BONTANGPOST.ID, Berau – Kondisi harga kebutuhan pokok di Pasar Sanggam Adji Dilayas (SAD) Berau tengah menjadi sorotan setelah harga cabai rawit meroket hingga menyentuh Rp 300 ribu per kilogram. Lonjakan pasca-Lebaran ini lebih dari 100 persen dibanding harga sebelumnya yang berkisar Rp 130 ribu/kg. Kenaikan drastis ini membuat para ibu rumah tangga di Berau terkejut dan harus memutar otak agar dapur tetap ngebul tanpa menguras kantong.
Mira, warga Tanjung Redeb, mengaku sangat kaget saat mengetahui harga eceran di pasar sudah tidak masuk akal. Ia terpaksa membatasi pembelian dan hanya membawa pulang satu ons cabai seharga Rp30 ribu. Menurutnya, meski dompet terasa “menjerit”, cabai tetap harus dibeli karena merupakan kebutuhan mendesak untuk bumbu masakan harian.
Keluhan serupa datang dari Atun, warga lain yang memiliki tanaman cabai sendiri di kebun rumah. Hal itu sedikit meringankan beban belanjaannya. Atun berharap pemerintah segera mengambil langkah tegas untuk mengatur pasokan komoditas ini, agar stabilitas harga tidak hanya terjaga menjelang Lebaran, tetapi juga setelah masa hari raya berakhir.
Dari sisi pedagang, Mujiati menjelaskan lonjakan harga terjadi karena pasokan dari daerah penghasil sangat terbatas, sementara permintaan masyarakat meningkat. Ia menyebut harga Rp300 ribu/kg sempat terjadi pada Senin (23/3), meski pada hari berikutnya harga sedikit turun ke Rp200 ribu/kg di tingkat eceran. Para pedagang berharap distribusi pasokan kembali normal agar daya beli masyarakat pulih dan harga tidak membengkak lagi. (prokal)




