BONTANGPOST.ID, Bontang – Pengoperasian videotron milik pemerintah Kota Bontang menjadi perhatian DPRD. Pasalnya, biaya listrik yang dikeluarkan cukup besar, sementara pemanfaatan media reklame digital tersebut dinilai belum maksimal.
Ketua Komisi B DPRD Kota Bontang, Rustam, mengusulkan agar jam operasional videotron tidak dibuat selama 24 jam. Penggunaan listrik dapat ditekan dengan memasang perangkat pengatur waktu atau timer.
Menurutnya, layar videotron bisa dimatikan secara otomatis pada jam-jam tertentu ketika aktivitas masyarakat mulai berkurang. Dengan begitu, pemerintah tidak perlu menanggung biaya listrik untuk operasional yang dinilai kurang diperlukan.
“Tidak harus menyala sepanjang malam. Ketika sudah masuk waktu sepi, operasionalnya bisa dihentikan sementara. Timer bisa digunakan supaya perangkat mati dan menyala sesuai jadwal,” katanya. Ia menyebut biaya listrik untuk mengoperasikan satu videotron selama kurang lebih 10 jam dapat mencapai Rp2,5 juta. Besarnya biaya tersebut menjadi alasan pengaturan waktu operasional perlu dipertimbangkan.
Terlebih, kata dia, pemanfaatan videotron sebagai media iklan saat ini belum optimal. Sejumlah titik yang telah tersedia belum sepenuhnya mampu menghasilkan pemasukan dari penyewaan ruang reklame.
Rustam juga meminta Pemkot Bontang menahan diri untuk menambah jumlah videotron. Menurutnya, fasilitas yang saat ini telah tersebar di beberapa lokasi strategis masih dapat dioptimalkan.
Beberapa di antaranya berada di kawasan Selamat Datang Bontang, Simpang Empat Loktuan, Al-Hijrah, hingga Terminal Bontang Kuala.
“Untuk sementara tidak perlu buru-buru menambah unit baru. Yang sudah ada sebaiknya dimaksimalkan terlebih dahulu,” ujarnya.
Ia menilai optimalisasi aset harus menjadi perhatian pemerintah. Salah satu caranya dengan meningkatkan pemasaran layanan videotron kepada perusahaan maupun pelaku usaha yang membutuhkan media promosi.
Dengan demikian, aset yang sudah dibangun pemerintah tidak hanya menimbulkan biaya operasional, tetapi juga dapat memberikan kontribusi melalui pendapatan dari jasa iklan.
“Yang sekarang harus diperkuat justru pemasarannya. Cari perusahaan atau pelaku usaha yang mau menggunakan videotron, sehingga fasilitas yang sudah tersedia benar-benar memberikan manfaat,” pungkasnya. (*)







