BONTANGPOST.ID, Bontang – Penyaluran Makan Bergizi Gratis (MBG) dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bontang Selatan 05 Dapur Berbas Tengah 3 kembali berjalan setelah sebelumnya sempat disuspensi.
Namun, penyaluran belum kembali seperti sebelum penghentian sementara. Saat ini, baru 11 kelompok penerima manfaat yang kembali mendapatkan MBG, sementara tujuh kelompok lainnya masih belum menerima penyaluran.
Dari tujuh kelompok tersebut, lima di antaranya berada di kawasan Badak NGL. Kelompok tersebut yakni SD Vidatra, SMP Vidatra, SMA Vidatra, TK Gereja Oikoumene Persekutuan Kristen Bontang (GOPKB), dan TK Al Kautsar.
Sementara satu kelompok lainnya, yakni SMA Tunas Bangsa, juga belum kembali menerima program MBG meski berada di luar kawasan Badak NGL.
Kepala SPPG Bontang Selatan 05 Dapur Berbas Tengah 3, Charles Mikelos, mengatakan pihaknya masih melakukan konfirmasi kepada kelompok yang belum kembali menerima penyaluran MBG.
Khusus sekolah yang berada di kawasan Badak NGL, pihaknya berencana mendatangi sekolah secara langsung untuk memastikan kesediaan mereka menerima kembali program tersebut.
Salah satunya Yayasan Vidatra yang menaungi jenjang pendidikan SD hingga SMA.
“Nanti mungkin saya didampingi Korcam sama mitra ke sana untuk konfirmasi bagaimana kelanjutannya atau sosialisasi,” kata Charles.
Sementara itu, 11 kelompok yang sudah kembali menerima MBG terdiri dari enam sekolah, empat posyandu, dan satu tempat penitipan anak. Total produksi saat ini mencapai 1.121 porsi.
Enam sekolah tersebut yakni KB dan TK ABA 8, KB Efata, SDN 011 Bontang Selatan, SD Aisyiyah, SD Advent, dan SMP Advent.
Sedangkan empat posyandu penerima manfaat yakni Tunas Muda, Semoga Jaya, Juwita 1, dan Juwita 2. Satu penerima lainnya adalah TPA Famus Kids.
Jumlah produksi tersebut masih jauh lebih rendah dibandingkan sebelum SPPG mengalami suspensi akibat kasus mual dan muntah pada Agustus 2026 lalu. Sebelumnya, dapur tersebut melayani sekitar 2.700 porsi MBG.
Charles menjelaskan, penyaluran belum langsung dikembalikan ke jumlah sebelumnya karena operasional dilakukan secara bertahap. Terlebih, dirinya baru menjabat sebagai kepala SPPG sehingga penyesuaian dilakukan secara perlahan.
“Yang di dalam kawasan Badak belum kami datangi dan kami konfirmasikan apakah mau menerima lagi atau tidak. Kami lakukan bertahap satu-satu,” ujarnya.
Setelah seluruh kelompok yang belum menerima memberikan kepastian, SPPG akan kembali menyesuaikan jumlah produksi dengan jumlah penerima manfaat.
“Ketika mereka bersedia kembali menerima MBG, kami akan salurkan kembali distribusinya,” pungkasnya. (*)







