BONTANGPOST.ID, Bontang – Pihak sekolah angkat bicara terkait konflik antara guru dan murid.
Tiga guru yang ditemui Bontang Post membenarkan ada kejadian tersebut di SD Negeri di Bontang Selatan tersebut.
Bahkan telah dilakukan mediasi antara sekolah bersama pengawas dari Dinas Pendidikan (Disdik) Bontang, Jum’at (22/08/2025).
Saat itu dihadirkan orangtua murid dan saksi. Namun guru yang juga wali kelas tersebut tidak hadir. Lantaran dikhawatirkan akan berkonflik kembali.
Hasilnya anak tersebut dirumahkan terlebih dahulu sembari menunggu kebijakan dari Disdik Bontang.
“Sampai hari ini keputusannya belum keluar, kami juga ngak bisa apa apa karena keputusan ada di pihak Disdik,” jelasnya.
Ditanya soal apakah wali kelas melakukan kekerasan terhadap anak itu, tenaga pendidik itu menjawab gamblang.
Bahwa guru tersebut bersikeras tidak melakukan.
Pihak sekolah tidak mengatahui kronologi secara pasti karena kejadian berad di luar jam sekolah.
Pihaknya hanya bisa menghimpun informasi dari dua belah pihak. Namun ia mengungkap bukan kali pertama guru ini berkonflik dengan orangtua murid.
“Sebelumnya juga pernah, dengan keputusan anak tersebut harus dipindahkan sekolah agar tetap mendapatkan pendidikan,” ungkapnya.
Diberitakan sebelumnya, seorang wali murid di SD Negeri Bontang Selatan menyampaikan keluhan lantaran anaknya tidak masuk sekolah selama sepekan. Hal ini terjadi usai anaknya terlibat konflik dengan salah satu guru.
Orangtua murid tersebut menceritakan kronologi kejadian itu. Pada Kamis (21/8/2025) sekira pukul 10.00, ia menjemput anaknya pulang sekolah dan mendapati sang anak menangis.
Ketika ditanya, anaknya mengaku baru saja dipukul di bagian dada oleh wali kelas.
Kebetulan guru yang dimaksud melintas tak lama kemudian. Namun, alih-alih mendapatkan penjelasan, orangtua justru merasa mendapat cacian dan sang guru membantah melakukan pemukulan.
“Padahal saya hanya mau tanya baik-baik, tapi malah dimarahi,” ujarnya. (Dwi Kurniawan Nugroho)
Catatan Redaksi: Judul dan foto telah disunting untuk menutupi identitas anak sesuai dengan Pedoman Pemberitaan Ramah Anak. Mohon maaf atas ketidaknyamanannya







