• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Bontang

Pro RT Plus Terancam Tak Berlanjut, APBD Bontang 2027 Diproyeksi Turun Jadi Rp1,5 Triliun

by Dwi Kurniawan Nugroho
8 April 2026, 12:59
in Bontang
Reading Time: 2 mins read
0
Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni menegaskan penataan Pulau Beras Basah untuk meningkatkan kebersihan dan kenyamanan wisatawan. (Nasrullah/Bontang Post)

Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni menegaskan penataan Pulau Beras Basah untuk meningkatkan kebersihan dan kenyamanan wisatawan. (Nasrullah/Bontang Post)

Share on FacebookShare on Twitter

BONTANGPOST.ID, Bontang – Program Pro RT Plus diprediksi tidak dapat dilanjutkan pada tahun anggaran 2027. Hal ini menyusul proyeksi penurunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Bontang yang diperkirakan hanya mencapai Rp1,5 triliun.

Program stimulan berbasis RT tersebut sebelumnya menjadi salah satu unggulan Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni dan Wakil Wali Kota Agus Haris. Program ini memberi ruang bagi setiap RT mengusulkan kegiatan dengan plafon anggaran hingga Rp200 juta.

Namun, kondisi fiskal daerah yang menurun membuat alokasi anggaran ikut terdampak. Pada 2026, besaran anggaran per RT bahkan sudah diturunkan menjadi maksimal Rp30 juta, menyusul turunnya APBD yang diperkirakan hanya sebesar Rp1,9 triliun akibat pemangkasan dana transfer dari pemerintah pusat.

Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni mengatakan, jika proyeksi APBD 2027 benar berada di angka Rp1,5 triliun, maka program Pro RT dengan skema lama tidak mungkin dilanjutkan.

“1,5 Triliun APBD 2027 program Pro RT 200 juta per RT itu sudah tidak mungkin lagi. Saya sudah menghitung,” ungkapnya.

Meski demikian, Pemkot Bontang tetap akan menjalankan kewajiban mandatory spending sebesar 5 persen dari APBD untuk masing-masing kelurahan. Dengan asumsi APBD Rp1,5 triliun, total dana kelurahan diperkirakan mencapai Rp75 miliar.

Sebagian dari anggaran tersebut akan dialokasikan untuk operasional RT, termasuk honor Ketua, Sekretaris, dan Bendahara RT.

“5 persen dana kelurahan untuk gaji RT, sekretaris, bendahara RT Rp4 juta kali 499 RT kali 12 bulan itu kurang lebih hampir 24 miliar. Belum lagi kader Rp1 juta,” terangnya.

Sementara itu, pada tahun 2026, Pemkot Bontang masih mengalokasikan sekitar Rp20 miliar untuk program berbasis RT. Namun, hasil evaluasi menunjukkan pelaksanaan program di sejumlah wilayah dinilai kurang efektif.

Banyak usulan yang bersifat seragam atau “copy paste” dan tidak menyentuh kebutuhan prioritas, khususnya infrastruktur.

Selain itu, pengadaan barang seperti tenda, kursi, dan perlengkapan lainnya dinilai membutuhkan biaya perawatan dan tidak memberikan dampak jangka panjang.

Hal tersebut menjadi pertimbangan pemerintah untuk mengubah pola pengelolaan anggaran agar lebih efisien.

“Ini menjadi mubazir, lebih baik perbaiki infrastruktur,” jelasnya.

Ke depan, pendekatan program akan difokuskan pada kebutuhan prioritas di masing-masing kelurahan, seperti perbaikan drainase dan penanganan buang air besar sembarangan (BABS).

“Kalau hanya untuk beli tenda, beli piring, beli apa tuh namanya kan sayang uangnya, mending difokuskan di tiap kelurahan dan untuk perbaikan infrastruktur,” pungkasnya. (*)

Print Friendly, PDF & Email
Tags: pro RT plus
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Proses Penertiban Kaveling Terpal di Beras Basah Kembali ke Nol, Disporaparekraf Bontang Masih Berkutat di Teguran

Next Post

Tagihan Air Membengkak, PDAM Bontang Klaim Bukan karena Tarif, Tapi Pemakaian Tinggi

Related Posts

No Content Available

Terpopuler

  • Modus Bujuk Rayu hingga Pemaksaan, Residivis Pelecehan Anak di Bontang Utara Akui Ada 4 Korban

    Modus Bujuk Rayu hingga Pemaksaan, Residivis Pelecehan Anak di Bontang Utara Akui Ada 4 Korban

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sekolah Swasta Bontang Tolak Penambahan Kelas di SMA 1 dan 2, Guru Terancam Menganggur

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Ringkus Perempuan di Jalan Parikesit Bontang, Sabu Disembunyikan dalam Dompet

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Residivis Kekerasan Seksual Anak di Bontang Kembali Berulah, 4 Orang Diduga Jadi Korban

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • UPTD PPA Dampingi Korban Asusila di Bontang Utara, Fokus Pemulihan Psikologis Anak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.