• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Kaltim

Bukan Sekadar Makan, Orang Utan “Berburu” Ketupat di Hari Lebaran

by Redaksi Bontang Post
26 Maret 2026, 09:00
in Kaltim
Reading Time: 3 mins read
0
Aktivitas membuka anyaman ketupat menjadi bagian dari latihan ketangkasan orang utan selama masa rehabilitasi.

Aktivitas membuka anyaman ketupat menjadi bagian dari latihan ketangkasan orang utan selama masa rehabilitasi.

Share on FacebookShare on Twitter

BONTANGPOST.ID, Samarinda – Suasana Lebaran tak hanya dirasakan manusia. Di sejumlah pusat rehabilitasi satwa di Kalimantan Timur, momen Idulfitri juga dihadirkan secara unik bagi para orang utan yang tengah menjalani proses pemulihan sebelum kembali ke habitat alaminya.

Di Pusat Penyelamatan Satwa (PPS) Long Sam, Kampung Merasa, Kabupaten Berau, yang dikelola Conservation Action Network (CAN), perayaan Lebaran diisi dengan pemberian makanan dalam balutan ketupat. Metode ini merupakan bagian dari pengayaan perilaku (enrichment) untuk merangsang kemampuan fisik dan kognitif satwa.

Sejumlah satwa, terutama empat bayi orang utan, tampak antusias. Makanan dimasukkan ke dalam anyaman ketupat dan digantung di area bermain, sehingga mereka harus memanjat, bergelantungan, hingga membuka anyaman tersebut untuk mendapatkan makanan.

Baca Juga:  DLH Minta Pembunuh Orang Utan Ditindak Tegas

Tak hanya orang utan, satwa lain seperti owa juga mendapat perlakuan serupa. Ketupat berisi makanan diikat di dahan yang dipenuhi dedaunan untuk merangsang perilaku alami saat mencari makan.

Founder sekaligus Direktur CAN, Paulinus Kristanto, mengatakan setiap momen dapat menjadi sarana pembelajaran bagi satwa, termasuk saat Idulfitri.

“Metode enrichment ketupat ini bertujuan menantang kemampuan fisik dan kognitif bayi orang utan,” ujarnya.

Menurutnya, ketupat yang digantung bukan sekadar hiasan Lebaran, melainkan simulasi tantangan di alam liar. Aktivitas tersebut melatih kemampuan penting, seperti memanjat dan meraih makanan di pucuk pohon.

Selain itu, proses membuka anyaman ketupat juga melatih ketangkasan jari serta kesabaran satwa.

Baca Juga:  Anak Orang Utan itu Bertahan 14 Jam

“Kami melihat antusiasme luar biasa. Mereka tidak sekadar makan, tetapi juga ‘berburu’ makanan,” tambahnya.

Hal serupa juga diterapkan di pusat rehabilitasi Center for Orangutan Protection (COP) melalui program Bornean Orangutan Rescue Alliance (BORA) di Kabupaten Berau.

Manajer BORA, Widi Nursanti, menjelaskan enrichment berfungsi menjaga perilaku alami orang utan selama masa rehabilitasi.

“Enrichment membuat mereka tetap aktif, berpikir, dan mencari cara untuk mendapatkan makanan,” jelasnya.

Ia menyebut, ketupat diisi potongan buah, selai, dan madu, sehingga selain unik juga merangsang indra penciuman serta kemampuan problem solving satwa.

Kepala BKSDA Kalimantan Timur, M Ari Wibawanto, menyambut positif inovasi tersebut. Menurutnya, pendekatan kreatif seperti ini penting untuk menjaga kualitas rehabilitasi satwa.

Baca Juga:  Pupuk Kaltim Lepas Liarkan Seekor Orang utan  

“Media ketupat ini bukan sekadar kemasan unik, tetapi alat problem solving yang efektif untuk melatih kreativitas dan kemampuan alami satwa,” ujarnya.

Ia menambahkan, inovasi tersebut juga membantu mengurangi kejenuhan satwa selama berada di kandang serta memperkuat kesiapan mereka kembali ke alam liar.

“Momen ‘kupatan’ ini menjadi simbol bahwa setiap proses belajar yang mereka lalui adalah langkah menuju kepulangan ke habitat aslinya,” pungkasnya. (prokal)

Tags: Orang Utan
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Pemprov Kaltim Terapkan WFA, Pengamat Ingatkan Dampaknya

Next Post

Lebih Mahal dari Daging, Harga Cabai di Berau Tembus Rp 300 Ribu Perkilo

Related Posts

Sering Viral di Medsos, Kemunculan Orangutan di Permukiman Jadi Alarm Ancaman Habitat
Kaltim

Sering Viral di Medsos, Kemunculan Orangutan di Permukiman Jadi Alarm Ancaman Habitat

8 Juli 2026, 11:17
Lindungi Orangutan Morio, BKSDA Kaltim Desak Konsesi Tambang dan Sawit Kutim Masuk Forum Terpadu
Kaltim

Lindungi Orangutan Morio, BKSDA Kaltim Desak Konsesi Tambang dan Sawit Kutim Masuk Forum Terpadu

15 Juni 2026, 14:00
Orang Utan Terekam Mengais Sampah di Jalan Poros Kutim, BKSDA Lakukan Penelusuran
Kaltim

Orang Utan Terekam Mengais Sampah di Jalan Poros Kutim, BKSDA Lakukan Penelusuran

27 Januari 2026, 15:42
80 Persen Orangutan Tinggal di Luar Area Konservasi
Nasional

Ekspansi Tambang dan Perkebunan, Nasib Orang Utan Kian Mengkhawatirkan

24 April 2025, 15:12
Orang Utan Muncul di Perumahan Badak LNG, Bergelantungan di Pohon dan Naik Atap Rumah
Bontang

Orang Utan Muncul di Perumahan Badak LNG, Bergelantungan di Pohon dan Naik Atap Rumah

19 Maret 2025, 10:56
Meneliti Keberadaan Orang Utan Morio, Satwa Endemik Kalimantan yang Dilindungi
Bontang

Meneliti Keberadaan Orang Utan Morio, Satwa Endemik Kalimantan yang Dilindungi

8 Februari 2025, 16:24

Terpopuler

  • Kabar Jasad Bayi Ditukar Bantal Gegerkan Warga Bontang, Polisi Lakukan Penelusuran

    Kabar Jasad Bayi Ditukar Bantal Gegerkan Warga Bontang, Polisi Lakukan Penelusuran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pengakuan Pimpinan Ponpes di Bontang Selatan Terkait Laporan Pelecehan Seksual; Mencuat Sejak 2024, Korban Trauma Berat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Fogging Berbayar Muncul di Bontang, Warga Ditagih Rp50 Ribu

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Selidiki Dugaan Kekerasan Seksual di Ponpes Bontang, Korban Disebut Lebih dari Lima Orang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.