• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Nasional

KPK Ungkap Mayoritas Koruptor dari Kader Parpol, Soroti Lemahnya Kaderisasi Politik

by Redaksi Bontang Post
2 Mei 2026, 13:29
in Nasional
Reading Time: 1 min read
0
Ilustrasi KPK menunjukkan barang bukti berupa uang tunai terkait Operasi Tangkap. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

Ilustrasi KPK menunjukkan barang bukti berupa uang tunai terkait Operasi Tangkap. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

Share on FacebookShare on Twitter

BONTANGPOST.ID – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap fakta memprihatinkan terkait peta korupsi di Indonesia yang didominasi oleh kader partai politik. Lembaga antirasuah menilai, persoalan ini tidak lepas dari lemahnya sistem kaderisasi di internal partai.

Juru Bicara KPKkoru Budi Prasetyo, menegaskan partai politik memiliki peran strategis sebagai pencetak calon pemimpin, baik di ranah legislatif maupun eksekutif. Karena itu, integritas seharusnya dibangun sejak proses rekrutmen.

“Melalui sistem kaderisasi partai politik, lahir calon-calon pemimpin yang akan mengisi jabatan strategis. Karena itu, integritas harus dibangun sejak awal,” ujarnya.

Berdasarkan data KPK, sejak 2004 hingga 2025, sebanyak 371 anggota DPR dan DPRD terjerat kasus korupsi. Selain itu, 176 bupati/wali kota dan 31 gubernur juga tersandung kasus serupa.

Baca Juga:  KPK Instruksikan Pelayanan Online

Tingginya angka tersebut menunjukkan adanya persoalan serius dalam sistem politik. KPK menilai, mahalnya biaya politik dan praktik transaksional menjadi salah satu faktor utama yang mendorong terjadinya korupsi.

“Kami melihat korupsi tidak selalu terjadi saat menjabat, tetapi bisa dimulai sejak proses politik yang tidak sehat,” jelas Budi.

Sebagai upaya pencegahan, KPK terus mendorong program Politik Cerdas Berintegritas (PCB) serta gerakan “Hajar Serangan Fajar” guna menekan praktik politik uang.

KPK juga menekankan bahwa upaya pemberantasan korupsi tidak hanya menjadi tanggung jawab lembaga negara, tetapi juga membutuhkan komitmen partai politik untuk melakukan reformasi internal.

Selain itu, peran masyarakat dinilai penting dalam menolak praktik politik uang yang menjadi pintu masuk korupsi.

Baca Juga:  KPK Terkejut, Diam-diam Jokowi Beri Grasi pada Koruptor Ini

“Vote buying bukan hanya merusak demokrasi, tetapi juga menjadi awal dari praktik korupsi yang berulang,” pungkasnya. (prokal)

Tags: korupsiKPK
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

DPK Bontang Optimalkan Donasi Buku Bekas untuk Perkuat Literasi

Next Post

Rombel SMA Negeri di Bontang Terancam Dibatalkan, DPRD Kaltim Soroti Nasib Guru Swasta

Related Posts

Daftar Tersangka OTT KPK di KPP Banjarmasin, Kepala Pajak Terima Suap Rp800 Juta untuk DP Rumah
Nasional

KPK Usut Dugaan Korupsi Cukai Rokok Djarum, Kerugian Negara Ditaksir Triliunan Rupiah

30 Oktober 2026, 12:56
Kejari Bontang Dalami Dugaan Kredit Fiktif BPR, Empat Saksi Diperiksa
Bontang

Kejari Bontang Dalami Dugaan Kredit Fiktif BPR, Empat Saksi Diperiksa

28 Oktober 2026, 13:43
Daftar Tersangka OTT KPK di KPP Banjarmasin, Kepala Pajak Terima Suap Rp800 Juta untuk DP Rumah
Kaltim

KPK Temukan Anomali APBD Kaltim, Pokir DPRD Lintas Dapil Jadi Sorotan

27 September 2026, 20:59
Proyek Rp12,8 Miliar di Kutim Diperiksa Kejari, Dugaan Kerugian Negara Capai Rp2,25 Miliar
Kaltim

Proyek Rp12,8 Miliar di Kutim Diperiksa Kejari, Dugaan Kerugian Negara Capai Rp2,25 Miliar

25 September 2026, 15:18
Daftar Tersangka OTT KPK di KPP Banjarmasin, Kepala Pajak Terima Suap Rp800 Juta untuk DP Rumah
Nasional

OTT KPK di Jabodetabek Seret Dirjen ATR/BPN dan Politikus Golkar Fahd A Rafiq, Uang Ratusan Miliar Disita

15 September 2026, 11:39
Kasus Gratifikasi Eks Bupati Kukar, KPK Periksa Anggota DPRD Kaltim dan Petinggi Perusahaan
Kaltim

Kasus Gratifikasi Eks Bupati Kukar, KPK Periksa Anggota DPRD Kaltim dan Petinggi Perusahaan

7 Agustus 2026, 10:00

Terpopuler

  • 25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sudah Puluhan Tahun Berdiri, Perusahaan Daerah Bontang Belum Bisa Kelola Solar Nelayan Sendiri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bontang Berharap Masuk Daftar Penerima Tambahan Dana Rp20,5 Triliun dari Pusat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Empat Hari Diburu, Maling Motor Petani Marangkayu Ditangkap di Tanjung Laut Indah Bontang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.