BONTANGPOST.ID, Muara Badak – Polsek Muara Badak memantau polemik pemotongan 10 persen dana tali asih nelayan kerang darah yang belakangan ramai diperbincangkan.
Isu ini mencuat di kalangan nelayan akibat dugaan minimnya transparansi penggunaan dana potongan yang dinilai belum dijelaskan secara terbuka kepada anggota.
Kapolsek Muara Badak Iptu Danang Wahyu Rahardika, mengatakan pihaknya mengetahui polemik tersebut dari perbincangan di media sosial.
“Konfliknya mencuat di media sosial. Namun sejauh ini belum ada gejolak karena masih bersifat internal,” ujarnya.
Ia menambahkan, hingga kini belum ada upaya mediasi maupun laporan resmi yang masuk ke kepolisian terkait persoalan tersebut.
“Belum ada laporan. Tapi kami tetap memantau perkembangan situasi,” tegasnya.
Sebelumnya, polemik muncul terkait dugaan pemotongan 10 persen dari total dana tali asih sebesar Rp9,94 miliar yang diberikan Pertamina Hulu Sanga-Sanga (PHSS) kepada nelayan.
Sejumlah anggota nelayan mengaku kecewa karena tidak pernah mendapat penjelasan rinci mengenai penggunaan dana tersebut.
“Kami tidak tahu ke mana aliran dana 10 persen itu. Nilainya besar, tapi tidak ada laporan yang jelas,” ungkap salah satu anggota yang enggan disebutkan namanya. (*)



