BONTANGPOST.ID, Bontang – Warga RT 05 Kelurahan Kanaan meminta pemerintah segera menangani longsor di Jalan Taman Siswa (eks Jalan Sion). Pasalnya, material tanah kini telah menutup setengah badan jalan dan membahayakan pengguna jalan.
Perwakilan RT Kelurahan Kanaan, Rony Gaspersz, menyampaikan longsor terjadi sejak akhir Desember 2025. Namun hingga kini belum ada penanganan lanjutan, selain pemasangan terpal sementara di lokasi.
“Sudah sebulan lebih belum ada penanganan lanjutan. Sementara hanya ditutupi terpal. Sekarang kondisi jalan sudah setengah tertutup material longsor,” jelasnya.
Warga juga khawatir longsor susulan dapat terjadi. Di atas titik longsor terdapat bangunan PAUD, sementara di bagian bawah merupakan permukiman warga.
“Di atas lahan longsor ada bangunan PAUD, di bawahnya dekat sekali dengan rumah warga. Kami khawatir tanah terus bergerak,” ungkapnya.
Lurah Kanaan, Salmon Tandi Payung Allo, mengatakan longsor tersebut turut berdampak pada turap sepanjang 10 meter yang baru dibangun kelurahan menggunakan APBD senilai Rp170 juta.
Saat ini pihak kelurahan melakukan penanganan sementara dengan pengaturan elevasi tanah untuk mencegah penurunan lebih lanjut. Namun upaya tersebut belum menyentuh penanganan permanen.
“Kalau penanganan permanen, perkiraannya membutuhkan anggaran sekitar Rp7 miliar,” terangnya.
Pihak kelurahan telah mengusulkan perbaikan melalui anggaran darurat bencana tahun 2026.
“Harapannya segera ada penanganan, karena banyak rumah warga berada di bawah titik longsor dan tanah masih bergerak,” pungkasnya. (*)







