• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Kaltim

Kasus Kekerasan di Kaltim Tembus 1.110 Pada 2025, 61 Persen Korbannya Anak

by Redaksi Bontang Post
5 Desember 2025, 15:17
in Kaltim
Reading Time: 1 min read
0
Ilustrasi

Ilustrasi

Share on FacebookShare on Twitter

BONTANGPOST.ID – Angka kekerasan di Kalimantan Timur (Kaltim) sepanjang 2025 mencapai 1.110 kasus. Dalam rentang dua bulan terakhir, yakni September hingga Oktober, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kaltim mencatat kenaikan signifikan sekitar 90 kasus baru.

Kepala DP3A Kaltim, Noryani Sorayalita, menyampaikan perkembangan ini pada Kamis (4/12/2025). Ia menuturkan bahwa tren peningkatan laporan menunjukkan frekuensi kejadian yang cukup tinggi.

“Dalam dua bulan terakhir ada tambahan sekitar 90 kasus. Jika dirata-rata, setiap hari terjadi tiga kasus kekerasan,” ungkapnya.

Korban Anak Mendominasi

Dari total laporan, anak-anak menjadi kelompok korban terbesar. Data DP3A menunjukkan 61 persen korban adalah anak, sementara 39 persen lainnya merupakan korban dewasa.

Baca Juga:  Ayah Tiri di Bontang Lakukan Kekerasan Seksual, Anak Hamil, Ketahuan karena Mengeluh Sakit Kepala

Noryani menegaskan bahwa tingginya angka ini tidak serta-merta menggambarkan semakin banyaknya kekerasan, melainkan meningkatnya keberanian masyarakat untuk melapor.

Tahun ini juga terjadi pergeseran tren bentuk kekerasan. Kekerasan fisik menjadi kasus yang paling banyak dilaporkan, diikuti kekerasan seksual dan psikologis.
“Kalau tahun lalu tertinggi adalah kekerasan seksual. Polanya bisa berubah setiap waktu,” kata Noryani.

Perbedaan Alur Pelaporan

DP3A menekankan pentingnya pemahaman masyarakat terkait mekanisme pelaporan. Noryani menjelaskan perbedaan delik pada korban dewasa dan anak.
“Untuk orang dewasa, kekerasan adalah delik aduan. Sementara untuk anak, bukan delik aduan sehingga siapa pun dapat melaporkan,” jelasnya.

Ia juga mengapresiasi keberanian masyarakat dalam melakukan speak up serta berharap media terus berperan aktif menyebarkan informasi mengenai bentuk kekerasan dan prosedur pelaporan.

Baca Juga:  Gigi Dicabut Hingga Disiram Air Panas, Bocah Ini Maafkan dan Bela Ibunya

“Wartawan juga penting menyampaikan ke masyarakat, kalau terjadi kekerasan harus melapor ke mana,” tutupnya.(prokal)

Tags: kekerasan anakKekerasan perempuan dan anak
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Total Harta Mantan Istri Presiden Prabowo, Titiek Soeharto Tembus Rp709 Miliar, Ini Sumber Kekayaannya

Next Post

Kakak Beradik di Samarinda Jadi Korban Pencabulan Ayah Tiri Sejak Lama

Related Posts

Istri Bongkar Perbuatan Suami yang Perkosa Dua Anak Kandung di Bengalon Kutim
Kriminal

Istri Bongkar Perbuatan Suami yang Perkosa Dua Anak Kandung di Bengalon Kutim

6 Juli 2026, 14:57
Anak 2 Tahun di Luwu Tewas Dianiaya Kekasih Ibu, Polisi Ungkap Kekerasan Berulang
Kriminal

Anak 2 Tahun di Luwu Tewas Dianiaya Kekasih Ibu, Polisi Ungkap Kekerasan Berulang

23 November 2025, 19:47
Motif Pembakaran Istri dan Anak di Sangatta Akhirnya Terungkap
Kriminal

Motif Pembakaran Istri dan Anak di Sangatta Akhirnya Terungkap

17 November 2025, 17:57
Guru SD di Bontang Selatan yang Diduga Lakukan Kekerasan, Tetap Mengajar Sambil Menunggu Putusan BKN
Bontang

Guru SD di Bontang Selatan yang Diduga Lakukan Kekerasan, Tetap Mengajar Sambil Menunggu Putusan BKN

25 Oktober 2025, 17:04
Aniaya Anak Tiri, Ayah di Bontang Dijatuhi Hukuman 2 Tahun Lebih
Kriminal

Aniaya Anak Tiri, Ayah di Bontang Dijatuhi Hukuman 2 Tahun Lebih

4 Oktober 2025, 08:59
Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak di Kaltim Tembus 916, Rata-rata 3–4 Kejadian Tiap Hari
Kaltim

Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak di Kaltim Tembus 916, Rata-rata 3–4 Kejadian Tiap Hari

26 September 2025, 09:02

Terpopuler

  • Kabar Jasad Bayi Ditukar Bantal Gegerkan Warga Bontang, Polisi Lakukan Penelusuran

    Kabar Jasad Bayi Ditukar Bantal Gegerkan Warga Bontang, Polisi Lakukan Penelusuran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Pastikan Isu Jasad Bayi Ditukar Bantal di Bontang Rekayasa, Perempuan Akui Tak Hamil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Akses Jalan Gotong Royong Ditutup, Warga Klaim Belum Terima Ganti Rugi Lahan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.