• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Kaltim

Sering Viral di Medsos, Kemunculan Orangutan di Permukiman Jadi Alarm Ancaman Habitat

by Redaksi Bontang Post
8 Juli 2026, 11:17
in Kaltim
Reading Time: 2 mins read
0
Proses evakuasi seekor orangutan yang sebelumnya terekam memakan sisa makanan ditumpukan sampah di pinggir jalan poros Kutai Timur.

Proses evakuasi seekor orangutan yang sebelumnya terekam memakan sisa makanan ditumpukan sampah di pinggir jalan poros Kutai Timur.

Share on FacebookShare on Twitter

BONTANGPOST.ID – Video orangutan berkeliaran di kawasan tambang, memanjat tiang listrik, hingga mencari makan di tumpukan sampah semakin sering muncul di media sosial.

Fenomena yang berulang itu dinilai bukan sekadar tontonan. Tapi menjadi alarm bahwa ruang hidup orangutan di Kalimantan Timur, khususnya di Kutai Timur (Kutim), semakin tertekan.

Koordinator Jaringan Penulis Alam (JPA) Awaluddin Jalil menilai penanganan konflik orangutan selama ini masih didominasi langkah reaktif setelah video atau dokumentasi masyarakat telanjur viral di media sosial.

“Selalu menunggu viral di media sosial tentu bukanlah langkah solutif,” katanya.

Menurut Awaluddin, kemunculan orangutan di area aktivitas manusia menunjukkan perlunya upaya perlindungan habitat yang lebih serius daripada sekadar melakukan evakuasi saat konflik terjadi.

Baca Juga:  Kapolres Ikut Pantau Autopsi Orang Utan

“Kalau orangutan sudah sering muncul di tambang, kebun, jalan, bahkan permukiman dan menjadi konten viral, itu seharusnya kita baca sebagai sinyal bahwa ada persoalan pada habitatnya. Yang harus diselesaikan bukan hanya satwanya dipindahkan, tetapi bagaimana ruang hidupnya tetap terjaga,” ujarnya.

Ia mengatakan, data JPA menunjukkan sepanjang 2024 Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Timur mengevakuasi 31 individu orangutan. Pada 2025 jumlah tersebut meningkat tajam, bahkan sekitar dua bulan pertama tahun itu sudah mencapai 37 individu dan terus bertambah hingga akhir tahun.

Di tengah meningkatnya konflik tersebut, Awaluddin mengapresiasi lahirnya Forum Konservasi Orangutan Terpadu Lanskap Keraitan yang melibatkan pemerintah, akademisi, lembaga konservasi, dan perusahaan pemegang konsesi di Kutai Timur.

Baca Juga:  "Regina" Bawa Bontang Post Juara I Best Photography JPG Award 2018

“Kami mengapresiasi terbentuknya Forum Konservasi Orangutan Terpadu karena pendekatan kolaboratif seperti ini memang sangat dibutuhkan. Upaya konservasi tidak mungkin hanya dibebankan kepada satu pihak, tetapi memerlukan komitmen bersama untuk menjaga habitat dan mengurangi konflik,” katanya.

Menurut dia, langkah forum yang mengusulkan peta indikatif Areal Preservasi Habitat Orangutan menjadi bagian penting dalam menjaga konektivitas bentang alam, sehingga orangutan tetap memiliki jalur jelajah yang memadai.

“Yang paling penting adalah memastikan habitatnya tetap terkoneksi. Kalau ruang hidupnya terus terfragmentasi, maka potensi interaksi dengan manusia akan semakin tinggi dan kasus-kasus yang viral itu akan terus berulang,” tegasnya.

Lanskap Keraitan yang memiliki luas sekitar 560 ribu hektare merupakan salah satu habitat utama orangutan Morio di Kalimantan Timur. Berdasarkan data BKSDA Kaltim, hampir 70 persen konflik manusia dan orangutan di provinsi ini terjadi di kawasan tersebut.

Baca Juga:  TNK dan PT KMI Ingin Kembalikan Habitat Orang Utan 

Melalui usulan Areal Preservasi Habitat Orangutan seluas 101.005,24 hektare, para pihak berharap konektivitas habitat dapat dipertahankan sehingga konflik bisa ditekan sejak awal, tanpa harus menunggu munculnya video-video viral di media sosial. (*)

Tags: Orang Utan
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Alasan Pembukuan Rumit, Pengembalian Kursi Pijat dan Aquarium Pemprov Kaltim Mendadak Batal

Next Post

Sekolah YPPI Bontang Dibobol Pencuri, Sejumlah Perlengkapan Hilang

Related Posts

Lindungi Orangutan Morio, BKSDA Kaltim Desak Konsesi Tambang dan Sawit Kutim Masuk Forum Terpadu
Kaltim

Lindungi Orangutan Morio, BKSDA Kaltim Desak Konsesi Tambang dan Sawit Kutim Masuk Forum Terpadu

15 Juni 2026, 14:00
Bukan Sekadar Makan, Orang Utan “Berburu” Ketupat di Hari Lebaran
Kaltim

Bukan Sekadar Makan, Orang Utan “Berburu” Ketupat di Hari Lebaran

26 Maret 2026, 09:00
Orang Utan Terekam Mengais Sampah di Jalan Poros Kutim, BKSDA Lakukan Penelusuran
Kaltim

Orang Utan Terekam Mengais Sampah di Jalan Poros Kutim, BKSDA Lakukan Penelusuran

27 Januari 2026, 15:42
80 Persen Orangutan Tinggal di Luar Area Konservasi
Nasional

Ekspansi Tambang dan Perkebunan, Nasib Orang Utan Kian Mengkhawatirkan

24 April 2025, 15:12
Orang Utan Muncul di Perumahan Badak LNG, Bergelantungan di Pohon dan Naik Atap Rumah
Bontang

Orang Utan Muncul di Perumahan Badak LNG, Bergelantungan di Pohon dan Naik Atap Rumah

19 Maret 2025, 10:56
Meneliti Keberadaan Orang Utan Morio, Satwa Endemik Kalimantan yang Dilindungi
Bontang

Meneliti Keberadaan Orang Utan Morio, Satwa Endemik Kalimantan yang Dilindungi

8 Februari 2025, 16:24

Terpopuler

  • Kabar Jasad Bayi Ditukar Bantal Gegerkan Warga Bontang, Polisi Lakukan Penelusuran

    Kabar Jasad Bayi Ditukar Bantal Gegerkan Warga Bontang, Polisi Lakukan Penelusuran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pengakuan Pimpinan Ponpes di Bontang Selatan Terkait Laporan Pelecehan Seksual; Mencuat Sejak 2024, Korban Trauma Berat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Fogging Berbayar Muncul di Bontang, Warga Ditagih Rp50 Ribu

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Selidiki Dugaan Kekerasan Seksual di Ponpes Bontang, Korban Disebut Lebih dari Lima Orang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.