SANGKIMA – Taman Nasional Kutai (TNK) Rabu (29/3) kemarin gelar kegiatan penanaman 2.000 pohon pendukung habibat orang utan bekerja sama dengan PT Kaltim Methanol Industri (PT KMI) yang merupakan mitra TNK. Kegiatan tersebut merupakan salah satu program Corporate Social Responsibility (CSR) dari PT KMI yang merupakan bentuk nyata kepedulian mereka terhadap lingkungan hidup di wilayah perusahaan.
Pada Maret tahun ini, ada dua moment yang sangat penting bagi Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, yaitu Hari Bakti Rimbawan ke-34 yang jatuh pada 16 Maret lalu dan juga Hari Hutan Internasional yang jatuh pada 21 Maret lalu. Melihat dua moment tersebut, dirasa tepat untuk PT KMI melakukan kegiatan penanaman pohon pada bulan Maret ini.
Acara tersebut dihadiri oleh GA & PR Dept. Manager PT KMI Imaduddin Arif, Kepala Balai TNK Nur Patria Kurniawan, Anggota Mitra TNK, Perwakilan Kecamatan dan Pemerintah Desa daerah sekitar TNK, dan perwakilan Dinas Lingkungan Hidup dari Bontang dan Sangatta.
Dijelaskan oleh Nur Patria, TNK sangat mengapresiasi apa yang dilakukan oleh PT KMI. Dengan melakukan penanaman 2.000 pohon pendukung habitat orang hutan, maka diharapkan orang hutan dapat kembali mudah ditemukan di area TNK yang biasa dikunjungi oleh masyarakat.
Dan hal ini juga sejalan dengan salah satu program yang dijalakan oleh TNK yaitu Habiatat Manajemen Teknik dimana lingkungan atau habitat dari hewan yang pernah mengalami kerusakan diperbaiki kembali.
”Penanaman kami lakukan di daerah Bukit Meranti Sangkima, yang merupakan lokasi habibat Orang Hutan yang sempat mengalami Kebakaran hebat pada tahun 2015 yang lalu. Saya harap langkah yang telah diambil PT KMI bisa diikuti perusahaan lain agar habibat-habitat yang pernah rusak di daerah TNK dapat diperbaiki kembali,” tukasnya.
Ditambahkan oleh Imaduddin Arif, kegiatan tersebut merupakan realisasi kemitraan PT KMI dengan TNK. ”Ini merupakan bentuk nyata kepedulian perusahaan kami terhadap penghijauan, khususnya kali ini penanaman tanaman pendukung habitat orang utan. Semoga sumbangsih kecil kami ini akan bisa membawa manfaat dalam program pelestarian orang utan yang saat ini sedang digalahkan,” ungkapnya. (*/rdy/Adv).







