BONTANGPOST.ID, Bontang – Seorang wali murid di SD Negeri Bontang Selatan menyampaikan keluhan lantaran anaknya tidak masuk sekolah selama sepekan. Hal ini terjadi usai anaknya terlibat konflik dengan salah satu guru.
BACA JUGA: Kasus Dugaan Kekerasan Guru di SDN 003 Bontang Selatan, Ini Langkah Sekolah
Orangtua murid tersebut menceritakan kronologi kejadian itu. Pada Kamis (21/8/2025) sekira pukul 10.00, ia menjemput anaknya pulang sekolah dan mendapati sang anak menangis. Ketika ditanya, anaknya mengaku baru saja dipukul di bagian dada oleh wali kelas.
Kebetulan guru yang dimaksud melintas tak lama kemudian. Namun, alih-alih mendapatkan penjelasan, orangtua justru merasa mendapat cacian dan sang guru membantah melakukan pemukulan.
“Padahal saya hanya mau tanya baik-baik, tapi malah dimarahi,” ujarnya.
Keesokan harinya, orangtua murid tersebut mengaku kaget setelah membaca pesan di grup paguyuban kelas.
Anaknya disebut dikeluarkan dari kelas secara sepihak. Ia pun segera mendatangi sekolah untuk klarifikasi.
Di sekolah, ia dipertemukan dengan pengawas dari Dinas Pendidikan Bontang yang memfasilitasi mediasi. Namun, guru yang bersangkutan tidak hadir.
Dari hasil pertemuan, diputuskan anaknya sementara tidak boleh masuk sekolah dengan alasan untuk menenangkan diri.
“Sudah seminggu anak saya di rumah. Sampai sekarang belum ada kejelasan kapan bisa kembali bersekolah,” keluhnya.
Ia berharap anaknya tetap bisa melanjutkan pendidikan tanpa khawatir dikeluarkan secara sepihak. (Dwi Kurniawan Nugroho)





