BONTANGPOST.ID, Bontang – Anggota DPRD Bontang, Heri Keswanto menyoroti pentingnya sinkronisasi data stunting antara Dinas Kesehatan, puskesmas, rumah sakit, dan klinik swasta.
Menurutnya, angka stunting yang meningkat dan mencapai angka 20,6 persen pada periode Agustus 2024 lalu diduga disebabkan oleh tidak sinkronnya data stunting di berbagai fasilitas kesehatan.
“Mungkin data stunting bisa terus dipantau setiap saat, apakah sudah sinkron atau belum. Mengentaskan stunting adalah tugas kita bersama untuk menjadikan Bontang zero stunting,” kata dia, Kamis (3/10/2024).
Politikus Gerindra ini juga menekankan target Pemkot Bontang untuk mewujudkan generasi emas 2025 harus disertai upaya pengentasan stunting. Heri menilai perlunya pendataan yang akurat dan penanganan maksimal untuk menurunkan angka stunting hingga 14 persen pada 2025 sesuai dengan target nasional.
Di sisi lain, kata Heri, memberikan pemahaman bagi kader kesehatan secara detail soal stunting menjadi hal yang juga penting untuk dilakukan. Sebelum mereka dilepas untuk turun ke lapangan dan bertemu masyarakat.
“Penyebaran informasi ke warga belum maksimal. Seperti memberikan pemahaman langsung, dari rumah ke rumah, karena tidak semua warga mau ikut seminar atau sosialisasi,” ucapya.
Untuk diketahui, stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak yang ditandai dengan tinggi badan yang lebih pendek dari anak seusianya. Stunting disebabkan oleh kekurangan gizi kronis yang terjadi sejak masa kehamilan hingga anak berusia 2 tahun. (*)







