BONTANGPOST.ID, Bontang – Moda transportasi laut masih menjadi pilihan utama masyarakat Bontang dan sekitarnya untuk mudik ke kampung halaman melalui Pelabuhan Loktuan. Sejumlah kapal, baik milik PT Pelni maupun swasta, telah merilis jadwal keberangkatan jelang Idulfitri.
Namun, PT Laut Bontang Bersinar (LBB) selaku operator pelabuhan masih menunggu rapat koordinasi angkutan Lebaran. Manajer Operasional PT LBB, Jackthin Pamasi, mengatakan rapat tersebut akan membahas pendirian posko terpadu di area pelabuhan hingga dispensasi penumpang.
“Ini wewenangnya KSOP karena mereka yang memiliki kewenangan sebagai pengawas dan penyelenggara pelabuhan,” ujar Jack.
Ia memprediksi puncak arus mudik tidak akan jauh berbeda dengan tahun sebelumnya, yakni mulai H-7 hingga H+7 Idulfitri. Untuk kapal milik PT Pelni, lonjakan penumpang diperkirakan terjadi pada keberangkatan 13 dan 16 Maret yang dilayani KM Egon.
Keberangkatan 13 Maret melayani rute pendek menuju Parepare. Sementara 16 Maret melayani rute Parepare–Batulicin–Surabaya–Lembar–Waingapu.
Posko terpadu yang akan didirikan nantinya melibatkan petugas gabungan dari KSOP/UPP Pelabuhan, TNI AL, kepolisian, Dinas Perhubungan, serta pengelola pelabuhan. Posko ini bertugas membantu pengamanan dan pelayanan penumpang, baik saat keberangkatan maupun kedatangan.
“Peran posko meliputi pengamanan terbuka dan tertutup, pengaturan arus lalu lintas di sekitar pelabuhan, pengawasan proses debarkasi, serta pemantauan kendaraan dan barang guna mencegah kepadatan maupun potensi gangguan kamtibmas,” pungkasnya. (ak)







