BALIKPAPAN – Jangan main-main dengan harga kebutuhan pokok. Apalagi jelang Ramadan. Polda Kaltim melalui jajarannya bahkan telah membentuk satuan tugas (satgas) pengawasan. Permainan harga, dipastikan pidana!
Ini disampaikan dalam videoconference (Vicon) Kapolda Kaltim Irjen Pol Safaruddin dan Wakapolda Kaltim Brigjen Pol Mulyana Hardjo terkait ketersediaan bahan pangan dan stabilitas harga pangan jelang Ramadan, kemarin.
Vicon dari Mabes Polri ini dipimpin Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian. Di Kaltim, vicon berlangsung di ruang vicon, Polda Kaltim, Jalan Syarifuddin Yoes, Balikpapan.
Tak hanya Kapolri, ada pula Menteri Dalam Negeri, Menteri Pertanian, Menteri Perdagangan, Dirut Badan Urusan Logistik (Bulog), Ketua KPPU (Komisi Pengawas Persaingan Usaha), dan Kementerian Pertanian. Ini sebagai tindak lanjut permintaan presiden untuk menjaga stabilitas harga sembako menjelang Ramadan hingga Idulfitri nanti.
Kapolri menginstruksikan agar polda melakukan pengawasan terhadap pelaku pasar. Jangan bermain-main dengan harga sembako. “Jika ada lonjakan harga yang tidak wajar, itu pelanggaran hukum,” kata Kapolda Kaltim Irjen Pol Safaruddin.
Terdapat beberapa langkah untuk menyiapkan dan menjaga stabilitas sembako. “Kami koordinasi lintas sektoral,” katanya.
Di akhir vicon, Kapolri menyimpulkan bahwa dengan adanya permintaan yang tinggi dari masyarakat sehingga semua instansi terkait harus menjaga stabilitas harga sembako. Yang menjadi masalah adanya disparitas (perbedaan) harga serta pendistribusian.
Untuk mengatasinya, Kapolri mengambil langkah-langkah melakukan tindakan preventif melalui operasi pasar, juga upaya penegakan hukum tingkat Mabes Porli diketuai oleh Kadiv Humas Polri.
Sementara tingkat Polda, satgas pangan dipimpin oleh Dirreskrimsus. Tingkat Polres diketuai oleh Kasat Reskrim berkoordinasi dengan Bulog dan instansi terkait.
“Saat ini semua wilayah berjalan melakukan pengawasan dan koordinasi instansi terkait,” ungkap Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Pol Ade Yaya Suryana. (aim/rsh/k18)







