• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Breaking News

Petani Bingung Jual Singkong Gajah

by BontangPost
16 Mei 2017, 12:34
in Breaking News
Reading Time: 2 mins read
0
ILUSTRASI

ILUSTRASI

Share on FacebookShare on Twitter

Pabrik Tak Mampu Akomodir Hasil Panen

SANGATTA – Program penanaman singkong gajah yang digulirkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Timur (Kutim) telah sukses dilaksanakan petani di Kecamatan Rantau Pulung. Namun celakanya saat singkong dengan umbi cukup besar itu siap dipanen, para petani justru kebingungan untuk menjualnya. Sebab, belum ada pihak yang berniat membeli hasil pertanian dari komoditas tersebut.
Usman (36) warga SP (Satuan Pemukiman) 3 Kecamatan Rantau Pulung mengaku, kini banyak tanaman singkong gajah petani yang belum dipanen. Padahal kondisinya sudah siap panen.
“Mau dipanen juga mereka bingung mau pasarkan kemana. Pembelinya susah. Harganya pun murah,” kata Usman.
Dia menerangkan, memang saat pencanangan program penanaman singkong gajah dilaksanakan, pemerintah langsung membangunkan pabrik pengolahannya. Namun, belakangan keberadaan pabrik tersebut juga tidak mampu mengakomodir hasil panen milik petani. Penyebabnya, pabrik tersebut juga memiliki banyak singkong gajah yang harus diolah dari tanamannya sendiri.
“Nah, sementara proses pengeringan singkong gajah sebelum diolah menjadi tepung singkong juga secara manual. Karena hanya bergantung pada matahari. Masalahnya cuaca sekarang sering hujan. Jadi, prosesnya sering terhambat. Makanya, mereka tidak dapat membeli singkong dari petani,” paparnya.
Lantas, kata dia, jika tak segera dicarikan solusi belasan hektar tanaman singkong gajah milik petani terancam rusak. Sebab, tanaman sebagian besar telah melebihi waktu panen. Kondisi ini diperparah dengan cuaca Rantau Pulung yang sebulan terakhir selalu diguyur hujan.
“Serba salah juga petani. Mau dijual ke pasar kurang laku. Karena rasanya beda seperti singkongbyang biasa. Kalau pun terjual, harganya murah. Jadi harus segera ada solusi untuk menampung hasil panen singkong gajah para petani ini,” kata Usman.
Sementara, Sulaiman (38) salah seorang petani singkong gajah hanya bisa pasrah menunggu bantuan dari pemerintah untuk memasarkan hasil panen singkong gajah miliknya. Sebab, dirinya mengaku sudah pernah coba memanen hasil budidayanya untuk dijual ke pasaran, namun justru rusak karena tidak laku terjual.
“Kami harap pemerintah cepat bertindak. Karena sumber mata pencaharian kami hanya dari kegiatan bertani. Kalau tidak ada yang bisa dijual, kami mau makan apa,” sebutnya.
Terpisah Bupati Kutim Ismunandar mengaku pemerintah sudah mencarikan solusi untuk mengatasi persoalan yang dihadapi petani. Dalam waktu dekat ada investor yang berniat membeli hasil panen singkong gajah yang ditanam petani tersebut.
“Sudah ada. Rencananya akan kami kerjasamakan dengan Perusda (Perusahaan Daerah). Yang penting saya sudah berusaha (mencarikan pembeli, Red.) termasuk persoalan pabrik yang juga punya belasan ton hasil olahan dari singkong gajah yang belum dapat dijual,” ujar Ismu, Senin (15/5) kemarin. (aj)

Baca Juga:  Kutim Miliki Dua RSUD
Tags: pemkab kutimpetani singkongSangatta Post
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

KPC Tampung 26 Ribu Karyawan

Next Post

Timbun Sembako, Izin Dicabut

Related Posts

Pemkab Kutim Anggarkan Rp 261 Juta untuk Tisu Toilet, Bupati; Saya Tidak Paham
Kaltim

Pemkab Kutim Anggarkan Rp 261 Juta untuk Tisu Toilet, Bupati; Saya Tidak Paham

8 Desember 2025, 19:06
Utang Proyek PL Mulai Dibayar
Breaking News

Janji Dilunasi Pemkab Kutim, Kontraktor Masih Resah

21 Januari 2019, 19:20
Gubernur Restui Dusun Sidrap Masuk Bontang
Pemkot Bontang

Gubernur Restui Dusun Sidrap Masuk Bontang

3 Januari 2019, 18:01
Tegaskan Hanya Boleh Satu KTP-el
Breaking News

Tegaskan Hanya Boleh Satu KTP-el

24 Desember 2018, 15:30
Terkait Harga TBS, Petani Sawit Pilih Gerak Sendiri
Breaking News

Terkait Harga TBS, Petani Sawit Pilih Gerak Sendiri

24 Desember 2018, 15:10
Pemkab Harus Terbuka
Breaking News

Pemkab Harus Terbuka

24 Desember 2018, 15:05

Terpopuler

  • Bontang Berharap Masuk Daftar Penerima Tambahan Dana Rp20,5 Triliun dari Pusat

    Bontang Berharap Masuk Daftar Penerima Tambahan Dana Rp20,5 Triliun dari Pusat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ragam Alasan Masyarakat Pilih Golput

    2 shares
    Share 2 Tweet 0
  • Berpura-pura Belanja, Komplotan Pencuri Gasak Tas Berisi Emas 200 Gram dan Rp30 Juta di Bontang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bontang Absen di Singa Cup

    1 shares
    Share 1 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.