembuatan Peraturan Bupati (Perbup) mengenai jam malam bagi anak dibawah umur.
“Beberapa waktu lalu saya ingin membuat sebuah Perbup jam malam untuk anak, tapi malah terbentur HAM. Padahal itu kan salah satu upaya saya mengurangi tindakan kriminalitas terhadap dan oleh anak di bawah umur,” ungkapnya.
Bupati mengaku bahwa pemerintah saat ini hanya bisa menghimbau. Padahal, menurut Ismunandar, jika hanya beripu himbauan tidak akan berpengaruh signifikan.
“Kalau hanya menghimbau hanya akan masuk telinga kiri, keluar telinga kanan,” katanya.
Untuk mengantisipasi hal – hal yang tidak diinginkan pada anak, Ismunandar juga kini mengaku tengah menggalakkan program Kampung Keluarga Berencana (KB).
“Di program ini orang tua akan diajarkan berkomunikasi, ada pembelajarannya. Para masyarakat pun mengaku ingin sekali menjalankan program itu,” terangnya.
Menurutnya, program KB tidak hanya mengenai pembatasan jumlah kelahiran anak, tetapi juga mengenai bagaimana menjadi keluarga dan rumah tangga yang sejahtera, rukun dan damai sehingga menghasilkan bibit anak yang berkualitas serta bermanfaat.
Diharapkannya, program Kampung KB ini bisa mengganti batalnya Perbup tadi, sehingga bisa mengurangi tindakan kriminalitas anak. (hd)







