• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Kaltim

Tak Diundang ke IKN, Sultan Kutai Pilih Rayakan HUT Ke-79 RI di Kutai Kartanegara

by BontangPost
18 Agustus 2024, 10:59
in Kaltim
Reading Time: 2 mins read
0
Sultan Kutai Kartanegara ing Martadipura, Aji Muhammad Arifin, tidak menerima undangan resmi untuk menghadiri upacara di IKN. Sultan ikut hadir di upacara kemerdekaan yang digelar Pemkab Kukar.

Sultan Kutai Kartanegara ing Martadipura, Aji Muhammad Arifin, tidak menerima undangan resmi untuk menghadiri upacara di IKN. Sultan ikut hadir di upacara kemerdekaan yang digelar Pemkab Kukar.

Share on FacebookShare on Twitter

bontangpost.id – Di tengah kemeriahan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-79 Republik Indonesia yang berlangsung megah di Istana Negara, Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur, sebuah kisah menarik mencuri perhatian publik.

Sultan Kutai Kartanegara ing Martadipura, Aji Muhammad Arifin, tidak menerima undangan resmi untuk menghadiri upacara bersejarah tersebut.

Namun, dengan kebijaksanaan yang mencerminkan kedewasaan seorang pemimpin tradisional, Sultan Aji Muhammad Arifin menegaskan bahwa ketidakhadirannya bukanlah isu yang perlu dipermasalahkan.

“Kami tidak mendapat undangan, jadi saya memilih untuk merayakannya di sini,” ujar Sultan Aji Muhammad Arifin saat ditemui di halaman Kantor Bupati Kutai Kartanegara.

Di tempat itulah, Sultan memilih untuk melaksanakan upacara HUT RI dengan sederhana namun penuh makna.

Baca Juga:  Bahlil Lahadalia, Juragan Tanah Papua Berharta Rp 310 Miliar, Calon Kuat Ketum Golkar

Dengan sikap tenang, Sultan menjelaskan bahwa keputusannya untuk tidak hadir lebih disebabkan oleh ketidaksempatan daripada kekecewaan.

“Tidak ada perasaan, itu terserah orang mau undang atau tidak. Tergantung panitianya,” lanjutnya, menunjukkan sikap yang mengutamakan esensi perayaan kemerdekaan daripada sekadar formalitas seremonial.

Meskipun tidak diundang, Sultan Aji Muhammad Arifin tetap memberikan izin kepada Presiden Joko Widodo untuk mengenakan pakaian adat Kustin dalam upacara di IKN.

Kustin, sebagai busana kebesaran Kesultanan Kutai Kartanegara, memiliki makna mendalam dan biasanya hanya dikenakan oleh Sultan dalam acara-acara penting.

“Pakaian ini bukanlah sembarang busana. Kustin adalah simbol kebesaran, hanya dikenakan oleh raja dalam lingkungan keraton. Artinya, orang yang memakainya haruslah seseorang yang memiliki kedudukan dan tanggung jawab yang sangat besar,” tegas Sultan, menekankan filosofi yang terkandung dalam pakaian tersebut.

Baca Juga:  Sensasi Naik Motor dari Balikpapan ke IKN Jelang HUT RI; Hutan Menghilang, Debu Jadi Teman Perjalanan

Menurut Sultan, pihak Istana Negara telah meminta izin terlebih dahulu untuk penggunaan Kustin dalam upacara kenegaraan.

Meskipun pakaian ini memiliki makna yang sakral, Sultan tidak mempermasalahkan penggunaannya oleh Presiden Jokowi sebagai bagian dari peringatan 17 Agustus.

“Silakan saja dipakai, pakaian kesultanan dipakai untuk menghormati peringatan 17 Agustus, bukan dipakai setiap hari,” ungkapnya dengan bijaksana.

Di balik semua ini, sikap Sultan Aji Muhammad Arifin memperlihatkan kedewasaan seorang pemimpin yang memahami bahwa kemerdekaan lebih dari sekadar upacara megah.

Baginya, yang paling penting adalah makna dari perayaan itu sendiri—sebuah momen untuk mengingat kembali perjuangan bangsa dan terus menjaga semangat kebangsaan di hati setiap warga negara, di manapun mereka berada.

Baca Juga:  Sederet Persoalan Pembangunan Tol Balikpapan-IKN; Dinding Retak, Jalan Rusak, hingga Ganti Rugi yang Tak Layak

Sementara upacara berlangsung megah di IKN, Sultan Aji Muhammad Arifin tetap berpegang pada nilai-nilai yang telah diwariskan oleh nenek moyangnya, merayakan kemerdekaan dengan cara yang mungkin lebih sederhana, tetapi tak kalah bermakna.

“Kita sama-sama merayakan kemerdekaan kita bersama Indonesia,” tutup Sultan, menegaskan bahwa meski terpisah oleh jarak, hati dan semangat tetap bersatu dalam merayakan kemerdekaan Indonesia. (*)

Print Friendly, PDF & Email
Tags: Upacara IKN
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Di Balik Upacara Kemerdekaan di IKN; Perampasan Hak Masyarakat Adat dan Lokal, serta Karpet Merah untuk Oligarki

Next Post

Aksi Kamisan Kaltim, 7 Tahun Melawan Impunitas

Related Posts

Sederet Persoalan Pembangunan Tol Balikpapan-IKN; Dinding Retak, Jalan Rusak, hingga Ganti Rugi yang Tak Layak
Kaltim

Sederet Persoalan Pembangunan Tol Balikpapan-IKN; Dinding Retak, Jalan Rusak, hingga Ganti Rugi yang Tak Layak

24 Agustus 2024, 19:58
Sensasi Naik Motor dari Balikpapan ke IKN Jelang HUT RI; Hutan Menghilang, Debu Jadi Teman Perjalanan
Kaltim

Sensasi Naik Motor dari Balikpapan ke IKN Jelang HUT RI; Hutan Menghilang, Debu Jadi Teman Perjalanan

21 Agustus 2024, 12:10
Bahlil Lahadalia, Juragan Tanah Papua Berharta Rp 310 Miliar, Calon Kuat Ketum Golkar
Nasional

Bahlil Lahadalia, Juragan Tanah Papua Berharta Rp 310 Miliar, Calon Kuat Ketum Golkar

19 Agustus 2024, 13:35
Di Balik Upacara Kemerdekaan di IKN; Perampasan Hak Masyarakat Adat dan Lokal, serta Karpet Merah untuk Oligarki
Kaltim

Rayakan Kemerdekaan di Teluk Balikpapan, Aktivis dan Jurnalis Sempat Ditangkap Polisi

18 Agustus 2024, 15:16
Di Balik Upacara Kemerdekaan di IKN; Perampasan Hak Masyarakat Adat dan Lokal, serta Karpet Merah untuk Oligarki
Kaltim

Di Balik Upacara Kemerdekaan di IKN; Perampasan Hak Masyarakat Adat dan Lokal, serta Karpet Merah untuk Oligarki

17 Agustus 2024, 22:11

Terpopuler

  • Proyek Renovasi Rujab Kaltim Rp25 Miliar Sampai ke Pusat, Kemendagri Turunkan Tim Periksa Belanja

    Proyek Renovasi Rujab Kaltim Rp25 Miliar Sampai ke Pusat, Kemendagri Turunkan Tim Periksa Belanja

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Parkiran Semrawut di Tanjung Laut Bontang, Warga Keluhkan Akses Tertutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Residivis Bontang Berulah Lagi, Uang Curian Rp20 Juta Ludes untuk Judi Online

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 1.700 Personel Kawal Demo 21 April di Samarinda, Kantor Gubernur dan DPRD Jadi Sasaran Aksi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kartu Bontang Pintar Tetap Prioritas, Pemkot Sesuaikan Nominal Bantuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.