BONTANG – Hilangnya lima Laptop pegawai Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) Bontang, Senin (29/5) lalu, hingga kini Polres Bontang melalui jajaran Opsnal Polres dan Reskrim Polsek Bontang Utara masih melakukan penyelidikan. Hal tersebut disampaikan Kapolres Bontang AKBP Dedi Agustono melalui Kapolsek Bontang Utara Iptu Muklas Haryanto, Selasa (30/5) kemarin.
Iptu Muklas Haryanto menjelaskan, saat mendapatkan informasi hilangnya laptop-laptop tersebut, giat unit Rekrim Polsek Bontang Utara langsung mendatangi Tempat Kejadian Peristiwa (TKP) yang berada di kantor BPKD di Jalan MH Thamrin atau tepat depan Plaza Taman Ramayana sekira pukul 14.00 Wita. Diketahui petugas bahwa lima laptop yang hilang tersebut karena kantor ditinggal dalam keadaan terbuka, kemudian tidak ada orang di dalam ruangan tersebut, dan laptop-laptop para pegawai berada di atas meja kerja .
“Hilangnya laptop tersebut saat para pegawai meninggalkan kantor untuk melaksanakan salat zuhur,” jelasnya.
Sementara itu, menurut kesaksian Solikatun salah seorang pegawai Akuntansi BPKD usai kejadian tersebut mengungkapkan, saat dia turun dari tangga saat jam istirahat karena bekerja di lantai satu, dia sempat melihat ada dua orang. Seorang pria dan wanita berada di depan ruang Perbendaharaan. Yang laki-laki sedang membaca informasi yang dipajang di depan ruang kantor perbendaharaan, sedangkan yang wanita duduk di depan ruangan tersebut. Namun dia tidak menaruh curiga terharap kedua orang tersebut karena tidak ada gelagat mencurigakan.
Dikarenakan keduanya sangat santai dan tenang, seperti warga lain pada umumnya yang mengurus sesuatu di Perbendaharaan. Tetapi kalau memang di jam istirahat tersebut hilang karena di ruang Perbendaharaan tersebut kosong, dia menyakini yang mengambil laptop-laptop tersebut adalah salah seorang dari kedua orang itu.
“Sebab hanya mereka yang ada di jam istirahat tersebut di saat ruangan itu sedang kosong,” ujarnya.
Solikatun menambahkan, ciri-ciri kedua orang tersebut, bila laki-laki sepengetahuannya orang tersebut mengenakan hem putih lengan pendek, celana gelap, dan menggunakan tas slempang berusia sekira 40 tahunan.
Sedangkan yang wanita memakai hijab merah jambu duduk di depan ruangan tersebut sekira di bawah 40 tahunan.
“Untuk pakaian yang dikenakan perempuan saya tidak begitu mengingatnya, yang saya ingat dia hanya menggunakan jilbab,” pungkasnya.(ver)







