• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Kaltim

Lindungi Orangutan Morio, BKSDA Kaltim Desak Konsesi Tambang dan Sawit Kutim Masuk Forum Terpadu

by Redaksi Bontang Post
15 Juni 2026, 14:00
in Kaltim
Reading Time: 2 mins read
0
BKSDA Kaltim bersama sektor swasta dan pemda menyusun delineasi lahan lindung seluas 101 ribu hektare di Kutai Timur, guna meredam 70 persen konflik satwa akibat kepungan konsesi tambang dan sawit. (BKSDA KALTIM)

BKSDA Kaltim bersama sektor swasta dan pemda menyusun delineasi lahan lindung seluas 101 ribu hektare di Kutai Timur, guna meredam 70 persen konflik satwa akibat kepungan konsesi tambang dan sawit. (BKSDA KALTIM)

Share on FacebookShare on Twitter

BONTANGPOST.ID – Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Timur mulai mendorong pendekatan baru dalam perlindungan orangutan morio (Pongo pygmaeus morio). Tak lagi hanya mengandalkan kawasan konservasi formal, BKSDA kini mengembangkan model kolaborasi yang memungkinkan pembangunan dan pelestarian lingkungan berjalan beriringan.

Gagasan tersebut mengemuka dalam konsultasi publik yang digelar BKSDA Kaltim bersama akademisi, pegiat konservasi, pemerintah daerah, serta perwakilan perusahaan tambang, perkebunan sawit, Hutan Tanaman Industri (HTI), dan Hak Pengusahaan Hutan (HPH), Jumat (12/6/2026).

Forum tersebut membahas peta indikatif areal preservasi habitat orangutan di Lanskap Keraitan, Kabupaten Kutai Timur (Kutim). Konsep ini dinilai sebagai terobosan baru karena mengusung pendekatan preservasi yang berbeda dari pola konservasi konvensional.

Selama ini, perlindungan satwa liar identik dengan kawasan konservasi formal seperti taman nasional atau cagar alam yang memiliki aturan ketat dan membatasi aktivitas ekonomi. Namun melalui Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2024 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya, kini tersedia skema Areal Preservasi yang lebih adaptif.

Baca Juga:  Kuota Produksi Dibatasi, 102 Pekerja Tambang di Bontang Kena PHK

Melalui skema tersebut, kawasan preservasi dapat ditetapkan di luar area konservasi resmi tanpa mengubah status hukum lahan. Dengan demikian, lahan yang berstatus hutan lindung, hutan produksi, maupun Area Penggunaan Lain (APL) tetap dapat dimanfaatkan, sembari menjaga fungsi ekologisnya melalui komitmen bersama para pemangku kepentingan.

Kepala BKSDA Kaltim, Ari Wibawanto, menjelaskan pendekatan ini penting diterapkan di Lanskap Keraitan yang memiliki luas sekitar 560 ribu hektare dan menjadi salah satu habitat terbesar orangutan morio di Kalimantan Timur.

“Landscape Keraitan merupakan salah satu sub lanskap yang punya populasi orangutan terbanyak. Dari data yang kami miliki, hampir 70 persen konflik orangutan terjadi di kawasan ini,” ujarnya.

Baca Juga:  Cek Kebun Bersama Anak, Pria di Muara Badak Tewas setelah Pergoki Orang Panen Sawit Tanpa Izin

Menurut Ari, tingginya konflik tidak terlepas dari fragmentasi lahan akibat beragam aktivitas pemanfaatan ruang, mulai dari pertambangan, perkebunan sawit, HTI, HPH, hingga kawasan permukiman.

“Banyaknya fragmentasi lahan itu membuat sebagian besar orangutan hidup dan mencari makan di luar kawasan perlindungan formal,” katanya.

Karena itu, BKSDA bersama sejumlah mitra konservasi mendorong pembentukan forum pengelolaan terpadu yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan di kawasan tersebut.

“Kalau bisa dikatakan, ini adalah forum konservasi orangutan terpadu. Semua pemangku kawasan kita libatkan, mulai dari perusahaan tambang, HTI, sawit, pemerintah daerah hingga masyarakat. Kita ingin mendesain bagaimana pembangunan tetap berjalan, tetapi isu konservasi orangutan juga bisa dijaga,” jelas Ari.

Baca Juga:  DLH Minta Pembunuh Orang Utan Ditindak Tegas

Dalam forum tersebut juga disusun usulan delineasi area preservasi seluas 101.005,24 hektare yang akan berfungsi sebagai penyangga Hutan Lindung Keraitan. Kawasan ini diketahui memiliki tutupan vegetasi yang sangat baik, mencapai 94 persen.

Areal preservasi tersebut dirancang dengan mempertimbangkan kebutuhan biologis orangutan, termasuk jalur jelajah satwa saat mencari makan yang bersinggungan dengan wilayah konsesi.

Inisiatif ini merupakan implementasi Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2023 tentang Pengarusutamaan Pelestarian Keanekaragaman Hayati. Melalui kebijakan tersebut, pemerintah mendorong seluruh pemangku kepentingan memastikan pembangunan berjalan seiring dengan perlindungan lingkungan.

“Intinya bagaimana pembangunan bisa berjalan dengan baik, tetapi lingkungan juga tetap diperhatikan. Ini tugas kita bersama. Semua pihak harus ikut mengambil peran agar pertumbuhan ekonomi tetap berlangsung tanpa mengorbankan keanekaragaman hayati,” pungkas Ari. (KP)

Tags: bksda kaltimOrang Utansawittambang
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Kembali ke Kaltim, Rita Widyasari Lempar Sinyal Siap Bertarung di Pilgub

Next Post

Soal Trotoar Bontang Kuala, Wali Kota Neni; Nihil Minta Pusat, Kita Anggarkan Sendiri Tahun Depan

Related Posts

Cek Kebun Bersama Anak, Pria di Muara Badak Tewas setelah Pergoki Orang Panen Sawit Tanpa Izin
Kriminal

Cek Kebun Bersama Anak, Pria di Muara Badak Tewas setelah Pergoki Orang Panen Sawit Tanpa Izin

19 Oktober 2026, 08:26
Misteri Pelajar SMP Tewas dengan Luka di Leher di Kutim Terungkap, Polisi Sebut Tersayat Dodos Sawit
Kaltim

Misteri Pelajar SMP Tewas dengan Luka di Leher di Kutim Terungkap, Polisi Sebut Tersayat Dodos Sawit

21 Juli 2026, 16:05
Sering Viral di Medsos, Kemunculan Orangutan di Permukiman Jadi Alarm Ancaman Habitat
Kaltim

Sering Viral di Medsos, Kemunculan Orangutan di Permukiman Jadi Alarm Ancaman Habitat

8 Juli 2026, 11:17
Kutai Barat Jadi Daerah Paling Rawan PHK, Satu Grup Tambang Berpotensi Berdampak ke 40 Ribu Pekerja
Kaltim

Kutai Barat Jadi Daerah Paling Rawan PHK, Satu Grup Tambang Berpotensi Berdampak ke 40 Ribu Pekerja

2 Juli 2026, 15:50
1.500 Pekerja Tambang Kaltim Terancam PHK, Kutim dan Kukar Jadi Wilayah Paling Rentan
Kaltim

1.500 Pekerja Tambang Kaltim Terancam PHK, Kutim dan Kukar Jadi Wilayah Paling Rentan

5 Juni 2026, 15:30
Gelombang PHK Tambang Berpotensi Meluas, Ini Langkah Pemkot Bontang
Pemkot Bontang

Gelombang PHK Tambang Berpotensi Meluas, Ini Langkah Pemkot Bontang

28 April 2026, 11:13

Terpopuler

  • Bontang Berharap Masuk Daftar Penerima Tambahan Dana Rp20,5 Triliun dari Pusat

    Bontang Berharap Masuk Daftar Penerima Tambahan Dana Rp20,5 Triliun dari Pusat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ragam Alasan Masyarakat Pilih Golput

    2 shares
    Share 2 Tweet 0
  • Berpura-pura Belanja, Komplotan Pencuri Gasak Tas Berisi Emas 200 Gram dan Rp30 Juta di Bontang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bontang Absen di Singa Cup

    1 shares
    Share 1 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.