bontangpost.id – Presiden Joko Widodo melantik Bahlil Lahadalia, Menteri Investasi sekaligus kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang baru.
Bahlil menggantikan Arifin Tasrif dalam reshuffle Kabinet Indonesia Maju, Senin (19/8/2024), di Istana Negara.
Nama Bahlil Lahadalia sudah lama disebut-sebut sebagai calon kuat untuk posisi Menteri ESDM. Namun, Bahlil sendiri mengaku bahwa penempatan jabatan menteri adalah hak prerogatif Presiden Joko Widodo.
“Saya juga nggak tahu,” ujar Bahlil ketika ditanya oleh wartawan di Istana Kepresidenan pada Rabu (14/8/2024).
Selain isu jabatan menteri, Bahlil juga tengah menjadi sorotan di Partai Golkar. Politikus asal Papua ini dikabarkan menjadi salah satu kandidat kuat untuk menggantikan Airlangga Hartarto sebagai Ketua Umum Partai Golkar, setelah Airlangga mengundurkan diri secara tiba-tiba.
Meskipun demikian, Bahlil pernah menyatakan bahwa dirinya tidak berambisi untuk menjadi Ketua Umum Partai Golkar, mengibaratkan posisi tersebut sebagai “baju yang kebesaran.”
Bahlil Lahadalia adalah sosok yang memiliki latar belakang inspiratif. Sebagai remaja, ia pernah berjualan kue dan menjadi sopir angkot saat SMA di Papua.
Karirnya di dunia usaha dimulai dari nol, dan kini ia memiliki lebih dari 10 perusahaan di bawah bendera PT Rifa Capital, yang bergerak di berbagai bidang.
Namanya juga tercatat dalam organisasi Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) sejak 2003, di mana ia aktif di tingkat kabupaten, provinsi, hingga pusat.
Kesuksesan Bahlil di dunia usaha juga tercermin dari harta kekayaannya yang terdaftar dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN).
Per 31 Desember 2023, total kekayaan Bahlil mencapai Rp 310 miliar, dengan mayoritas kekayaannya berupa tanah dan bangunan senilai Rp 291 miliar.
Ia memiliki 14 bidang tanah di Kota Jayapura, dua bidang tanah di Jakarta, serta beberapa tanah di Gianyar dan Sragen.
Selain tanah, Bahlil juga memiliki dua kendaraan roda empat, surat berharga, serta kas dan setara kas.
Menariknya, Bahlil tidak tercatat memiliki utang dalam laporannya. Dengan jumlah harta yang mengesankan ini, Bahlil dijuluki sebagai “juragan tanah Papua.”
Dalam reshuffle kabinet kali ini, posisi Bahlil sebagai Menteri Investasi/Kepala BKPM diambil alih Rosan Perkasa Roeslani, Ketua Umum Kadin.
Namun, perhatian publik tetap tertuju pada Bahlil, yang kini mengemban tugas baru sebagai Menteri ESDM, posisi strategis yang akan menentukan arah kebijakan energi dan sumber daya mineral Indonesia ke depan.
Mengutip dari situs elhkpn.kpk.go.id, berikut rincian harta kekayaan Bahlil Lahadalia:
A. Tanah dan Bangunan Rp 291.617.305.000
Tanah dan Bangunan Seluas 717 m2/164.25 m2 di Kab / Kota Jayapura, Hasil Sendiri Rp 10.362.600.000
Tanah dan Bangunan Seluas 278 m2/400 m2 di Kab / Kota Jayapura, Hasil Sendiri Rp 4.671.250.000
Tanah dan Bangunan Seluas 1.600 m2/1500 m2 di Kab / Kota Jayapura, Hasil Sendiri Rp 41.410.000.000
Tanah Seluas 509 m2 di Kab / Kota Jayapura, Hasil Sendiri Rp 20.806.000.000
Tanah dan Bangunan Seluas 112 m2/300 m2 di Kab / Kota Jayapura, Hasil Sendiri Rp 5.221.700.000
Tanah dan Bangunan Seluas 120 m2/300 m2 di Kab / Kota Jayapura, Hasil Sendiri Rp 5.221.700.000
Tanah dan Bangunan Seluas 424 m2/1.200 m2 di Kab / Kota Jayapura, Hasil Sendiri Rp 41.410.000.000
Tanah dan Bangunan Seluas 2.000 m2/1.500 m2 di Kab / Kota Gianyar, Hasil Sendiri Rp 46.561.000.000
Tanah Seluas 2.490 m2 di Kab / Kota Jayapura, Hasil Sendiri Rp 1.560.450.000
Tanah Seluas 939 m2 di Kab / Kota Jayapura, Hasil Sendiri Rp 1.060.500.000
Tanah Seluas 2.490 m2 di Kab / Kota Jayapura, Hasil Sendiri Rp 1.575.600.000
Tanah Seluas 3.500 m2 di Kab / Kota Jayapura, Hasil Sendiri Rp 782.750.000
Tanah Seluas 1.350 m2 di Kab / Kota Jayapura, Hasil Sendiri Rp 15.554.000.000
Tanah dan Bangunan Seluas 420 m2/600 m2 di Kab / Kota Jakarta, Hasil Sendiri Rp 31.108.000.000
Tanah dan Bangunan Seluas 579 m2/800 m2 di Kab / Kota Jakarta, Hasil Sendiri Rp 41.410.000.000
Tanah dan Bangunan Seluas 750 m2/1200 m2 di Kab / Kota Jayapura, Hasil Sendiri Rp 10.403.000.000
Tanah dan Bangunan Seluas 68 m2/195 m2 di Kab / Kota Jayapura, Hasil Sendiri Rp 7.302.300.000
Tanah Seluas 335 m2 di Kab /Kota Sragen, Hasil Sendiri Rp 5.196.455.000
B. Alat Transportasi dan Mesin Rp 98.400.000
Tanah dan Bangunan Seluas 68 m2/195 m2 di Kab/Kota Jayapura, Hasil Sendiri Rp 7.302.300.000
Tanah Seluas 335 m2 di Kab /Kota Sragen, Hasil Sendiri Rp 5.196.455.000
Mobil, Toyota Harrier tahun 2007, hasil sendiri Rp 57.800.000
Mobil, Honda CRV tahun 2010, hasil sendiri Rp 40.600.000
Harta bergerak lainnya –
Surat berharga Rp 1.612.500.000
Kas dan setara kas Rp 17.091.871.693
Total Kekayaan Rp 310.420.076.693







