BONTANG – Kemeriahan pelepasan siswa Kelompok Bermain (KB) dan Taman Kanak-Kanak (TK) GOPKB Tahun Ajaran 2016-2017 mengambil tema “Pesona Anak Nusantara”. Dengan memakai pakaian adat berdasarkan daerah asalnya, para siswa menunjukkan bakat yang ia miliki dalam momen tersebut. Sesuai dengan slogan Hari Kelahiran Pancasila yakni “Saya Indonesia Saya Pancasila”, Kepala KB dan TK GOPKB Yenny Lubis berharap, putra-putri asuhnya mencintai serta menumbuh-kembangkan budaya nasional sejak dini.
Acara yang dimulai pukul 09.30 wita ini diawali dengan ibadah syukur yang dipimpin langsung oleh Pdt. Rawi Kumar. Dalam khotbah singkatnya, ia menekankan terhadap peran orang tua dalam menilai anak. Mengambil tema khotbah Elok di Mata Allah, ada dua poin yang ditekankan oleh pendeta dari GOPKB tersebut.
Pertama, memandang dari kaca mata Tuhan (KIS 7:20), “Jangan Memandang anak dari sisi jenis kelaminnya atau dari kekurangannya, tetapi pandanglah dari kacamata Tuhan bahwa ada rencana besar dalam hidup mereka,” katanya.
Kedua, sebagai orang tua kita mempunyai tugas yang sangat penting yaitu membawam, menuntun, dan mengajarkan akan Firman Tuhan sejak dini. “Kita harus mewarisi iman kita kepada anak-anak kita, agar nantinya ketika mereka dewasa, mereka pun menyembah Tuhan,” tambahnya.
Sementara itu Dewan Pembina Yayasan Sumber Sejahtera Bontang, Bambang Nugroho menyorot program Pemkot Bontang terkait dunia pendidikan dengan menjadikan Smart City. Ia berpesan untuk meningkatkan kualitas kelompok Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), menitipkan satu atau dua guru untuk meningkatan kompetensi guru melalui program pendidikan formal S1 hingga S3, mengharapkan terealisasinya penambahan dana Bantuan Operasional Daerah (Bosda). “Serta membantu sekolah kami mengenai perlengkapan sekolah gratis dalam wujud sepatu, buku, atau seragam sekolah,” jelasnya.
Lurah Satimpo, Reni Eka Wahyuni yang turut hadir berharap khusus kepada lembaga-lembaga pendidikan non formal seperti halnya TK, agar terus menggelorakan semangat yang lebih kreatif dan inovatif, sehingga akan muncul ide-ide baru dalam penanganan anak usia dini.
“Anak-anak TK tidak hanya sebatas diberikan kemampuan calistung (baca,tulis,hitung) saja. Akan tetapi, buat mereka juga mengenal berbagai kekayaan sumber daya alam dan kebudayaan daerah kita, sehingga nanti kita berharap merekalah yang akan mampu melestarikan segala bentuk khazanah baik yang masih tersimpan maupun yang sudah ada di bumi kita ini,” paparnya.
Acara pelepasan siswa-siswi KB dan TK GOPKB yang berjumlah 43 ini dikemas dalam bentuk penyerahan buku catatan pribadi oleh para siswa kepada guru. Setelah itu, siswa-siswi menunjukkan atraksi mereka melalui tari daerah Jawa, Batak, Manado, dan Toraja. Turut Hadir dalam event ini, Manajemen Badak LNG, Ketua Perhimpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini (Himpaudi) Bontang, serta Ketua Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia (IGTKI) Bontang. (*/ak)







