bontangpos.id – Bawaslu Bontang menemukan kejadian khusus saat tahapan pencocokan dan penelitian (Coklit) di pilkada serentak. Komisioner Bawaslu Syariah mengatakan berdasarkan laporan hasil pengawasan memang ada stiker coklit yang diisi dua kepala keluarga.
“Harusnya satu stiker satu kepala keluarga,” kata Syariah.
Temuan itu terjadi di Kelurahan Tanjung Laut. Nantinya Bawaslu akan mengirimkan saran perbaikan. Melalui Panwascam Bontang Selatan. “Panwascam akan bersurat kepada PPK terkait saran perbaikan,” ucapnya.
Sebelumnya, Bawaslu Kaltim lewat pengawas kelurahan/desa (PKD) yang tersebar di 10 kabupaten/kota menempuh pengawasan melekat untuk mengawal coklit yang dijalankan panitia pemutakhiran data pemilih (pantarlih).
Hal itu ditempuh agar coklit menghasilkan data valid masyarakat yang berhak menggunakan hak pilihnya. Sepanjang 24 Juni – 5 Juli 2024, Bawaslu mencatat ada enam kejadian khusus yang terjadi di empat kabupaten/kota se-Kaltim.
Enam temuan itu terjadi di empat daerah, yakni Balikpapan, Kutai Kartanegara (Kukar), Paser, dan Bontang. Bawaslu menghimbau agar KPU Kaltim lewat KPU kabupaten/kota menempuh pencermatan dan akurasi data yang mumpuni dalam penyusunan data pemilih ini. Serta memastikan proses yang berjalan sesuai mekanisme dan aturan yang ada.
Pihaknya juga meminta agar para peserta pemilu dan masyarakat turut aktif mengawal coklit yang sedang berjalan. (*)







