• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Bontang

Dinkes Bontang Temukan Bakteri Patogen pada Ayam Serundeng dan Gulai Sayur MBG

by Dwi Kurniawan Nugroho
11 Agustus 2026, 07:56
in Bontang
Reading Time: 2 mins read
0
Kepala Dinkes Kota Bontang Toetoek Pribadi Ekowati menyampaikan hasil investigasi gangguan kesehatan penerima MBG di Bontang.

Kepala Dinkes Kota Bontang Toetoek Pribadi Ekowati menyampaikan hasil investigasi gangguan kesehatan penerima MBG di Bontang.

Share on FacebookShare on Twitter

BONTANGPOST.ID, Bontang – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bontang mengungkap hasil investigasi terkait laporan gangguan kesehatan yang dialami penerima Makan Bergizi Gratis (MBG) dari Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bontang Utara 2 di Kelurahan Api-Api.

Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan adanya bakteri patogen pada sampel pangan yang diperiksa, yakni menu ayam serundeng dan gulai sayur.

Kepala Dinkes Kota Bontang, Toetoek Pribadi Ekowati, mengatakan laporan kejadian sakit akibat pangan tersebut pertama kali diterima pada Rabu (5/8/2026) dari Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) Kota Bontang.

Dinkes kemudian melakukan investigasi dan penyelidikan epidemiologi pada Kamis (6/8/2026). Dari proses tersebut, ditemukan 27 kasus dari sekitar 2.036 penerima manfaat.

“Kasusnya terdiri dari 14 siswa, 11 guru dan dua wali murid dari sekitar 2.036 penerima manfaat,” ujar Toetoek.

Baca Juga:  Prabowo Pastikan MBG Jalan Terus, Dapur Wajib Gunakan Sterilisasi dan Test Kit

Berdasarkan pemantauan hingga Jumat (7/8/2026), seluruh penerima manfaat yang mengalami keluhan dinyatakan dalam kondisi pulih atau stabil. Dinkes juga tidak menemukan adanya penambahan kasus baru.

“Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya bakteri patogen pada sampel pangan yang diperiksa, yaitu pada ayam serundeng dan gulai sayur,” ungkapnya.

Meski menemukan bakteri patogen, Dinkes belum menetapkan satu titik sebagai sumber pasti pencemaran. Hasil investigasi masih menemukan sejumlah kemungkinan titik risiko dalam proses penyediaan makanan.

Salah satu yang menjadi perhatian adalah higiene penjamah makanan, terutama saat makanan ditangani dan diporsikan ke dalam wadah. Proses pendinginan makanan juga turut dievaluasi, termasuk penggunaan alat bantu seperti kipas angin yang kebersihannya perlu dipastikan.

Baca Juga:  Kejari Bontang Rampungkan Pemeriksaan Dapur MBG, Telusuri Jual Beli Titik

Dinkes juga mengevaluasi penggunaan bahan pengganti atau inovasi dalam pengolahan menu. Salah satunya penggunaan kemiri sebagai pengganti santan kelapa.

Menurut Toetoek, penggunaan bahan pengganti perlu dikaji dari sisi keamanan pangan, termasuk kemungkinan menimbulkan alergi maupun risiko lain apabila proses pengolahannya tidak dilakukan sesuai ketentuan.

Selain itu, penanganan buah dan bahan pangan lainnya juga menjadi perhatian. Bahan pangan yang tidak dicuci atau ditangani secara terpisah berpotensi meningkatkan risiko kontaminasi silang.

“Kalau tidak dicuci dan ditangani secara terpisah, dapat meningkatkan risiko terjadinya kontaminasi silang,” jelasnya.

Dinkes bersama puskesmas kini terus memantau kondisi kesehatan penerima manfaat sekaligus mengevaluasi proses penyediaan makanan secara menyeluruh.

Hasil investigasi tersebut selanjutnya menjadi bahan pembinaan dan perbaikan, khususnya dalam penerapan higiene dan sanitasi, penanganan makanan setelah dimasak, proses pemorsian dan pewadahan, hingga pencegahan kontaminasi silang.

Baca Juga:  Empat Menu MBG Vidatra Masih Diuji, Hasil Labkesda Bontang Ditarget Keluar Akhir Pekan

Toetoek menyebut Dinkes juga rutin melakukan Inspeksi Kesehatan Lingkungan (IKL) ke dapur penyedia makanan. Pemeriksaan tersebut dilakukan sekaligus untuk memberikan pembinaan kepada pengelola.

“Dinas Kesehatan turun satu kali dalam satu bulan, namanya IKL, inspeksi kesehatan lingkungan. Jadi kita turun untuk melihat dan memberikan pembinaan,” pungkasnya.

Rekomendasi teknis dari hasil investigasi akan disampaikan secara tertulis kepada pihak SPPG sebagai bahan perbaikan dan penguatan keamanan pangan.

Dinkes memastikan langkah tersebut dilakukan untuk mencegah kejadian serupa kembali terjadi dan menjaga keamanan makanan bagi seluruh penerima manfaat MBG. (*) 

Tags: Keracunan MBG BontangMBGMBG Bontang
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

SMPN 8 Bontang Kekurangan Ruang Kelas, Dewan Dorong Revitalisasi Lewat APBN

Next Post

Pupuk Kaltim Fasilitasi Bimtek Sertifikasi Halal Menuju UMKM Naik Kelas

Related Posts

Ada Renovasi Dapur, Penyaluran MBG di Loktuan Bontang Disetop Sementara
Bontang

Ada Renovasi Dapur, Penyaluran MBG di Loktuan Bontang Disetop Sementara

24 Oktober 2026, 16:56
Gantikan Surya, Ahmad Nur Fauzi Kini Pimpin BGN Bontang
Bontang

Gantikan Surya, Ahmad Nur Fauzi Kini Pimpin BGN Bontang

13 Oktober 2026, 09:31
Usai Suspensi, Dapur MBG Bontang Selatan 5 Kembali Beroperasi, Tujuh Sekolah Belum Pastikan Terima Lagi
Bontang

Usai Suspensi, Dapur MBG Bontang Selatan 5 Kembali Beroperasi, Tujuh Sekolah Belum Pastikan Terima Lagi

24 September 2026, 11:55
Sempat Ditutup Usai Kasus Keracunan, Dapur MBG Bontang Selatan 05 Kembali Layani 1.127 Siswa
Bontang

Sempat Ditutup Usai Kasus Keracunan, Dapur MBG Bontang Selatan 05 Kembali Layani 1.127 Siswa

23 September 2026, 08:15
Tahun Depan, Guru dan Relawan Posyandu Terima Program Makan Bergizi Gratis
Kaltim

Heboh Sekolah Libur tapi MBG Tetap Dibagikan, Ternyata Ini Faktanya di 10 Kabupaten/Kota Kaltim

18 September 2026, 09:00
Bontang

Imbas Kabut Asap, Sekolah di Bontang Lakukan Pembelajaran Jarak Jauh, Begini Pengaruhnya ke MBG

17 September 2026, 14:54

Terpopuler

  • 25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bontang Berharap Masuk Daftar Penerima Tambahan Dana Rp20,5 Triliun dari Pusat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bontang Absen di Singa Cup

    1 shares
    Share 1 Tweet 0
  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ragam Alasan Masyarakat Pilih Golput

    2 shares
    Share 2 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.