• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Breaking News

“Tak Punya Uang Mending Mundur”

by BontangPost
26 April 2017, 12:53
in Breaking News
Reading Time: 2 mins read
0
Ilustrasi

Ilustrasi

Share on FacebookShare on Twitter

“TIDAK ada makan siang yang gratis”. Pemeo itu sudah menjadi rahasia umum dalam setiap penyelenggaraan pemilihan kepala daerah (pilkada). Bahwa untuk menjadi seorang calon pemimpin daerah harus memiliki uang. Andi Sofyan Hasdam mengatakan, tingginya ongkos politik yang harus disiapkan calon kepala daerah sudah menjadi rahasia umum.

Di samping bekal elektabilitas dan kapasitas, juga memang mesti memiliki isi tas alias uang. “Sekarang jadi pemimpin tidak mungkin kalau tidak memiliki modal (uang). Lebih baik tidak usah maju kalau tidak mempunyai itu,” sebutnya saat ditemui di kantor sekretariat DPW PAN Kaltim, Senin (24/4).

Memang, ke depan itu harus diperbaiki. Tapi, dia sangsi ongkos politik bisa tidak tinggi. Sekalipun, pemerintah sudah berupaya menekan ongkos dengan memfasilitasi pemasangan alat peraga kampanye dan kampanye akbar. Tapi fakta di lapangan, ada hal lain seperti membayar honor dua saksi per tempat pemungutan suara.

Baca Juga:  Sampah Berserakan, Petugas Kelelahan 

Dengan Kaltim sebegitu luas, bisa dibayangkan biaya politik yang harus dirogoh dari kocek sendiri. Namun, terang dia, itu bukan politik uang. “Jadi, jangan bermimpi jadi kepala daerah kalau tidak mampu (finansial),” sebutnya. Hasdam yang berlatar belakang dokter spesialis saraf itu mengatakan, yang bisa dikurangi ialah politik uang.

Itu yang sebenarnya menelan biaya besar. “Tinggal bagaimana mendidik masyarakat,” paparnya. Politikus Golkar itu turut mengamati Pilgub DKI. Di sana, kata Hasdam, pemilih sudah cerdas. Bukan memilih karena seberapa uang yang diterima, namun berdasar program.

Mengenai kewajiban menyetor dana saat mendaftar penjaringan bakal cagub, disebutnya bukan masuk biaya yang terlarang. Jadi, kata dia, wajar membayar biaya administrasi.

Baca Juga:  Zonasi Kawasan Potensial Harus Ditetapkan 

Beda dengan biaya transaksi tanda jadi atau mahar agar partai mengusung maju pilkada. “Kalau itu (mahar), ketahuan, kena tangkap sama KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi),” jelasnya. Sejauh ini, Hasdam baru mendaftar sebagai bakal cawagub di Golkar dan PAN. Menurut rencana, dirinya akan mendaftar posisi sama di PKB. Bila demikian, dalam tahap pendaftaran mencari perahu politik, Hasdam mengeluarkan biaya Rp 50 juta. “Insyaallah mendaftar di PKB juga,” imbuhnya.

Sementara itu, Isran Noor menepis anggapan bahwa yang punya kesempatan mencalonkan sebagai gubernur adalah yang berkantong besar. Keliru, terang dia, bila dikatakan demikian. “Seolah-olah ini main duit. Sekarang bagaimana penyelenggaraan pilkada bisa efisien dan berkualitas. Bukan karena uang,” tuturnya selepas menyerahkan formulir pendaftaran sebagai bakal cawagub dari PAN.

Baca Juga:  Tidak Sakit Jantung, Rusmadi Yakin Lolos

Senada dengan Hasdam, kata Isran, menyetorkan biaya pendaftaran sebagai bakal cagub dan cawagub merupakan hal lumrah. Nominal yang harus dibayarkan juga tak besar. Ketimbang uang mahar yang berbentuk siluman. Lebih baik transparan seperti ini. Menjadi kelewatan bila gubernur perhitungan dengan dana sebesar Rp 25 juta. “Itu biasa saja,” kata mantan ketua Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia itu.

Dari pengalaman dia maju sebagai bupati Kutim, tak banyak dana yang disiapkan. Dia tak memerincikan besarannya. Justru, kala itu, tak seperti lawannya yang melakukan politik uang. Berapa dana yang mesti disiapkan untuk pilgub? “Paling sesuai kemampuan, sesuai aset yang dimiliki. Paling Rp 20 miliar sudah cukup,” sebutnya. (ril/riz/kpg/gun)

Print Friendly, PDF & Email
Tags: Metro SamarindaOngkos Politikpilgub kaltim 2018
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Hasdam Rangkul Tiga Partai

Next Post

Kisah Inspiratif Warga Bontang: Dedy Nugraha (234); Sempat Jadi Sopir Travel, Kini Fokus Kembangkan Pariwisata

Related Posts

Kontrak LNG Habis, Isran: Tak Masalah
Kaltim

Kontrak LNG Habis, Isran: Tak Masalah

23 Desember 2018, 16:30
Bisnis Hotel Diprediksi Terus Tumbuh 
Kaltim

Bisnis Hotel Diprediksi Terus Tumbuh 

22 Desember 2018, 16:30
Pemprov Ingin Pembangunan Masjid Tetap Dilanjutkan, Kinibalu Bakal Dicarikan Pengganti 
Kaltim

Pekerja Berhak Atas Jaminan Sosial

22 Desember 2018, 16:10
Gelar Kegiatan Donor Darah, Libatkan Semua Kalangan Masyarakat
Kaltim

Gelar Kegiatan Donor Darah, Libatkan Semua Kalangan Masyarakat

22 Desember 2018, 16:00
Isran Pastikan Harga Sembako di Batas Wajar 
Kaltim

Isran Pastikan Harga Sembako di Batas Wajar 

21 Desember 2018, 16:30
2019, Ekonomi Tumbuh Lambat 
Kaltim

2019, Ekonomi Tumbuh Lambat 

21 Desember 2018, 16:20

Terpopuler

  • Creative Night Market Bontang Kembali Digelar, 100 UMKM Ramaikan Jalan Cut Nyak Dien

    Creative Night Market Bontang Kembali Digelar, 100 UMKM Ramaikan Jalan Cut Nyak Dien

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ini Daftar Tempat Parkir di Bontang yang Wajib Bayar Pajak Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Rp1,7 Miliar untuk TMMD Bontang, Jalan 450 Meter hingga Sumur Bor Dibangun

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Didominasi Perempuan, Wali Kota Bontang Lantik Camat dan 10 Lurah Baru

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mutasi Belum Tuntas, Wali Kota Bontang Siapkan Gelombang Lanjutan Mulai Juni

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.