BONTANGPOST.ID, Samarinda – Kejadian geologi berupa tanah mengembang atau heaving, terjadi di hilir sungai Loa Bakung, Jalan KH Mas Mansyur Kelurahan Loa Bakung, Senin (21/10).
Hal tersebut diduga akibat aktivitas penumpukan tanah atau sirtu dari perusahaan di sisi sungai. Akibatnya empat rumah di RT 25 Kelurahan Loa Bakung terdampak, naik sekitar 3-4 meter dari posisi semula. Di samping itu arus sungai juga bergeser ke sisi lain karena tanah menutupi badan sungai.
Penghuninya yang berjumlah sekitar 19 orang (4 KK) pun terpaksa dievakuasi ke rumah warga lainnya. Pada Selasa (22/10) pagi sejumlah OPD teknis dari Pemkot Samarinda, Pemprov Kaltim dan BWS Kalimantan IV mendatangi lokasi memastikan penyebab kejadian dan merencanakan penanganan. Solusi sementara yakni melakukan pemindahan tumpukan sirtu serta mengembalikan alur sungai Loa Bakung yang tertutup.
Ditemui di lokasi salah seorang warga RT 25 yang terdampak, Gube, mengatakan saat kejadian dirinya sedang duduk-duduk di bagian belakang rumahnya. Tiba-tiba bangunan dari kayu itu terangkat, dimulai dengan suara retakan kayu. “Kami pun langsung keluar menyelamatkan diri,” ucapnya.
Sementara itu Lurah Loa Bakung Yeti Febrianti mengatakan setelah mendengar kejadian tersebut pada Senin (21/10) sekitar pukul 19.30 Wita, dirinya mendatangi lokasi dan melakukan mitigasi sementara. Sehingga pagi hari beberapa tim dari dinas terkait pun datang ke lokasi.
“Sementara kami data, dari empat rumah terdampak, tiga rumah yang paling parah. Tidak ada kerusakan parah sampai terbongkar. Hanya tanah bagian bawah yang mengembang. Saat ini warga mengungsi di tempat saudaranya atau tetangganya, sambil menunggu penanganan selanjutnya,” singkatnya.
Analis Kebencanaan BPBD Samarinda Hamzah Umar mengatakan bahwa kejadian ini merupakan tanah mengembang atau (heaving) yang diakibatkan tanah di salah satu sisi sungai mendapat beban terlalu besar. Sedangkan di tanah lapisan bawahnya cenderung lembek.
Lokasi kejadian pun berada di alur kelok sungai Mahakam, sehingga sering terjadi pasang-surut muka air sungai membuat tanah di sekitar juga lembek.
“Solusinya adalah mengurangi beban atau menggeser tumpukan sirtu serta mengembalikan alur sungai. Karena sungai ini merupakan pengendalian banjir bagi perumahan Korpri dan permukiman sekitar Jalan Padat Karya Kelurahan Loa Bakung,” singkatnya.
Sementara itu dari pihak pemilik usaha penumpukan batu koral, selaku pembina perusahaan UD Material Jaya Abadi, Sulianto, mengatakan bahwa kejadian ini akibat fenomena alam. Pihaknya pun siap bertanggung jawab mengikuti arahan tim teknis dari pemerintah.
“Kami akan siapkan alat berat untuk memindahkan tumpukan sirtu dan mengembalikan alur sungai. Kami upayakan semampu kami,” pungkasnya. (*)





