BONTANGPOST.ID, Bontang – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kota Bontang mengoptimalkan pemanfaatan buku bekas melalui program donasi guna memperkuat budaya literasi di berbagai instansi.
Program ini menjadi solusi atas banyaknya buku layak baca yang tidak lagi dimanfaatkan masyarakat setelah selesai digunakan.
Kepala Bidang Perpustakaan Indra Nopika Wijaya, mengatakan fenomena tersebut kerap terjadi, khususnya pada buku fiksi yang cenderung cepat menimbulkan kejenuhan setelah dibaca.
“Kadang baru sekali dibaca sudah bosan, padahal masih layak. Ini yang kami dorong untuk didonasikan,” ujarnya, Kamis (30/4/2026).
Melalui konsep “dari masyarakat untuk masyarakat”, DPK Bontang mengajak warga menyumbangkan buku-buku tersebut agar dapat dimanfaatkan kembali oleh pihak lain.
Berbeda dengan koleksi perpustakaan pada umumnya, buku donasi tidak disimpan, melainkan langsung disalurkan ke berbagai instansi.
Adapun sasaran distribusi meliputi kepolisian, kejaksaan, lembaga pemasyarakatan, hingga kantor imigrasi.
Menurut Indra, langkah ini tidak hanya membuka akses bacaan, tetapi juga mendorong kebiasaan membaca di lingkungan kerja.
Selain itu, keterlibatan masyarakat dinilai menjadi kunci keberhasilan program, sekaligus solusi atas keterbatasan anggaran dalam penyediaan bahan literasi.
“Harapannya, buku-buku ini bisa terus hidup dan memberi manfaat lebih luas,” tandasnya. (*)







