• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Kaltim

Kenapa Ongkir Belanja Online ke Kaltim Mahal? Ini Penjelasannya

by Redaksi Bontang Post
13 September 2025, 10:00
in Kaltim
Reading Time: 2 mins read
0
Ilustrasi kurir mengantar  paket (Pexels/Kindel Media)

Ilustrasi kurir mengantar paket (Pexels/Kindel Media)

Share on FacebookShare on Twitter

BONTANGPOST.ID – Cerita klasik online shopper Balikpapan atau daerah di Kaltim.

Nemu casing HP lucu seharga Rp25.000 di marketplace. Begitu checkout, ongkirnya Rp 48.000 plus ongkir. Batal deh.

​Kalau kamu pernah mengalami hal serupa, kamu tidak sendirian. Mahalnya ongkos kirim (ongkir) ke Kalimantan Timur secara luas merupakan keluhan abadi.

Tapi ini bukan sekadar perasaan, ada alasan logistik yang kompleks di baliknya. Yuk, kita kuliti tuntas!

​1. Mayoritas Penjual Marketplace Berpusat di Jawa

Ini adalah akar masalahnya. Sebagian besar gudang dan penjual di marketplace seperti Shopee atau Tokopedia berada di Pulau Jawa (khususnya Jabodetabek & Surabaya).

Artinya, setiap paket yang Anda pesan harus menempuh perjalanan antarpulau yang panjang, baik via udara maupun laut.

Di Kaltim sendiri sebetulnya ada sejumlah toko dari Balikpapan dan Samarinda. Tapi jumlahnya sangat sedikit.

Dan tidak semua kebutuhan tersedia. Ya pada akhirnya, tetap pilih toko yang lokasinya di luar Kaltim, kan?

​2. Pengiriman Cepat via Udara Itu Mahal

Untuk mengejar estimasi waktu pengiriman yang cepat, mayoritas jasa kirim reguler (J&T, JNE, Shopee Express) menggunakan pesawat kargo.

Biaya pengiriman per kilogram via udara secara inheren jauh lebih mahal daripada truk atau kapal. Inilah alasan utama kenapa ongkir satu kilogram barang saja bisa sangat tinggi.

3. Peran Balikpapan sebagai “Hub” Logistik Kaltim

Meski ongkir ke Balikpapan mahal, akan lebih mahal lagi untuk 9 kabupaten/kota lainnya di Kaltim.

Paket kamu tidak berhenti begitu mendarat di Balikpapan. Kota ini berfungsi sebagai pintu gerbang atau hub logistik untuk seluruh Kaltim.

Dari Balikpapan, paket-paket tersebut harus didistribusikan lagi melalui jalur darat yang panjang dan mahal ke Samarinda, Bontang, Sangatta, Paser, hingga Berau.

Biaya distribusi “mil terakhir” yang mahal ini dibebankan ke dalam struktur ongkir, bahkan untuk paket yang tujuannya hanya di dalam Balikpapan.

​4. Volume Pengiriman yang Jomplang

Ini masalah klasik logistik. Pesawat dan kapal berangkat dari Jawa ke Kalimantan dengan muatan penuh. Namun, arus baliknya seringkali jauh lebih sedikit.

Akibatnya, biaya operasional “pulang kosong” ini harus ditutupi, dan itu dibebankan pada biaya pengiriman dari Jawa ke Kalimantan, membuat ongkirnya tetap tinggi.

​5. Opsi Kargo Murah yang Terbatas

Layanan kargo darat/laut yang murah (JNE Trucking, SiCepat GOKIL, dll.) seringkali tidak tersedia untuk semua penjual atau semua wilayah di Kaltim.

Opsi ini juga jauh lebih lambat, sehingga banyak pembeli dan penjual yang terpaksa memilih layanan reguler (udara) yang lebih mahal.

​6. Subsidi Ongkir yang Tak Maksimal

Program gratis ongkir dari marketplace seringkali memiliki syarat dan ketentuan yang lebih berat untuk pengiriman luar Jawa.

Kuota subsidi yang diberikan terkadang tidak cukup untuk menutupi biaya ongkir riil ke Kaltim, sehingga Anda tetap harus membayar sisa ongkir yang signifikan.

7. Ketimpangan Logistik di Indonesia

​Ongkir mahal ke Kaltim adalah cerminan dari tantangan infrastruktur dan ketimpangan logistik antara Indonesia bagian barat dan timur.

Meskipun begitu, sebagai konsumen cerdas, selalu ada cara untuk menyiasatinya.

Karena bagi warga Kaltim, mendapatkan barang idaman dengan ongkir yang masuk akal adalah sebuah kemenangan tersendiri. (KP)

Tags: kurir paket
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Lahan Regulator Station Jargas di Bontang Aman, Neni Minta Tak Ada Gesekan

Next Post

KHDTK Unmul Masih Disoal, Gakkum Kehutanan Isyaratkan Perlawanan

Related Posts

No Content Available

Terpopuler

  • 25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sudah Puluhan Tahun Berdiri, Perusahaan Daerah Bontang Belum Bisa Kelola Solar Nelayan Sendiri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bontang Berharap Masuk Daftar Penerima Tambahan Dana Rp20,5 Triliun dari Pusat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Empat Hari Diburu, Maling Motor Petani Marangkayu Ditangkap di Tanjung Laut Indah Bontang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.