• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Bontang

Penambahan Kuota Toko Modern di Bontang Dikhawatirkan Berbenturan dengan Program Koperasi Merah Putih

by Redaksi Bontang Post
23 Februari 2026, 05:22
in Bontang
Reading Time: 1 min read
0
Rencana penambahan kouta toko modern waralaba di Bontang dinilai bertabrakan dengan program pemerintah pusat terkait koperasi merah putih. (ADIEL KUNDHARA/KP)

Rencana penambahan kouta toko modern waralaba di Bontang dinilai bertabrakan dengan program pemerintah pusat terkait koperasi merah putih. (ADIEL KUNDHARA/KP)

Share on FacebookShare on Twitter

BONTANGPOST.ID, Bontang — Rencana penambahan kuota toko modern waralaba di Bontang menjadi 15 gerai dinilai berpotensi berbenturan dengan program nasional Koperasi Merah Putih yang tengah didorong pemerintah pusat.

Ketua Asosiasi Pedagang Kota Bontang, Syamsuar, menyampaikan kekhawatiran terhadap dampak kebijakan tersebut bagi pelaku usaha lokal serta penguatan ekonomi berbasis koperasi di tingkat kelurahan.

Menurutnya, kebijakan daerah perlu selaras dengan program pusat agar tidak menimbulkan persaingan yang justru merugikan pedagang kecil.

“Kita harus melihat juga program pemerintah pusat, yakni Koperasi Merah Putih. Jangan sampai kebijakan daerah saling bertabrakan,” ujarnya.

Program Koperasi Merah Putih direncanakan menghadirkan satu gerai sembako di setiap kelurahan. Dengan total 15 kelurahan di Bontang, jumlah tersebut dinilai sudah cukup memenuhi kebutuhan distribusi barang pokok berbasis ekonomi kerakyatan.

Baca Juga:  Omzet Pedagang Loktuan Merosot

Syamsuar menilai, penambahan toko modern waralaba berpotensi mempersempit pangsa pasar pedagang lokal maupun koperasi yang dikelola masyarakat.

Ia menyarankan pemerintah daerah mengkaji ulang kebijakan tersebut, terlebih sejumlah daerah lain mulai membatasi ekspansi ritel modern demi memberi ruang bagi koperasi dan UMKM.

Selain itu, asosiasi pedagang mengaku telah beberapa kali menyampaikan aspirasi kepada pihak legislatif, namun belum mendapatkan tanggapan konkret.

Syamsuar menegaskan, pihaknya tidak menolak investasi, tetapi berharap kebijakan ekonomi tetap menjaga keseimbangan serta keberpihakan terhadap pelaku usaha lokal. (ak)

Print Friendly, PDF & Email
Tags: toko waralabawaralaba modern
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Polres Bontang Tangkap 3 Pengedar Sabu di Tanjung Laut, Sita 2,38 Gram dan Timbangan Digital

Next Post

Dispensasi Penumpang Masih Dikaji, Loktuan Bontang Bersiap Sambut Lonjakan Arus Mudik

Related Posts

Izin Usaha Aman, Reklame Jadi PR Terakhir Gerai Waralaba Kampung Baru Bontang
Bontang

Izin Usaha Aman, Reklame Jadi PR Terakhir Gerai Waralaba Kampung Baru Bontang

27 Februari 2026, 10:06
Pemkot Bontang Kaji Ulang Kuota Toko Modern, Gerai Baru di Kampung Baru Belum Bisa Beroperasi
Bontang

Pemkot Bontang Kaji Ulang Kuota Toko Modern, Gerai Baru di Kampung Baru Belum Bisa Beroperasi

20 Februari 2026, 15:30
Pemkot Bontang Godok Pembatasan Toko Modern Nasional, Maksimal Lima Gerai Per Kecamatan
Bontang

Pemkot Bontang Godok Pembatasan Toko Modern Nasional, Maksimal Lima Gerai Per Kecamatan

20 Februari 2026, 09:00
Masuk Kampung Baru Bontang, Gerai Ritel Modern Masih Antre Proses Perizinan
Bontang

Masuk Kampung Baru Bontang, Gerai Ritel Modern Masih Antre Proses Perizinan

19 Februari 2026, 04:35
Dua Toko Modern Waralaba Nasional Bakal Isi Kuota di Bontang Barat, DPMPTSP; Satu Sudah Mengurus Izin
Bontang

Asosiasi Pedagang di Bontang Kritik Penambahan Toko Modern, Sebut Perubahan Regulasi Tak Transparan

24 November 2025, 10:00
Dua Perizinan Toko Modern Waralaba di Jalan Jenderal Soedirman Bontang Belum Kelar
Bontang

Dua Perizinan Toko Modern Waralaba di Jalan Jenderal Soedirman Bontang Belum Kelar

4 Februari 2025, 11:00

Terpopuler

  • Proyek Renovasi Rujab Kaltim Rp25 Miliar Sampai ke Pusat, Kemendagri Turunkan Tim Periksa Belanja

    Proyek Renovasi Rujab Kaltim Rp25 Miliar Sampai ke Pusat, Kemendagri Turunkan Tim Periksa Belanja

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Parkiran Semrawut di Tanjung Laut Bontang, Warga Keluhkan Akses Tertutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 2.753 Warga Bontang Tak Lagi Ditanggung BPJS Gratis dari Pusat, Ini Solusi Pemkot

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Rute Kapal Bontang–Mamuju Segera Dibuka, ASDP Masih Hitung Biaya Operasional

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Motor Hilang Kendali di Jalan Poros Bontang–Samarinda, 1 Orang Tewas

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.