bontangpost.id – Modus penipuan kini kian marak. Terbaru, sebuah postingan mengenai penipuan bermodus struk bukti transfer palsu ramai diperbincangkan.
Salah seorang pelaku UMKM di Bontang menjadi korban penipuan tersebut. Liliana, Owner Rumah Ilshop, menceritakan dirinya baru menyadari mendapat struk palsu usai menemukan sejumlah kejanggalan. Salah satunya yakni pembayaran yang semestinya masuk ke rekening tak kunjung diterima.
“Memang setiap transaksi itu tidak langsung masuk nah ini terduga pelaku pun tahu makanya berani. Setelah saya tunggu sampai tiga hari kok tidak ada masuk,” katanya kepada redaksi bontangpost.id.
Dia pun menelusuri pembeli yang dicurigainya itu, termasuk semua bukti transfer yang dikirim kepadanya. Alhasil, seluruhnya palsu alias diedit. “Ada 14 kali dia menipu saya, sehari itu bisa dua kali dia beli makanan dan minuman, kadang Rp200.000, Rp230.000, pokoknya kisaran segitu kalau transaksi,” sebutnya.
Usai mengumpulkan bukti transaksi dari bank, dia pun berinisiatif menemui terduga pelaku, hingga akhirnya membuat laporan ke polisi. Pasalnya, perbuatan tersebut menurutnya tidak dapat dibenarkan.
“Saya rugi Rp3.262.000, pasangan suami istri itu mengakui memang mereka bayar pakai struk palsu, alasannya faktor ekonomi, karena mereka tidak ada penghasilan,” ujarnya.
Tak sampai di situ, Liliana mengaku juga ikut ditipu oleh dua orang lainnya. Nilainya berbeda yakni Rp1.300.000, dan Rp1.100.000. Modusnya pun sama, menggunakan struk bukti transfer palsu.
“Sudah saya hubungi yang bersangkutan dan mengakui bahwa memang pakai struk palsu, tapi sudah ada itikad baik untuk bertanggung jawab,” tuturnya.
Dia pun berpesan kepada para UMKM lainnya agar lebih teliti, jika mendapat bukti transfer pembayaran, pasalnya diduga korbannya lebih dari satu.
“Banyak sekali yang chat saya, ternyata bukan cuma saya korbannya,” tutupnya. (*)







