• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Bontang

Kelurahan Gunung Elai Siapkan Wisata Mangrove Baru di Dekat TPI Bontang

by Redaksi Bontang Post
23 Juni 2026, 15:00
in Bontang
Reading Time: 2 mins read
0
Kawasan yang digadang-gadang akan menjadi destinasi wisata baru di Kota Bontang sudah dalam tahap pembersihan oleh Kelurahan Gunung Elai. (ADIEL KUNDHARA/KP)

Kawasan yang digadang-gadang akan menjadi destinasi wisata baru di Kota Bontang sudah dalam tahap pembersihan oleh Kelurahan Gunung Elai. (ADIEL KUNDHARA/KP)

Share on FacebookShare on Twitter

BONTANGPOST,ID, Bontang – Kelurahan Gunung Elai mulai menata kawasan mangrove di wilayah pesisir sebagai calon destinasi wisata baru berbasis konservasi. Kawasan yang berada di dekat Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Bontang itu tengah dibersihkan dan disiapkan menjadi ruang wisata ramah lingkungan yang melibatkan masyarakat setempat.

Lurah Gunung Elai, Sulistyo, mengatakan proses pembersihan kawasan telah berlangsung sekitar satu bulan terakhir. Kegiatan tersebut dilakukan secara gotong royong bersama ketua RT, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK), Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), serta warga sekitar.

“Sudah sekitar satu bulan kami melakukan pembersihan bersama warga. Semua bergerak bersama, mulai dari RT, LPMK, Pokdarwis hingga masyarakat sekitar,” ujarnya.

Kawasan yang ditata berada di sekitar pesisir dekat TPI dan dapat diakses melalui jembatan baru yang beberapa waktu lalu menjadi perhatian masyarakat.

Menurut Sulistyo, lahan tersebut merupakan tanah prodesa yang selama bertahun-tahun belum dimanfaatkan secara optimal. Bahkan, sebagian area pernah digunakan warga sebagai lapangan voli sebelum akhirnya ditumbuhi semak dan ilalang.

Melihat potensi yang dimiliki, pemerintah kelurahan kemudian menggelar musyawarah bersama tokoh masyarakat dan warga. Dari pertemuan tersebut muncul kesepakatan untuk mengembangkan kawasan menjadi destinasi wisata mangrove.

“Kami berdiskusi dengan warga dan tokoh masyarakat. Kesepakatannya adalah memanfaatkan kawasan ini untuk pengembangan wisata yang nantinya bisa mendukung ekonomi masyarakat,” katanya.

Meski dilakukan pembersihan, Sulistyo menegaskan tidak ada penebangan pohon mangrove dalam proses penataan kawasan. Pembersihan hanya difokuskan pada ilalang dan tanaman liar yang mengganggu akses menuju lokasi.

Menurutnya, pelestarian ekosistem menjadi prinsip utama dalam pengembangan wisata tersebut.

“Kami tidak menebang mangrove. Yang dibersihkan hanya ilalang dan tanaman liar. Mangrove tetap dipertahankan karena menjadi habitat berbagai satwa,” tegasnya.

Selain hamparan mangrove, kawasan tersebut juga menjadi habitat berbagai jenis burung yang kerap terlihat pada sore hari. Keberadaan satwa liar itu diharapkan menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan.

Karena itu, konsep yang dikembangkan mengusung wisata berbasis konservasi dan edukasi lingkungan. Selain menawarkan wisata susur mangrove, kawasan tersebut juga akan difungsikan sebagai ruang publik untuk menikmati suasana pesisir.

Ke depan, pemerintah kelurahan berencana menambah sejumlah fasilitas pendukung seperti gazebo, anjungan pandang, hingga area UMKM agar manfaat ekonomi dapat dirasakan langsung oleh masyarakat sekitar.

Pengelolaan kawasan nantinya akan melibatkan Pokdarwis, warga setempat, Linmas, serta Forum Kemitraan Polisi dan Masyarakat (FKPM).

“Kami ingin wisata ini berkembang, tetapi tetap menjaga keamanan dan kelestarian lingkungannya. Mangrove dan habitat burung harus tetap terjaga karena itu bagian dari daya tarik kawasan ini,” ujarnya.

Sulistyo berharap destinasi wisata mangrove yang sedang dirintis tersebut dapat menjadi ikon baru Kelurahan Gunung Elai sekaligus menambah pilihan wisata alam di Kota Bontang.

“Tujuan akhirnya adalah menciptakan pariwisata yang berkelanjutan, menjaga lingkungan, dan meningkatkan ekonomi masyarakat,” pungkasnya. (ak)

ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Retribusi Parkir Bontang Anjlok, Hingga Mei 2026 Baru Terkumpul Rp19,8 Juta

Next Post

Dedi Mulyadi Sayembara Rp250 Juta untuk Tangkap Taufik Hidayat, Buronan Kasus Penyiksaan Perempuan di Jawa Barat

Related Posts

Empat Tanda Kerusakan Ginjal yang Bisa Dikenali Lewat Urine
Kesehatan

Empat Tanda Kerusakan Ginjal yang Bisa Dikenali Lewat Urine

31 Oktober 2026, 19:05
Bontang Berharap Masuk Daftar Penerima Tambahan Dana Rp20,5 Triliun dari Pusat
Bontang

Bontang Berharap Masuk Daftar Penerima Tambahan Dana Rp20,5 Triliun dari Pusat

31 Oktober 2026, 15:33
Jatam Soroti Ancaman Tambang dan Sawit terhadap Habitat Badak Pari di Mahulu
Kaltim

Jatam Soroti Ancaman Tambang dan Sawit terhadap Habitat Badak Pari di Mahulu

31 Oktober 2026, 14:10
25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah
Bontang

25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

31 Oktober 2026, 11:23
Empat Hari Diburu, Maling Motor Petani Marangkayu Ditangkap di Tanjung Laut Indah Bontang
Kriminal

Empat Hari Diburu, Maling Motor Petani Marangkayu Ditangkap di Tanjung Laut Indah Bontang

31 Oktober 2026, 10:54
3.485 Pekerja di Kaltim Terdata Kehilangan Pekerjaan, Penyebabnya Masih Ditelusuri
Kaltim

3.485 Pekerja di Kaltim Terdata Kehilangan Pekerjaan, Penyebabnya Masih Ditelusuri

31 Oktober 2026, 10:00

Terpopuler

  • 25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sudah Puluhan Tahun Berdiri, Perusahaan Daerah Bontang Belum Bisa Kelola Solar Nelayan Sendiri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Wanita di Loktuan Bontang Diringkus Polisi, Sabu Ditemukan di Pinggir Jalan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bontang Berharap Masuk Daftar Penerima Tambahan Dana Rp20,5 Triliun dari Pusat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.