bontangpost.id – Alat kesehatan di RSUD Taman Husada terus dilengkapi oleh Pemkot Bontang. Pada tahun ini anggaran untuk pengadaan alkes mencapai Rp17 miliar. Dirut RSUD Taman Husada dr Suhardi mengatakan nilai ini justru tidak membeli hanya satu alat. Seperti akhir tahun lalu mengajukan untuk pembelian MRI.
“Jadi ini hanya untuk melengkapi alat kesehatan sehubungan dengan kebutuhan layanan dokter spesialis,” kata dr Suhardi.
Barang utama yang dibutuhkan ialah tempat tidur. Semula RSUD Taman Husada meminta tambahan 100 ranjang tidur pasien. Tetapi dari pagu anggaran hanya bisa mengakomodasi sekira 40 unit. Saat ini RSUD memiliki 200 unit tempat tidur pasien.
“Kondisinya ada yang minta diganti karena tidak berfungsi dengan baik. Sebab ada yang pengadaannya dari zaman rumah sakit berdiri di 2007,” ucapnya.
Selain itu ada alat kesehatan untuk kebutuhan dokter spesialis kulit, THT, paru, dan kandungan. Penyebab pengadaan alkes tersebut ada yang selama ini tidak memiliki sarana tersebut, berusia lama, maupun untuk jenis layanan baru. “Semisal ada penanganan pasien di spesialis kulit yang sebelumnya tidak tertangani karena belum punya alatnya. Makanya kami ajukan,” tutur dia.
Berdasarkan data alkes yang diajukan meliputi Magnetic Stimulator, USG Biometry + Pachymetry, Powered table, UV Phottotherapy, Refrigerated Centrifuge, Laminari Air Flow, Lemari Steril, Lemari instrument, Bedside Cabinet, Over Bed Table, Micro Wave Diathermy.
Kemudian Stationary Training Equipment Quadriceps Bench, Ultraviolet Lamp, Pesawat Sinar-X,C-Arm, Electrical Hospital Bed, Emergency Trolley, USG, Bed Manual Hospital Bed, Keratometer, Alat Bedah Mata, Defibrilator, Treadmill, dan Tree Pulley. “Skema pengadaannya itu e-katalog,” terangnya.
Terkait alat MRI pun bakal mulai dimanfaatkan bulan depan. Ruangan pun telah selesai penyempurnaan. Bahkan alat sudah melewati uji fungsi. Dia pun yang memakai alkes tersebut saat tahapan pengujian. “MRI sudah bisa running bulan depan. Sudah bisa digunakan oleh pasien BPJS,” ungkapnya.
Sebelumnya Pemkot Bontang mengucurkan anggaran senilai Rp36 miliar untuk pengadaan MRI. MRI merupakan pemeriksaan organ tubuh yang dilakukan dengan menggunakan teknologi magnet dan gelombang radio. Pemeriksaan ini dilakukan untuk mendapatkan hasil gambar organ, tulang, dan jaringan di dalam tubuh secara rinci dan mendalam.
Pemeriksaan ini dilakukan sebagai alat bantu diagnosis untuk dokter. MRI sering dilakukan dan berkaitan dengan pemeriksaan terhadap otak, saraf tulang belakang, jantung, pembuluh darah, tulang, sendi, jaringan lunak, dan organ-organ tubuh lainnya. (ak)






